Keintiman Dengan Allah = Kuasa Sebagai Anak Allah

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 4 Oktober 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Tuhan memberikan damai sejahtera-Nya. Yohanes 14:27 [FAYH] - "Aku meninggalkan kalian dengan satu anugerah—sejahtera pikiran dan hati. Sejahtera yang Aku berikan ini tidak rapuh seperti yang diberikan oleh dunia. Sebab itu, janganlah kuatir atau takut! Dalam Perjanjian Baru ditulis dengan bahasa Yunani, irene, yang artinya damai sejahtera. Tetapi Yesus meninggalkan shalom kepada murid-murid-Nya, yang artinya hubungan kita dengan Allah dipulihkan sehingga kita bisa menikmati convenant, perjanjian kita dengan Allah. Kalau Allah ada di pihak kita, siapa yang jadi lawan kita.

Selalu Menyembah Tuhan Selalu Takut Akan Tuhan

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 27 September 2020 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Berapa banyak kali kita mau hidup takut akan Tuhan, tapi akhirnya kita selalu punya konsep takut akan Tuhan yang sudah dicemari oleh dosa sehingga “takutnya” itu menjadi berbeda.

Kejadian 3:8 - Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Pada waktu hari sejuk—ini adalah istilah ketika Tuhan biasanya menjumpai Adam. Ada sebuah kedekatan, tapi dosa membuat manusia takut akan Tuhan dalam konsep yang lain. Tuhan tahu Adam sudah berdosa, sudah gagal, tapi Tuhan berinisiatif datang seperti biasanya untuk menghampiri manusia pada waktu seperti biasa. Allah tahu kondisi kita masing-masing, tapi Tuhan ingin menjalin hubungan dengan kita, Tuhan tetap menghampiri manusia.

Hidup Sebagai Anak Allah

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 13 September 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Yohanes 1:12 - Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

Kita yang telah menerima anugerah kebenaran akan hidup dan berkuasa, karena ketika kita percaya pada Yesus, kita menerima kuasa sebagai anak Allah (Roma 5:17). Kenapa kita tidak mengalami kuasa?

Berusaha Di Dalam Berkat Allah

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore 20 September 2020 - Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Yang bisa mengubah keadaan bukanlah kekuatan dan kepandaian kita. Semua itu terbatas dan dipatahkan keadaan. Belajarlah bergantung pada kemurahan Tuhan. Kita tidak berusaha untuk mendapat berkat, tetapi kita berusaha dan bekerja karena kita sudah diberkati. Saat kita kelola yang Tuhan sudah taruh, situasi boleh buruk, tetapi tinggallah dalam perkenanan Tuhan, tetap bersyukur. Sehingga kita bermental anak Raja, bertindak dan berusaha sesuai janji Allah.

Mempercayai Bahwa Yesus Sungguh Baik

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 6 September 2020 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Mengapa orang berani menghampiri tahta kasih karunia? Karena ada penebusan. Hanya Imam Besar yang dapat masuk ke ruang Mahakudus, satu tahun sekali. Ia lebih dulu menguduskan dirinya dengan menyembelih lembu, dan menguduskan seluruh umat. Yesus, bukan Imam Besar menurut peraturan manusia, karena Dia keturunan Yehuda bukan Lewi. Yesus Imam Besar yang menggunakan darah-Nya, Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri yang dapat selamatkan kita dengan sempurna. Ibrani 4:16, “Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” Menurut perhitungan hukum Taurat, kita tidak masuk. Tapi karena kita memiliki Imam Besar, kita menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran. Roma 5:17, “Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.”