Yesus Kepala Gereja Tuhan (Jemaat Sardis)

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 11 Maret 2018 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Wahyu 3:1-5 - [3:1] "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! ....

Sardis adalah nama kota dan juga nama batu permata (Wah. 4:3) yang dalam Perjanjian Lama disebut yaspis merah. Ketujuh Roh Allah --angka tujuh bicara tentang kesempurnaan-- kesempurnaan seluruh elemen Allah yang sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Hubungkan dengan Roma 8:26-27,34.

Ay. 26 ... but the Spirit itself maketh intercession for us with groanings which cannot be uttered [KJV]. Roh yang menyelidiki itu bahkan menjadi pensyafaat untuk kita dengan keluhan yang tidak bisa diucapkan. Roh yang sempurna bersyafaat bagi kita. Kata ‘intercession’ disebutkan lagi dalam ayat 27, Dia sedang bersyafaat untuk orang-orang kudus-Nya menurut kehendak Tuhan. Pembela kita adalah Yesus Kristus (ay. 34), Ia bahkan sampai menyerahkan diri-Nya mati bagi kita. Roh Kudus mengerti apa yang harus dibela dan dibereskan. Karena itu responi Firman Allah ganti meresponi masalah.

Wahyu 3:1 hubungkan dengan Galatia 5:4.

Tuhan berikan teguran kepada ketujuh bintang (pelayan) kelihatannya mereka melakukan pelayanan tapi mereka mati (ye are fallen from grace - [KJV] jatuh dari kasih karunia). Kristus tidak berdampak dalam hidup ketika mengharap kebenaran karena melakukan hukum Taurat, merasa saya dibenarkan karena melakukan kebenaran bukan karena iman kepada Yesus Kristus.

Yesus Kepala Gereja Tuhan (Jemaat Pergamus)

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 4 Maret 2018 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Wahyu 3:7a - "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, ...

Yesus adalah Kepala dari gereja Tuhan, ketika kita terhubung dengan Kepala kita tidak perlu kuatir.

Salah satu dari ketujuh jemaat yang ditulis dalam kitab Wahyu adalah Jemaat Pergamus. Kepada tujuh sidang jemaat, Tuhan punya penyataan yang berbeda. Ketika setiap jemaat dikoreksi firman Allah, biarlah kita mendengar perkataan firman Allah karena Tuhan ingin ketika ada yang rusak, Ia akan perbaiki  dan pulihkan.

Wahyu 2:12 - "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua.

Tuhan punya penyataan khusus kepada Jemaat Pergamus, hubungkan dengan Ibrani 4:12,13.

Ketika Tuhan berjalan di antara sidang jemaat, Dia adalah pedang bermata dua yang tajam, menyelidiki sampai kepada jiwa dan roh. Tidak ada yang tersembunyi di hadapan-Nya, jujur saja kepada Tuhan karena perkataan-Nya hidup dan kekal. Ketika kita berjumpa dengan perkataan-Nya kita dihidupkan; karena itu responi saja perkataan-Nya. Saat kita responi firman Allah, sama seperti Abraham ketika ia percaya kepada Tuhan (aman - bahasa Ibrani), Allah perhitungkan itu sebagai kebenaran.

Menjadi Ahli Waris Karena Iman

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 18 Februari 2018 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Strategi besar Allah adalah untuk menyelamatkan kita, Allah begitu peduli pada kita, Allah ingin membangun hubungan dengan umat-Nya. Apakah kita mau meresponi atau tidak?

Allah telah memilih Daud seorang yang berkenan di hati-Nya dan yang melakukan kehendak-Nya (Kis. 13:22); dari pihak Daud, ia selalu menempatkan Tuhan di depannya. Mazmur 16:8 - I have set the LORD always before me: because he is at my right hand, I shall not be moved. [KJV].

Mazmur 16:9. Ketika Daud tempatkan Tuhan di depannya, Daud punya pengakuan “Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak [my glory rejoiceth - KJV], bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram”. Ayat ini dikutip oleh tabib Lukas dalam Kis. 2:26 - Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak [my tongue was glad - KJV], bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram.

Mazmur 16:10,11.

Ada janji perlindungan Tuhan ketika kita menempatkan Tuhan di depan kita, Tuhan beritahukan jalan kehidupan, pusat sukacita kita adalah Tuhan, bukan karena apa yang dilihat--karena yang dilihat bisa berubah.

Gaya Hidup Pewaris Kerajaan Allah

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 25 Februari 2018 - Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Tujuan utama Allah datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia, walaupun manusia pertama telah gagal namun Allah tetap melanjutkan rencana-Nya. Rancangan Allah tentang keselamatan, Allah telah pikirkan jauh sebelum dunia dijadikan. Allah juga ingin masukkan kita menjadi ahli waris Kerajaan-Nya, kita bukan hanya sekadar umat Allah tapi anak-anak Allah, sekalipun kita--bangsa kafir--bukan keturunan Yahudi secara jasmani.

Efesus 3:4-6.

Karena berita Injil kita dimasukkan menjadi ahli waris seperti Abraham, Ishak, Yakub. Kita harus sadar bahwa kita ahli waris Kerajaan Allah, kita harus punya gaya hidup sebagai ahli waris Kerajaan Allah. Tuhan ingin men-transform kita menjadi manusia baru.

Roma 12:2 - Don’t copy the behavior and customs of this world, but let God transform you into a new person by changing the way you think. Then you will learn to know God’s will for you, which is good and pleasing and perfect. [NLT].

Jangan meng-copy perilaku dan kebiasaan-kebiasaan dunia ini, tetapi ijinkan Tuhan mengubahkan engkau menjadi pribadi yang baru melalui Dia merubah cara berpikirmu ....

Menjadi ciptaan baru bukan tentang bagaimana saya berusaha, tetapi mengijinkan Tuhan merubah cara berpikir kita, meresponi firman Allah yang kita iman. Ketika meresponi, kita sedang membuka hati untuk apa yang kita imani.

Anugrah Allah Adalah Dasar Iman Kita

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 11 Februari 2018 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Strategi besar Allah adalah untuk menyelamatkan, lebih dari itu Tuhan ingin menjalin hubungan dengan umat-Nya, kita menikmati keintiman dengan Dia.

Kisah Para Rasul 13:22 - ... Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.

Ketika dekat dengan hati Allah, punya kepercayaan yang benar maka kita akan punya kata-kata, dan tindakan yang benar. Tuhan ingin kita seirama dengan isi hati Tuhan, tapi ada umat yang punya irama berbeda.

Yeremia 23:1-7.

Kita semua adalah gembala. Tuhan pernah menegur para pemimpin, gembala--rupanya selama ini ada gembala yang menggembalakan domba-dombanya dan membuat tercerai-berai karena menggembalakan dengan otoritas yang membuat takut domba-dombanya. Ketika seseorang taat karena takut, maka ketaatannya itu hanya sementara dan tidak akan berlangsung lama.