Berusaha Di Dalam Berkat Allah

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore 20 September 2020 - Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Yang bisa mengubah keadaan bukanlah kekuatan dan kepandaian kita. Semua itu terbatas dan dipatahkan keadaan. Belajarlah bergantung pada kemurahan Tuhan. Kita tidak berusaha untuk mendapat berkat, tetapi kita berusaha dan bekerja karena kita sudah diberkati. Saat kita kelola yang Tuhan sudah taruh, situasi boleh buruk, tetapi tinggallah dalam perkenanan Tuhan, tetap bersyukur. Sehingga kita bermental anak Raja, bertindak dan berusaha sesuai janji Allah.

Hidup Sebagai Anak Allah

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 13 September 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Yohanes 1:12 - Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

Kita yang telah menerima anugerah kebenaran akan hidup dan berkuasa, karena ketika kita percaya pada Yesus, kita menerima kuasa sebagai anak Allah (Roma 5:17). Kenapa kita tidak mengalami kuasa?

Belajar Berserah Pada Tuhan dan Mengalir Dalam Pimpinan-Nya

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 30 Agustus 2020 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Yesaya 8:6 - "Oleh karena bangsa ini telah menolak air Syiloah yang mengalir lamban, dan telah tawar hati terhadap Rezin dan anak Remalya, [“Karena penduduk Yerusalem merencanakan untuk menolak air Syiloah yang mengalir dengan lamban (gambaran tentang kasih dan pemeliharaan TUHAN) dan sangat mengharapkan kedatangan Raja Rezin dan Raja Pekah putra Remalya untuk menolong mereka – FAYH].

Ini terjadi pada zaman Raja Ahas (ayah Raja Hizkia) ketika sedang menghadapi kenyataan mereka kesesakan, sayangnya dia tahu firman tetapi menganggap pertolongan Allah lamban. Air Syiloah yang dianggap mengalir lamban, air ini mengalir sampai ke kolam Siloam. Ketika Yesus sembuhkan seorang yang buta, Yesus mengaduk tangan dengan ludah-Nya dan Yesus berkata, “Basuhlah dirimu di kolam Siloam, maka engkau akan sembuh.” Tapi rupanya seringkali cara Allah itu dianggap lamban, tidak heran Raja Ahas mulai berharap pada kekuatan manusia.

Habakuk 2:3, kalau cara Tuhan sepertinya lamban, tetaplah menantikan Tuhan karena penggenapan janji Allah itu tidak bertangguh dan tidak akan menipu.

Mempercayai Bahwa Yesus Sungguh Baik

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 6 September 2020 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Mengapa orang berani menghampiri tahta kasih karunia? Karena ada penebusan. Hanya Imam Besar yang dapat masuk ke ruang Mahakudus, satu tahun sekali. Ia lebih dulu menguduskan dirinya dengan menyembelih lembu, dan menguduskan seluruh umat. Yesus, bukan Imam Besar menurut peraturan manusia, karena Dia keturunan Yehuda bukan Lewi. Yesus Imam Besar yang menggunakan darah-Nya, Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri yang dapat selamatkan kita dengan sempurna. Ibrani 4:16, “Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” Menurut perhitungan hukum Taurat, kita tidak masuk. Tapi karena kita memiliki Imam Besar, kita menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran. Roma 5:17, “Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.

Kerendahan Hati Melepaskan Perkenanan Tuhan, Tinggi Hati Melenyapkannya

Written by Lois.

Ringkasan Kotbah Minggu Pagi, 23 Agustus 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Jangan remehkan setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kita. Seringkali peristiwa kecil membawa kita pada perkenanan Tuhan. Zakharia 4:10, “Sebab siapa yang memandang hina hari peristiwa-peristiwa yang kecil, mereka akan bersukaria melihat batu pilihan di tangan Zerubabel. Yang tujuh ini adalah mata TUHAN, yang menjelajah seluruh bumi." Jangan memandang hina peristiwa kecil, karena ada batu pilihan yang Tuhan taruh. Mata Tuhan menjelajah seluruh bumi, Tuhan tahu kondisi kita. Dalam terjemahan FAYH, Zakharia 4:10, “ Janganlah memandang hina permulaan yang kecil ini karena TUHAN bersukacita melihat pekerjaan itu telah dimulai dan melihat tali unting (bandul pengukur tegak lurus) berada di tangan Zerubabel. Karena ketujuh pelita itu menggambarkan mata TUHAN yang melihat kemana-mana ke seluruh dunia.” Kadang orang memandang remeh peristiwa rutin. Kita tidak pernah tahu, peristiwa kecil seperti tali unting, yang mengawali sebuah peristiwa besar, bagaimana Tuhan memulai pekerjaan besar.