Ijinkan Allah Mewujudkan Rencana-Nya Menurut Jalan-Nya

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 17 September 2017 - Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Jangan takut menjalani hidup ini, kita semua ada di bawah anugrah Allah. Namun, bukan berarti ketika di bawah anugrah Allah semuanya baik-baik saja. Allah yang melepaskan/membuat bangsa Israel keluar dari Mesir tidak dengan tangan kosong. Bagi bangsa Israel Allah sediakan laut Kolsom yang terbelah semalaman, mereka menginjak tanah kering karena ada anugrah Allah yang menopang. Bagi Firaun dan tentara Mesir yang mengejar, laut Kolsom menjadi tempat yang mencelakakan/membinasakan mereka. Di bawah anugrah Allah bawa orang Israel melewati padang gurun, ketika di bawah anugrah bukan berarti tanpa masalah. 

Ulangan 8:15-16 - [8:15] dan yang memimpin engkau melalui padang gurun yang besar dan dahsyat itu, dengan ular-ular yang ganas serta kalajengkingnya dan tanahnya yang gersang, yang tidak ada air. Dia yang membuat air keluar bagimu dari gunung batu yang keras, [8:16] dan yang di padang gurun memberi engkau makan manna, yang tidak dikenal oleh nenek moyangmu, supaya direndahkan-Nya hatimu dan dicobai-Nya engkau, hanya untuk berbuat baik kepadamu akhirnya.

Tujuan Allah Dalam Hidup Kita

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 10 September 2017 - Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Amsal 16:4 - TUHAN membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing, bahkan orang fasik dibuat-Nya untuk hari malapetaka.

Segala sesuatu yang ada di dunia ini Tuhan selalu punya tujuan. Setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kita ada tujuan di dalamnya, tapi berapa banyak kali orang tidak bisa menangkap tujuan Tuhan bagi hidupnya. Keberadaan orang fasik pun ada tujuannya. Saulus seorang penganiaya jemaat, Allah sedang mendidik/memurnikan jemaat tapi Allah juga tetap punya rencana untuk Saulus. Onesimus seorang bawahan, ia mencuri uang Filemon tuannya, ia lari dari tuannya, dan masih melakukan kejahatan-kejahatan sampai ia masuk di penjara di Roma. Ketika sampai di Roma ia satu penjara dengan rasul Paulus, rasul Paulus menulis surat Filemon supaya Filemon menerima Onesimus kembali tetapi suratan ini tertulis dalam Alkitab. Jadi Allah tetap punya tujuan termasuk orang-orang yang mungkin sedang menjahati kita. Allah pakai orang-orang di sekitar kita untuk menyempurnakan kita, jadi untuk segala sesuatu tetap ada tujuan Allah di dalamnya. Termasuk keseharian kita.

Di Bawah Kata Kunci : Anugrah!

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 3 September 2017 - Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Untuk segala sesuatu kata kuncinya adalah anugrah. Jangan terpola berdasarkan keadaan kita, pusat hidup kita adalah Yesus. Kalau kita sudah diselamatkan oleh anugrah Allah, anugrah itu akan terus berlanjut.

Efesus 2:4-6 - Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita — oleh kasih karunia kamu diselamatkan —dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga. 

Tuhan mau menghidupkan kita kembali, Ia mau kembalikan semua yang pernah hilang. Yesus adalah Imam Besar kita menurut peraturan Melkisedek. Imam Besar Melkisedek ketika ia datang pada Abraham ia menyediakan roti dan anggur. Yesus sediakan hidup-Nya/tubuh-Nya bagi kita.