Kuasa Merenungkan Firman

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 6 Oktober 2019 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ketika kita menikmati pewahyuan firman bukan hanya sebuah berita, firman itu akan jadi dalam hidup kita, seberapa kita meresponinya. Yesus - Yeshua artinya Penebus, Juruselamat. Tugas utama Yesus adalah menebus kita dengan darah dan nyawa-Nya dan menyelamatkan hidup kita. Pada hari ketiga Yesus bangkit dan kita mempunyai kepastian hidup. Jadi, bagaimanapun hidup kita akan dihidupkan, diselamatkan saat bersentuhan dengan Yesus.

Yesaya 61:7, Sebagai ganti bahwa kamu mendapat malu dua kali lipat, dan sebagai ganti noda dan ludah yang menjadi bagianmu, kamu akan mendapat warisan dua kali lipat di negerimu dan sukacita abadi akan menjadi kepunyaanmu.”

Tahun-tahun yang pernah hilang karena ketidaksetiaan akan Tuhan gantikan dan pulihkan. Kita tidak pernah bisa merubah masa lalu. Tapi saat menyentuh Yesus dengan iman, bukan kenajisan kita yang menulari Dia, tetapi kekudusan-Nya yang menulari hidup kita.

Perseverance (Tahan Uji)

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 29 September 2019 - Oleh Pdt. Theofilus Hanardi

2 Korintus 4:7-9. Perseverance artinya tekun, gigih, tahan uji, tahan banting. Hidup kita adalah bejana tanah liat, mudah pecah, sangat terbatas, rapuh. Tetapi, Tuhan mau memberikan dalam bejana tanah liat ini harta yang luar biasa yaitu Roh Kudus, sehingga bejana ini mempunyai kekuatan yang berlimpah-limpah dari Allah, ada excelent power (kekuatan yang sangat mulia/luar biasa). Buktinya: ayat 8-9.

Rancangan Tuhan Terhadap Sang Pemberi

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 15 September 2019 – Oleh Pdt. Toni Aris Santoso

Kisah Para Rasul 20:25 - ... bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

Berbicara tentang memberi, seorang anak Tuhan harus tahu bahwa memberi itu sangat penting dalam hidup orang percaya. Kata “memberi” dalam Alkitab ditulis sebanyak 2.642 kali. Memberi bukan hanya sekadar materi. Roma 12:1, memberi diri/tubuh punya pengertian yang luas, berbicara tentang semua yang bisa kita lakukan yang berkenan kepada Tuhan. Roma 5:8, Yesus sudah meneladankan pada kita, memberi diri untuk menebus dosa-dosa kita. Ketika kita memberi pengampunan pada orang lain, itu pemberian yang terbaik juga. Mazmur 73:21, ketika ada kepahitan dalam hidup kita tanpa mau melepaskan pengampunan, akan berdampak pada tubuh kita—sakit. Tapi ketika kita lepaskan pengampunan, pemulihan dari Tuhan terjadi.

Berserah Pada Kasih Karunia Allah

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 22 September 2019 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Roma 11:5-6 - Demikian juga pada waktu ini ada tinggal suatu sisa, menurut pilihan kasih karunia. Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia.

Kita adalah pilihan karena kasih karunia, bukan umat pilihan seperti Israel. Kita dipilih bukan karena perbuatan kita. Roma 11:25, Israel menjadi keras kepala karena menganggap Yesus hanya bagian dari sejarah. Dan kita yang percaya Yesus adalah Mesias, mendapat kasih karunia. Roma 11:26-28, tapi Tuhan tetap menyelamatkan. Tuhan yang akan bertindak, Tuhan akan taruh hukum-Nya di hati dan pikiran, Tuhan menyempurnakan di dalam kasih karunia-Nya. Roma 11:29 - Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya, Allah tidak menyerah dengan hidup kita, bahkan ingin menyempurnakan kita dalam kasih karunia-Nya. Roma 11:30, karena orang Yahudi masih menolak Yesus, kita beroleh kasih karunia untuk bisa percaya Yesus. Roma 11:31, kalau Allah begitu murah hati menyelamatkan kita, biarlah kemurahan itu juga berlaku untuk mereka. Berdoalah bagi bangsa Israel, Bilangan 24:9, ketika kita memberkati bangsa ini, kita diberkati. Roma 11:32, baik umat pilihan maupun yang terpanggil dalam kasih karunia, Allah sudah mengurung dalam ketidaktaatan supaya Allah dapat menunjukkan kasih karunia-Nya. Roma 11:33-36, Allah tidak ingin satupun binasa. Jangan menyerah dengan diri sendiri, jangan menyerah dengan orang lain yang kita sedang doakan.

Memberi Diri Masuk Dalam Rencana Allah

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 8 September 2019 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Rut 2:12, “TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung."

Ayat ini adalah pernyataan Boas untuk perempuan kafir dari Moab, yaitu Rut. Ulangan 23:3, menurut firman Allah, orang Moab tidak boleh masuk dalam jemaat Allah. Boas seorang Yahudi yang saleh, dia pun tahu seharusnya Rut tidak boleh ada di ladang Boas. Rencana Tuhan tidak pernah salah, Tuhan akan tempatkan kita di posisi dan waktu yang tepat.

Berawal dari Elimelekh yang pindah ke Moab karena ingin menghindari bencana kelaparan. Elimelekh bergaul dengan para petinggi Moab. Ia punya menantu dari keluarga terpandang, dan hidup berkelimpahan. Namun, saat Elimelekh dan kedua anaknya mati, Naomi mulai berpikir Tuhan membuat hidupnya menjadi pahit. Naomi berinisiatif pulang ke Betlehem yang artinya rumah roti. Rut 1:15-17, Rut punya sebuah sikap, tetap mengikut Naomi saat Naomi menyuruhnya pulang ke Moab. Bahkan saat dijelaskan tentang banyaknya aturan Yahudi, Rut tetap ingin beriman pada Yehova dan menerima semua konsekuensi. Rut memberikan diri untuk masuk pada perintah Yehova. Sama seperti Rut, kita ini orang kafir, tetapi kita beriman kepada Allah yang disembah Abraham, Ishak, dan Yakub, karena korban Yesus kita bahkan bisa memanggil-Nya Bapa.