Kemuliaan Di Balik Tantangan

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Siang, 21 Juli 2024 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Yohanes 8:44. Iblis adalah bapaknya segala dusta. Iblis itu penipu sejak awal zaman. Kita punya Yeshua (Juruselamat) Hamasiah (the life giver/pemberi kehidupan). Apapun yang sudah mati, Yesus sanggup hidupkan. Bukti iblis penipu dari awal zaman: Kejadian 3:1. Iblis merasuki ular dan berkata: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" fakta yang diputarbalikkan iblis. Firman Allah katakan Kejadian 2:16-17 - Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati. Seringkali "kebenaran" yang iblis lemparkan membuat kita berpikir, misal kalau Allah itu baik kenapa ada orang cacat, kenapa keadaanmu masih seperti ini, dsb. Tujuan iblis menipu untuk membunuh dan membinasakan. Firman harus jadi iman, jangan jadi pengetahuan. Kadang kala Tuhan ijinkan ada tantangan. Allah tidak ciptakan kematian, kematian akibat manusia tidak taat. Di taman Eden ada dua pohon, pohon kehidupan dan pohon pengetahuan. Ada prioritas, prioritasnya Allah pohon kehidupan supaya kita hidup dan memiliki pikiran Kristus. Saat makan dari pohon kehidupan kita hidup dan memiliki pikiran Kristus. Karena itu percayalah firman Allah.

 

Berperang, Saat Kita Berserah

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 14 Juli 2024 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Hidup adalah pergumulan. Ayub 7:1 - "Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan? Manusia harus berperang, bergumul, selalu ada pilihan. Dalam pergumulan kita rasanya semakin hari semakin berat. Ayat 4 - Bila aku pergi tidur, maka pikirku: Bilakah aku akan bangun? Tetapi malam merentang panjang, dan aku dicekam oleh gelisah sampai dinihari. Ayub pernah mengalaminya, ayat 13-15 - Apabila aku berpikir: Tempat tidurku akan memberi aku penghiburan, dan tempat pembaringanku akan meringankan keluh kesahku, maka Engkau mengagetkan aku dengan impian dan mengejutkan aku dengan khayal, sehingga aku lebih suka dicekik dan mati dari pada menanggung kesusahanku. Kecenderungan hati/pikiran/imajinasi/alam bawah sadar, kekuatirannya menghantui sehingga sepertinya harus bertempur setiap hari. Ketika siang menghadap permasalahan, bahkan ketika malam bertempur dengan tidak bisa tidur. Ayat 16, merasa capek batin. Ayat 17,18, manusia yang bergumul, dari debu tanah, tapi Tuhan anggap mulia, Tuhan perhatikan. Setiap hari ada kasih setia-Nya yang baru. Mazmur 8:4,5, kita diingat oleh Tuhan. Mungkin saat ini kita sedang dalam pergumulan, tapi ijinkan firman memenuhi hati dan pikiran kita, imani firman. Allah bukan hanya berfirman, tapi Ia setia dengan perbuatan-Nya Mazmur 145:13. Tidak pernah rugi menjadi pribadi yang memegang firman Allah, lebih dari sekadar hukum imperatif--hukum yang mengatur, memerintah. Kalau firman tinggal dalam kita, kita imani, lebih dari sekadar kita hafalkan, maka kesetiaan Tuhan terhadap firman-Nya terjadi juga kepada pribadi yang mau berpaut dengan Dia.

 

Menghadapi pergumulan, apa yang harus kita kerjakan?

Di Bawah Kepak Sayap-Nya

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 30 Juni 2024 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Mazmur 91:4 - Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok. Bicara berlindung di bawah sayap Tuhan, konotasi orang Yahudi yaitu berlindung di bawah kaporeth (mercy seat, tutupan pendamaian). Tutupan pendamaian di atasnya ada dua kerub yang terbuat dari sebongkah emas yang ditempa. Di bawah sayap pendamaian di situ akan dipercikkan darah, sehingga di tengah-tengah-Nya Allah akan hadir. Ini dilakukan setahun sekali oleh imam besar. Musuh boleh saja sangat besar, tapi kehadiran Tuhan membuat mereka mengalami kemenangan besar, membuat mereka menikmati perkara yang besar. Ketika kita di bawah perlindungan Allah Yang Mahatinggi, Dia akan bawa kita akan mengatasi segala bangsa. Bangsa Israel bangsa yang kecil, tapi janji-Nya tidak mungkin gagal. Secara alamiah kita bukan keturunan mereka, tapi Galatia 3:7 mengatakan bagi kita yang percaya kepada korban Yesus, kita pun berhak menikmati berkat Abraham, sehingga di bawah kepak sayap-Nya kita akan berlindung.

Pemulihan Yang Tak Terbatalkan

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 7 Juli 2024 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Zefanya 2:1 - Bersemangatlah dan berkumpullah, hai bangsa yang acuh tak acuh,

 

Tuhan sampaikan firman ini di zaman Yosia, raja Yehuda yang saat menjadi raja masih berusia 8 tahun (2 Raja-raja 22,23). Nabi Zefanya hidup di zaman itu. Bangsa ini mengalami keruntuhan. Bersemangat dan kumpullah, jangan tinggalkan persekutuan. Zefanya 3:16,17. Kabar baiknya, waktu kita mau masuk dan tetap tinggal di dalam-Nya, Dia beri kemenangan. di dalam kasih-Nya yang teguh dan tidak pernah berubah, Tuhan bersemangat membaharui kita. Ayat 9, Allah kita adalah Allah yang bertindak bagi kita. Dia ingat perjanjian-Nya, perjanjian-Nya tidak pernah dibatalkan. Keluaran 2:24 - Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub. Peristiwanya bangsa Israel ada di Mesir selama 400 tahun ditindas. Mereka sudah tidak punya harapan. Mereka menjadi budak. Allah mendengar mereka mengerang sudah tidak bisa berdoa. Kata mengerang ada padanan dengan menarik nafas (Markus 7:34).

Tidak Dibutakan Kegelapan

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 23 Juni 2024 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Kegelapan itu ketika cahaya absen, maka ada kegelapan. Kegelapan dan gelap berbeda. Ada kegelapan yang tidak membutakan. Kehidupan kita bisa alami terang dan gelap. Selama bumi masih ada, terang dan gelap itu ada. Janji Tuhan, sesudah peristiwa banjir yang terjadi di zaman Nuh: Kejadian 8:22 - Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam." Berapa banyak kali kita berharap selalu terang, tidak pernah ada gelap. Kadang kita takut pada gelap. Gelap boleh ada, tapi kegelapan tidak akan membutakan kita kalau kita tahu kebenaran firman Tuhan, ada terang yang Tuhan sediakan. Siang dan malam pun diciptakan Tuhan. Sejak awal zaman Allah ijinkan ada petang, ada pagi.