Hidup Dengan Percaya

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 16 Maret 2025 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Tuhan ingin kita hidup dengan percaya di dalam janji Allah. Lukas 18:8 - Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?" Kalau Yesus datang kali kedua, masihkah Tuhan bisa melihat ada iman di setiap kita orang beriman? Ayat 1, berdoalah dengan tidak jemu. Rencana Tuhan pasti berhasil dan tidak bisa gagal. Tapi rupanya tidak semua orang menikmati rencana Tuhan itu berhasil. Dari 12 pengintai, rencana Tuhan berhasil hanya kepada 2 orang pengintai--Yosua dan Kaleb. Mayoritas bisa melihat tanah yang Tuhan janjikan luar biasa, tapi mereka melihat fakta, ada tantangan yang besar dan mereka tawar hati. Jangan kecut dan tawar hati, karena di balik tantangan ada kemenangan besar Dia sudah janjikan. Kemenangan yang besar itu sebuah kepastian karena Yesus sudah pernah mati dan bangkit dari kematian. Dia sediakan kemenangan itu buat kita.

Mempercayai Kasih-Nya

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 9 Maret 2025 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Kesetiaan Tuhan yang menyertai kita adalah kesetiaan yang memulihkan. Membawa kembali umat-Nya masuk dalam rencana Allah. Yunus ada di perut ikan tiga hari tiga malam karena ketidaktaatannya, tapi kesetiaan Tuhan menjaganya. Ketika Yesus diminta tanda orang Farisi bahwa Dia Juruselamat, Yesus berkata tidak ada tanda lain selain tanda nabi Yunus. Gambaran tiga hari tiga malam Anak Manusia--Yesus akan ada di perut bumi. Ini bukti kesetiaan Tuhan. Titik kegagalan manusia justru dipakai Tuhan menjadi satu titik sebuah terobosan, memberi kesempatan baru.

Percaya Pada Rancangan Allah

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 23 Februari 2025 Oleh Pdp. Santy Lamba

Yesaya 45:18-19 - [45:18] Sebab beginilah firman TUHAN, yang menciptakan langit, -- Dialah Allah -- yang membentuk bumi dan menjadikannya dan yang menegakkannya, -- dan Ia menciptakannya bukan supaya kosong, tetapi Ia membentuknya untuk didiami --: "Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain. [45:19] Tidak pernah Aku berkata dengan sembunyi atau di tempat bumi yang gelap. Tidak pernah Aku menyuruh keturunan Yakub untuk mencari Aku dengan sia-sia! Aku, TUHAN, selalu berkata benar, selalu memberitakan apa yang lurus."

Berbicara tentang rancangan Allah yang sempurna dan utuh, manusia sebagai ciptaan tidak bisa secara tuntas memahaminya. Tapi kita bisa memahami di dalam kebenaran Firman-Nya. Dari awal sampai akhir rancangan Allah itu utuh, sempurna. Kita selalu melihat rancangan Allah dalam hidup kita hanya bagian per bagian, sehingga kadang-kadang kita berkata inikah rancangan Tuhan?

Ketidak-percayaan, Membatasi Kuasa Tuhan

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 2 Maret 2025 - Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Kita sedang dalam pergerakan waktu yang cepat. Tuhan sedang buat percepatan. Jangan mabuk dengan kemajuan teknologi karena FOMO, dengan segala keadaan yang ada. Tetap sadar dan berjaga. Fokus pada Tuhan. Rencana Tuhan pasti berhasil dan tidak bisa gagal, walaupun coba digagalkan. Lukas 10:18 - Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. Peristiwa iblis jatuh seperti kilat terjadi antara Kejadian 1 ayat 1 dan ayat 2.  Allah ciptakan langit dan bumi sempurna. Rencana Allah itu utuh, sempurna. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita bukan karena Allah belum menyelesaikan pekerjaannya....

Aman Dalam Kasih-Nya

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 16 Februari 2025 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Di atas semua yang kita butuhkan di dunia, kita tetap membutuhkan kasih Allah. Ketika terfokus pada semua yang kita butuhkan, kita bisa kecewa. Kasih adalah rancangan Allah yang sempurna, bahkan sudah ada sebelum dunia dijadikan. Kasih Allah kekal, sudah ada dari kekal sampai kekal. Semua yang ada di dunia akan berakhir, orang yang tetap dan meresponi kasih Allah di dalam Yesus Kristus, ia dipelihara sampai kekekalan di sorga.

Efesus 2:13, 17-20 - [2:13] Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus. [2:17] Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat", [2:18] karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. [2:19] Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, [2:20] yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Konteksnya....