Anugerah dan Kebenaran

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 15 April 2018 Oleh Pdt. Herman Rantung (Jakarta)

Yohanes 1:14 - Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Anugerah harus disertai hidup benar. Ada banyak anak Tuhan--gereja senang menerima anugerah tapi tidak mau hidup benar, dan konsep semacam ini terus-menerus terjadi sehingga terus-menerus jatuh dalam dosa. Anugerah dan kebenaran seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.

Tiap Lutut Bertelut

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu, 8 April 2018 - Oleh Pdt. Daniel Rahardjo (Malang)

2 Korintus 2:14-16 - [2:14] Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana. [2:15] Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa. [2:16] Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian yang mematikan dan bagi yang pertama bau kehidupan yang menghidupkan. Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?

Kita patut bersyukur kepada Allah, Allah kita adalah Allah yang menang, harusnya umat Tuhan selalu berada dalam arak-arakan kemenangan. Orang yang dalam perarakan itu semua senang karena dalam perarakan kemenangan. Raja dan tentaranya yang kembali dari perang dan membawa kemenangan, mereka disambut dalam perarakan kemenangan sebagai pahlawan.

Kita punya pahlawan yaitu Yesus, Yesus sudah minum cawan kutuk supaya kita yang di bawah kutuk bebas di dalam Tuhan. Yesus berjuang terus, di kayu salib Dia alami kemenangan yang spektakuler. Iblis takut kalau Yesus disalib, ia pakai Petrus untuk halangi pekerjaan salib. Yesus mati dan bangkit pada hari yang ketiga. Inilah kemenangan. Dialah buah sulung, kita akan alami kebangkitan, pakai kuasa kebangkitan Kristus. Ketika pahlawan masuk ke kota rakyat bersorak, ada bau harum yang luar biasa, kita ada dalam perarakan kemenangan Kristus.

Terobosan Saat Kristus Menjadi Kepala

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 25 Maret 2018 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Efesus 1:22 - Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.

Hubungkan dengan Kolose 2:19.

Ketika kita--anggota tubuh Yesus--terhubung dengan Kristus diikat oleh urat-urat dan sendi-sendi, Kepala ingin mengkoreksi, menegur ketujuh jemaat supaya mereka kembali kepada Kristus dan menerima pertumbuhan rohani. Ketika kita menghadapi permasalahan, ketakutan, selama kita terhubung dengan Kepala, Kepala akan terus berusaha menyelesaikan, tidak akan berhenti sampai semuanya tuntas (Rut 3:18).

Amsal 4:20-22.  Ada 2 pintu gerbang hidup manusia: pintu gerbang telinga, arahkan pada firman Allah (iman timbul dari pendengaran akan Kristus), jangan kepada perkataan orang. Pintu gerbang mata: apa yang kita lihat itu mempengaruhi hati kita. Pintu gerbang telinga dan mata fokuskan pada Kristus, Dia sebagai Kepala bertanggung jawab atas kita seluruh tubuhNya.

Jangan Sia-siakan Firman Allah

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 1 April 2018 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Matius 28:6 - Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.

Bangkit adalah ketika dari mati, berbaring kemudian dibangkitkan. Yesus sudah bangkit itu adalah bagian dari skenario Allah, setiap kita juga alami kebangkitan ketika mungkin ada saatnya kita diijinkan sepertinya Tuhan tutup tangan, namun Tuhan punya rencana. Sama seperti Yesus ketika Dia masuk ke jalan salib tubuh alamiahnya harus dihancurkan oleh Allah supaya kita yang percaya diselamatkan. Kemudian Yesus disalibkan dan mati. Ketika Yesus bangkit tubuh-Nya masih sama, sesudah bangkit Ia terima tubuh kemuliaan. Begitu juga dengan kita, ketika dihancurkan Roh yang membangkitkan Kristus ada dalam hidup kita akan membangkitkan kita ke level yang lebih tinggi.

Gereja Yang Merasa Benar (Jemaat Laodikia)

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 18 Maret 2018 - Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Wahyu 3:14 - "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah: ....

Pengertian firman dari Amin: Sebab Kristus adalah "ya" bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan "Amin" untuk memuliakan Allah (2 Korintus 1:20). Kata ‘Amin’ berasal dari bahasa Ibrani kata ‘Aman’, lihat Kejadian 15:6, "percayalah" Abram menggunakan kata aman. Ketika Abram percaya, janji Allah tetap tergenapi tidak peduli usia Abram telah lanjut. Ketika kita berkata "amin" kita sedang berkata: "Jadilah pada saya seperti firman-Mu, tidak peduli apapun kondisi saya.  Firman Allah terjadi atas hidup saya." Firman sanggup mengadakan dari yang tidak ada menjadi ada (Roma 4:17).

Yesus adalah Saksi yang setia dan benar: Yeremia 42:5 - The LORD be a true and faithful witness between us, .... [KJV].

Permulaan dari ciptaan Allah: Kolose 1:15. Yesus adalah yang awal dan yang akhir, Dia penguasa waktu, justru waktu ada dalam kendali-Nya.

Ketika mendengar firman Allah, ijinkan firman bercampur dengan iman, Ibrani 4:2.

Wahyu 3:15,16 hubungkan dengan Imamat 13.

Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!

Kadang kita berpikir, kalau di tengah-tengah itu baik. Tidak dingin (tidak jahat), tetapi juga tidak panas (tidak sempurna). Saya memang belum sempurna, tetapi saya tidak jahat. Imamat 13:1-11 berisi peraturan tentang kusta. Seorang yang kena kusta harus memeriksakan diri kepada imam. Dan pada ayat 12,13 terdapat aturan yang janggal.  Seorang yang kena kusta rata dari kepala sampai kaki harus dinyatakan tahir. Imamat 14 tidak pernah terjadi selama 1500 tahun hukum Taurat berlaku --imam harus mengadakan korban kalau seseorang sembuh dari kusta-- karena tidak ada satu pun orang Yahudi yang di bawah hukum Taurat yang bisa disembuhkan. Justru Naaman --orang kafir yang disembuhkan. Kusta bicara tentang dosa, kusta tidak bisa disembuhkan dengan kekuatan sendiri. Baru pada peristiwa Matius 8, pertama kali ada seorang kusta yang disembuhkan, itupun karena karya Yesus.

Penjelasan tentang kusta yang dianggap tahir di Ima 13:12,13 Yesus sampaikan  dalam perumpamaan di Lukas 18:10-14.

Orang Farisi merasa dirinya yang paling benar dan mulai membanding-bandingkan. Yesaya 64:6 berkata kesalehan kita karena perbuatan itu seperti kain cemar. Kita dibenarkan oleh darah Kristus, jangan merasa paling benar.

Ketika pemungut cukai datang kepada Tuhan, ia menyadari tidak ada yang bisa dibanggakan dari dirinya, bagai kusta dari ujung kepala sampai ujung kaki; ia sadar keberadaannya karena kasih karunia Tuhan. Kepada orang seperti ini, ay.14 mengatakan: "Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak."

Seorang yang suam-suam kuku akan dimuntahkan oleh Tuhan. Orang Farisi tidak menyadari di satu sisi ia melakukan firman Allah, tapi di sisi lain ada dosa-dosa yang tersembunyi.

Titus 2:14, ketika Allah menguduskan kita, tidak ada yang bisa kita banggakan dari diri kita. Kita dikuduskan bagi Dia.

Wahyu 3:17 hubungkan dengan Lukas 18:20-23.

Seorang muda yang merasa kaya dan tidak kekurangan apa-apa ingin menyombongkan dirinya, tapi tanpa ia sadari kekayaannya sudah menjadi allah lain. Ketika ada orang yang mulai membanggakan dirinya, Allah katakan engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang.

Wahyu 3:18 hubungkan dengan Amsal 23:23.

Perolehlah kebenaran. Kapan kita memperoleh kebenaran?

Yesaya 54:17 - ... Inilah yang menjadi bagian hamba-hamba TUHAN dan kebenaran yang mereka terima dari pada-Ku, demikianlah firman TUHAN.

Yesaya 52 dan 53 berisi tentang nubuatan kematian Kristus, korban Yesus di kayu salib sudah membayar lunas semua hutang dosa kita. Waktu kita percaya kepada korban Kristus, kita diselubungi oleh kebenaran Allah sendiri.

Wahyu 3:19-22 hubungkan dengan 1 Tesalonika 5:9.

Ketika Tuhan sampaikan firman Allah (teguran) kepada jemaat Laodikia, Tuhan tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi Ia ingin selamatkan umat-Nya.

Efesus 2:6 - And hath raised us up together, and made us sit together in heavenly places in Christ Jesus.

Waktu kita percaya kepada korban Yesus Kristus ,Tuhan membuat kita duduk bersama di heavenly places. Tuhan ingin buat kita menikmati istirahat bersama-Nya, kemana pun kita pergi Kerajaan Sorga hadir di situ.

Ulangan 28:3.

Amin.