Hidup Dalam Janji Tuhan

Written by Lois.

 

2.     Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 8 Desember 2024 Oleh Pdt. Andi Setiawan

Ulangan 11:10-12.

Kitab Ulangan. Penulisnya Musa, ditulis sekitar tahun 1405 SM. Kitab terakhir dari lima kitab Taurat Musa. Kitab Ulangan membahas beberapa hal, di antaranya: bangsa Israel telah menyelesaikan pengembaraan di padang gurun, bagaimana Tuhan memberi kesempatan kepada orang Israel keluar dari tanah perbudakan Mesir dan siap memasuki tanah Kanaan--tanah Perjanjian. Dalam kitab Ulangan ini terbangun angkatan yang baru. Generasi yang tidak mengenal padang gurun. Kitab Ulangan merupakan pengulangan dari kitab-kitab yang sudah ada. Mulai dari kitab Kejadian bagaimana Tuhan menciptakan sampai kepada perjalanan bangsa Israel untuk masuk ke Tanah Perjanjian. Gambaran umat Tuhan yang melewati perjalanan kehidupan. Sering kali dalam hidup kita kita berkata Tuhan, apa yang saya dapatkan ketika menjadi pengikut Kristus? Kita berjuang. Apa yang ingin kita dapatkan?

Kita Hidup Di Negeri Haleluyah

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 1 Desember 2024 - Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ketika bicara kita hidup di negeri Haleluyah bukan berarti hidup tanpa masalah. Kadangkala kita akan menghadapi gunung dan lembah. Ulangan 11:11-12 - [11:11] Tetapi negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, ialah negeri yang bergunung-gunung dan berlembah-lembah, yang mendapat air sebanyak hujan yang turun dari langit; [11:12] suatu negeri yang dipelihara oleh TUHAN, Allahmu: mata TUHAN, Allahmu, tetap mengawasinya dari awal sampai akhir tahun. Kadangkala kita mulai berpikir Tuhan faktanya saya ikut Tuhan kenapa saya harus menghadapi gunung yang tinggi, lembah yang dalam, tanah--tanggung jawab, pekerjaan, usaha, profesi dimana Tuhan tempatkan--yang saya harus olah sepertinya bukan tanah yang subur. Kalau mengharapkan hujan atau tidak, kita perlu menengadah ke langit. Tuhan ingin kita menengadah. Mungkin tanahnya seperti tanah kering, berbatu-batu. Kerjakan saja dengan tetap menengadah ke langit.

Get Connected

Written by Lois.

Ringkasan khotbah Minggu siang, 17 November 2024 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ketika Tuhan berjanji, Dia mewajibkan diri-Nya untuk menggenapi janji-Nya. Tetapi adakah kita terhubung dengan diri-Nya? Zakharia 9:11-12 - [9:11] Mengenai engkau, oleh karena darah perjanjian-Ku dengan engkau, Aku akan melepaskan orang-orang tahananmu dari lobang yang tidak berair. [9:12] Kembalilah ke kota bentengmu, hai orang tahanan yang penuh harapan! Pada hari ini juga Aku memberitahukan: Aku akan memberi ganti kepadamu dua kali lipat! LAI memberikan judul Israel dipulihkan kembali. Walaupun mereka sempat jadi tawanan, tapi Tuhan berjanji akan pulihkan kembali. Janji-Nya tetap akan digenapi. Ketika Tuhan berjanji, Tuhan sahkan, meteraikan dengan darah-Nya. Harusnya kita yang bayar darahnya. Mungkin kita masuk dalam sumur kosong tanpa harapan, tapi Tuhan akan bebaskan. Tuhan akan ganti dua kali lipat.

Allah Sumber Pengharapan

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Siang, 24 November 2024 Oleh Pdp. Santy Lamba

Ulangan 11:13-14 - [11:13] Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, [11:14] maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu,

”maka Ia akan (= belum terjadi--harapan) memberikan.... Sebuah harapan yang besar pada Tuhan bahwa Allah sanggup memberikan hujan berkat-Nya. Efesus 3:20 - Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Allah ada di setiap musim hidup kita. Sumber harapan kita yang sejati Tuhan saja. Seseorang yang memiliki pengharapan tentu hidup akan tenang. Orang yang tidak memiliki pengharapan = putus asa. Harapan adalah kebutuhan manusia yang mendasar. Ada yang menaruh harapan pada harta, jabatan, penguasa, anak, tapi semuanya fana hanya sementara, bisa hilang. Taruh harapan kita hanya pada Tuhan, Yeremia 17:7 - Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

Hari-hari ini banyak orang yang mulai kehilangan harapan. Faktor-faktor dari dalam karena:

Semua Diawali Oleh Tuhan

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 10 November 2024 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Tetaplah menari, beradaptasilah dengan segala keadaan karena engkau tidak pernah tahu akhir tarianmu. Yusuf ketika dia ada di kemah ayahnya, dia bersukacita, menari sebagai anak yang paling disayang. Tetapi, di dalam keseharian dia tetap “menari”, menikmati ikut menggembalakan domba bersama kakak-kakaknya. Dia tidak malas. Dia tetap “menari” ketika disuruh ayahnya untuk mengantarkan bekal untuk kakak-kakaknya dengan memakai jubah maha indah. Dia tahu itu mungkin bisa jadi masalah bagi kakak-kakaknya. Benar saja, jubahnya kemudian dirobek, dia dimasukkan ke dalam sumur tua. Dia tidak marah, tidak menggugat tentang Allah Yang Mahakuasa, dia tetap “menari” dalam pimpinan Tuhan. Karena memang dia terima pewahyuan dari Tuhan bahwa dia akan jadi pemimpin dan bukan menjadi ekor. Yusuf kemudian dijual jadi budak....