Menjadi Serupa Dengan Yesus Lewat Menantikan Dia

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 23 Februari 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ketika kita menantikan Tuhan, Tuhan bawa kita makin menjadi serupa dengan Kristus. Untuk menjadi serupa dengan Kristus, ada harga yang harus dibayar. Lukas 9:23-26. Tak ada mahkota tanpa salib, itu sebabnya Yesus berkata: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” (ayat 23). Ketika kita menantikan Tuhan berarti kita mengikut Tuhan terus, tertuju pada Yesus. Yesus adalah wujud kasih karunia Allah. Kasih karunia Allah akan terus bekerja ketika kita mengikut Tuhan, bukan berarti semuanya beres, aman tanpa ada badai dan goncangan. Namun, kita akan terima keajaiban saat melewati permasalahan.

Waiting The Lord With Attitude

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 16 Februari 2020 oleh Pdt. Andrew M. Assa

Matius 24:22, karena umat pilihan Tuhan, waktu dipersingkat. Apa yang harus kita kerjakan? Matius 24:28, “Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun.” Lukas 17:26-27, orang sibuk membangun, membeli dan menjual. Lukas 17:37, ketika waktu semakin dipercepat, mulai muncul tanda-tanda zaman, di mana ada bangkai yaitu tubuh Yesus yang diserahkan, maka rajawalinya Allah akan berkumpul. Berjaga-jagalah, tetap berkerumun di sekitar kematian Yesus sebagai wujud kasih Allah. Efesus 3:19, kasih Allah melampaui segala pengetahuan. Saat terima perjamuan suci, kita terima tubuh dan darah Kristus, kita terima kasih Kristus. Kita akan menerima kepenuhan Kristus, roh kita akan diperbaharui, terima hikmat, emosional yang terkendali.

Sikap menantikan Tuhan menentukan masa depan.

Terbang Tinggi Menantikan Tuhan

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 2 Februari 2020 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Fakta bisa berubah, yang tinggal kekal adalah firman. Jangan andalkan fakta. Kesetiaan Tuhan adalah perisai dan pagar tembok.

Yesaya 40:31, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Bagi yang menantikan Tuhan, ada kekuatan baru.

Mazmur 40:2,Aku sangat menanti-nantikan Tuhan, belajar dari Daud, ia lebih menantikan Tuhan, bukan jawaban Tuhan. Manusia umumnya menjadi kecewa saat jawaban Tuhan tidak sesuai dengan penantian kita.

Mazmur 25:21, Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau. Saat menantikan Tuhan, kita bisa mendapatkan ketulusan, kejujuran, dan integritas. Ingat Wahyu 22:12, “… and my reward is with me...” [KJV] upah Tuhan ada bersama dengan Tuhan. Bila kita menantikan Tuhan—bukan upahnya, kita akan mendapatkan ketulusan dan kejujuran.

Yesus Kota Perlindungan Sejati

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 9 Februari 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Berapa banyak kali manusia punya konsep, pemikiran lebih cepat lebih baik. Ketika kita berada dalam konsepnya Tuhan, menanti-nantikan Tuhan, ijinkan Tuhan yang bergerak untuk kita—walaupun caranya tidak populer, jangan coba selesaikan permasalahan, kesalahan dengan kekuatan sendiri, dengan tindakan yang kelihatannya heroik dan penuh tanggung jawab.

Yudas. Matius 27:3 - Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia.... Yudas tahu firman, ia berpikir dialah yang bertanggung jawab atas kematian Yesus, bukankah firman Allah telah menulis nyawa ganti nyawa (Ulangan 19:21). Karena itu hukum Taurat harus ditegakkan, Yudas coba menebus kesalahannya sendiri dengan menggantung diri. Hukum Taurat tidak pernah membawa seseorang pada kesempurnaan (Ibrani 7:13). Justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa, bukan Taurat tidak sempurna, tapi Allah ingin menunjukkan manusia tidak bisa menebus kesalahannya dengan kekuatan sendiri, manusia butuh Juruselamat.

Mengandalkan Tuhan, Hidup di Bawah Kuasa Berkat

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 26 Januari 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Yeremia 17:5-8 – ... [17:7] Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! [17:8] Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Ada satu perbedaan ketika orang mengandalkan manusia atau kekuatannya sendiri, dengan orang yang mengandalkan Tuhan. Orang yang mengandalkan manusia atau kekuatannya sendiri ada di bawah kutuk. Sedangkan orang yang mengandalkan Tuhan, percaya firman, ia sedang ada di bawah kuasa berkat. Kemampuan kita terbatas, namun bila kita mengandalkan Tuhan, kita bisa saja menghadapi situasi kering (realita alamiah) tapi kita alami kuasa Kerajaan Sorga di bumi.