Kebangkitan-Nya Menjadi Berkat Bagi Kita
Ringkasan Khotbah Ibadah Paskah – Minggu, 12 April 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa
Oleh kematian Kristus, kita sudah ditebus dan sudah dibangkitkan. Dia bayar lunas, Dia yang kaya rela jadi miskin supaya di dalam kemiskinannya kita diperkaya. Kristus ditinggalkan Allah saat ada di kayu salib, supaya "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau”, Ibrani 13:5. Kristus sudah hisap semua dosa kita supaya kita menerima kebalikannya. Mungkin situasi kita rasanya belum berubah tetapi sudah ada jaminan.
Pola pikir kita harus benar, Kristus sudah bayar hutang dosa kita, tetapi Kristus tidak pernah berhutang pada iblis/dosa. Kolose 2:14, Kristus bayar surat hutang kita lewat tubuh-Nya yang dipakukan di kayu salib. Yesus bukan membayar karena Dia takluk kepada Iblis. Surat hutang adalah ketentuan yang tertulis tangan (handwriting of ordinances – KJV) yang selalu melawan kita yaitu Hukum Taurat. Ketika Allah berikan hukum Taurat, Allah tulis dengan jari-Nya di atas 2 loh batu. Ketentuan ini diberikan kepada manusia dan ketentuan ini selalu seperti melawan kita. Dan tidak ada satu manusia yang bisa lunas membayar semua ketentuan hukum ini.

