on on Hits: 629

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 3 Juni 2018 - Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Hagai 2:6-9.

Tuhan akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat, dan bangsa-bangsa, namun Tuhan buat perbedaan bagi orang yang melekat pada Yesus--pokok anggur yang benar, Tuhan ingin kembalikan kemuliaan-Nya atas rumah Tuhan (gereja/hidup kita). Kadang kita disusahkan karena kita orang Kristen/pengikut Kristus (Ul. 28:10), tetaplah tinggal dalam Tuhan.

Iblis paling senang mendakwa kita (Wah. 12:10), sehingga orang percaya lebih fokus pada kondisinya dan tidak memperkatakan firman Allah. Tuhan memberi kita kuasa, patahkan siasat iblis dengan menaklukkan pikiran ini kepada ketaatan Kristus (2 Kor. 10:5 - ... and bringing into captivity every thought to the obedience of Christ - KJV).

Wahyu 12:11, patahkan dakwaan iblis dengan darah Anak Domba Allah dan kesaksian kita. Iblis seringkali mendakwa kita dengan hukum Taurat, kalau kita perhadapkan diri kita pada hukum Taurat, tidak ada yang sempurna, tapi Yesus telah genapi di kayu salib semua tuntutan hukum Taurat yang seharusnya kita bayar. Kolose 2:14 - Blotting out the handwriting of ordinances [hukum tulisan tangan/hukum Taurat] that was against us, ....

on on Hits: 435

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 27 Mei 2018 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Mazmur 91:1-5.

Ketika Daud beserta enam ratus orang dan keluarganya yang mengikutinya sedang bersembunyi di padang gurun Maon, raja Saul dan ribuan pasukannya di sisi lain padang gurun sedang mengejar akan menangkapnya. Daud alami Allah melepaskannya dari raja Saul karena ia menjadikan Allah Yang Mahatinggi (El Elyon) sebagai tempat perlindungannya dan Allah Yang Mahakuasa (El Shadai - di dalam kemahakuasaan-Nya Dia suplai lengkap semua yang kita butuhkan) sebagai tempat perteduhannya. Daud alami Tuhan yang meluputkan dari teror (usaha untuk menakut-nakuti) (ay. 5). Ketika Daud dan raja Saul hampir bertemu di padang gurun Maon, ada peristiwa di ibukota sehingga raja Saul dan pasukannya harus kembali ke ibukota. Tuhan bisa sediakan “kebetulan-kebetulan” dalam hidup kita kalau kita menjadikan Tuhan tempat perteduhan dan tetap mengandalkan Tuhan.

on on Hits: 8052

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 20 Mei 2018 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Zakharia 4:6 - Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.

Pentakosta yang pertama terjadi 50 hari setelah umat Allah keluar dari Mesir menuju ke Tanah Perjanjian, sayangnya tejadi kematian karena memberontak pada Tuhan. Musa naik ke gunung Sinai menerima dua loh batu yang berisi 10 hukum Taurat, kenyataannya ketika ia turun, perintah pertama sudah dilanggar, Musa temukan umat Allah menyembah patung anak lembu emas. Keluaran 32:28. Tiga ribu orang tewas karena tidak sanggup lakukan firman Allah. Allah mau memberitahu kita tidak bisa hidup tanpa kasih karunia, kalau kita mau mencapai standar kekudusan Allah dengan usaha daging selalu akan berakhir kepada perkara-perkara dosa, kepada pemujaan diri sendiri (Gal. 5:19 - Now the works of the flesh are manifest .... KJV).

Kisah Para Rasul 2:1 - And when the day of Pentecost was fully come, they were all with one accord in one place.

Ketika peristiwa Pentakosta pertama 3.000 orang tewas (mengandalkan kekuatan sendiri, kekuatan sendiri terbatas). Dalam Perjanjian Baru ketika hari Pentakosta sejati datang, Roh Kudus turun dan memenuhi orang-orang yang berkumpul di loteng Yerusalem--termasuk Petrus yang telah menyangkal dan mengutuk tidak pernah mengenal Yesus. Petrus pribadinya masih sama tapi sekarang menjadi pribadi yang diurapi oleh Roh Kudus (Kis. 2:14)-- saat itu 3.000 orang memberi diri untuk dibaptiskan (Kis. 2:41). Kuasa Pantekosta mengubahkan hidup kita kalau kita mengijinkan Roh Kudus menjadi yang terutama dalam hidup kita.

on on Hits: 448

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 13 Mei 2018 - Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ketika kita fokus pada Kristus, Tuhan ingin kita satu bahasa dengan Kristus.

Kejadian 22:13. Ketika Abraham mempersembahkan Ishak, Allah sediakan domba jantan pengganti yang tanduknya tersangkut belukar. Abraham bisa melihat dengan iman, domba ini adalah Yesus--Anak Domba sejati.

Yohanes 8:56. Abraham bersukacita melihat Tuhan, padahal Abraham dan Yesus beda jauh eksistensinya di muka bumi, tapi Abraham sudah melihat korban Yesus karena Abraham satu bahasa dengan Tuhan. Sayangnya keturunan Abraham tidak satu bahasa dengan Tuhan sehingga apapun yang Yesus sampaikan mereka tidak mengerti. Yohanes 8:39-47. Mereka berusaha membunuh kasih karunia yang adalah Yesus sendiri.

Kejadian 3:9,10. Sejak pertama diciptakan, manusia satu bahasa dengan Tuhan sehingga mereka selalu bergaul dengan Allah, tapi karena dosa Adam menjadi takut dan bersembunyi ketika mendengar suara Allah.

Ketika Allah pulihkan gereja-Nya, yang Allah pulihkan pertama kali adalah lidah supaya satu bahasa dengan Allah. Kisah Para Rasul 2:1-4. Ketika kita sedang berkata-kata dalam bahasa roh, kita sedang membangun diri sendiri (1 Kor. 14:4); yang membatasi orang sulit mengalami kepenuhan Roh Kudus adalah akal budinya ikut (1 Kor. 14:14).

on on Hits: 918

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 6 Mei 2018 - Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Yesaya 22:22 - Aku akan menaruh kunci rumah Daud ke atas bahunya: apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.

Kata kunci terakhir hidup kita adalah kata-kata Yesus sendiri. Dia adalah Alfa dan Omega (Wah. 1:8); ketika Yesus menyatakan ini dalam bahasa Ibrani: Aku adalah Alef dan Taw. Alef huruf Ibrani digambarkan seperti seekor lembu jantan (binatang korban), sedangkan Taw lambangnya salib; jadi Yesus adalah korban yang sudah tersalib, bicara tentang penebusan. Kita tidak bisa merubah masa lalu tapi Yesus sudah menebus hidup kita.

Ulangan 31:17,18. Umat pilihan Allah pernah gagal taat kepada Tuhan. Saat mereka berpaling pada allah lain, Tuhan memalingkan wajah-Nya terhadap mereka, mereka ditinggalkan Tuhan.

Hosea 1:2,9. periode ini adalah saat mereka tidak lagi dianggap anak oleh Tuhan, Tuhan benar-benar berpaling sehingga bangsa ini tercerai berai.

Dalam kitab Ester tidak menyebutkan satupun nama Tuhan di dalamnya, seakan Tuhan “menyembunyikan” wajah-Nya sehingga mereka alami petaka. Namun kita punya Tuhan yang setia, kasih setia Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka, Tuhan tetap ada di balik layar.

Pesan Gembala

Ps. Andrew M. Assa

PESAN GEMBALA 2026

Di akhir 2025 artinya seperempat dari abad 21 telah kita lampui. Ada kemajuan teknologi yang kita bisa saksikan dan alami yang membuat kita kewalahan mengikutinya tetapi di sisi lain begitu tergantung kepadanya. Selain itu, tetap saja ada keterbatasan dari semua kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk bisa menjaga keamanan dan keselamatan manusia. Hidup dan mati tiap manusia tidak bisa diprediksi dengan seberapa akrabnya dia dengan teknologi keselamatan itu.

Di awal tahun 2025 Kecerdasan buatan (Artificial Intelegence) terus mengalami perkembangan pesat. Pada Januari 2025, beberapa perusahaan teknologi besar meluncurkan model AI terbaru yang lebih canggih dan efisien. DeepSeek AI, OpenAI, dan Google DeepMind bersaing dalam menghadirkan model bahasa yang lebih kuat dengan kemampuan multimoda. Sementara itu, penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari semakin meluas, mulai dari otomatisasi pekerjaan hingga integrasi dalam perangkat pintar rumah tangga. Tidak heran bahkan sampai anak-anak kecil sangat mahir sekali menggunakan Gemini di telepon selular untuk mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) mereka, daripada bersusah payah mencari literatur.

Pada tanggal 21 April 2025, pemimpin umat Katolik Paus Fransiskus meninggal di Vatikan. Dan bulan Mei 2025, Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat, terpilih menggantikan Paus Fransiskus yang wafat bulan sebelumnya, dikenal sebagai Paus Leo XIV sebagai pemimpin baru Gereja Katolik.

Pada 25-28 Agustus, di Indonesia terjadi demonstrasi besar buruh dan mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR menuntut pembubaran DPR, penolakan kenaikan gaji anggota DPR, dan kebijakan perburuhan lebih baik, yang berujung ricuh dan korban tewasnya pengemudi ojek online. 

Di penghujung November 2025, bencana banjir dan tanah longsor melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Senin (22/12/2025) pukul 08.00 WIB, bencana ini telah mengakibatkan 1.090 orang meninggal, 186 orang hilang, dan sekitar 7 ribu orang terluka.

Semua peristiwa terjadi silih berganti, belum lagi kalau berbicara kecelakaan moda transportasi. Tanggal 29 Januari 2025 terjadi tabrakan antara pesawat komersil American Eagle 5342 yang hendak mendarat di Bandara Ronald Reagen, Washington. Tragisnya, bertabrakan justru dengan helikopter Sikorsky UH-60 Black Hawk milik Angkatan Darat AS, dan terjadi di ibukota negara maju yang notabene begitu canggih sistem radar dan teknologi keamanan penerbangannya. Dalam kecelakaan tersebut seluruh awak dan penumpang kedua pesawat itu menjadi korban.

Belum lagi, 12 Juni 2025 terjadi kecelakaan pesawat Air India, Penerbangan 171 yang baru saja mengudara (setelah 30 detik lepas landas). Pesawat kemudian kehilangan daya angkat dan jatuh di blok Asrama B.J. Medical College, Amhmedabad. Ironisnya, pesawat tersebut terbilang pesawat baru Boeing 787-8 yang tidak pernah punya riwayat insiden kecelakaan yang besar. Menewaskan setidaknya 269 orang, 241 orang di dalam pesawat dan 28 orang di darat.

Belum lagi moda transportasi darat: kecelakaan di jalan, baik tunggal ataupun karambol, tabrak belakang. Dan beberapa hari menjelang Natal kecelakaan bus terjadi 22 Desember 2025, di Simpang Tol Krapyak Semarang yang memakan korban 16 jiwa. Justru terjadi sesudah pintu tol Kalikangkung dan setelah pergantian kru bus.

Peristiwa demi peristiwa terjadi di sekitar kita dan menbuat kita kewalahan untuk mencerna dan memahaminya, tidak ada tempat yang aman di dunia ini. Tidak ada satu moda transportasi yang kebal terhadap musibah dan celaka dan kita harus menggunakannya dalam keseharian. Tapi kabar baiknya, ada ajakan dari Juruselamat (Yesus) kepada kita Matius 11:28,29 Datanglah kepada-Ku kamu semua yang lelah, dan merasakan beratnya beban; Aku akan menyegarkan kamu. Ikutlah perintah-Ku dan belajarlah daripada-Ku. Sebab Aku ini lemah lembut dan rendah hati, maka kamu akan merasa segar. (BIMK) Dalam terjemahan bahasa Inggris CEV …I will give you rest. …and you will find rest. Tuhan akan memberi kita istirahat, kita akan menemukan tempat istirahat. Tawaran ini bukan bicara tentang besok di dalam kekekalan, tetapi justru ketika kita masih di dunia dan masih harus bekerja dan beraktivitas.

Bagi kita jemaat COTW tahun 2025 menjadi Tahun Kairos (Tahun Kebetulan Ilahi) bagi kita. Kebetulan Ilahi bukan hanya terbatas tentang berkat yang kita bisa lihat dan ukur, tetapi sebetulnya ada banyak Kebetulan Ilahi yang kita alami. Tuhan luputkan dari yang jahat atau celaka, Tuhan beri kesehatan dan kesempatan baru. Tuhan beri hikmat untuk ambil keputusan sehingga terhindar dari kebuntungan. Ataupun Tuhan ijinkan kita lewati lembah air mata, untuk kita melihat bahwa manusia hidup juga dari setiap Firman yang kita imani dan alami. Tuhan menyertai lewat semua peristiwa besar dan kecil, dan mendatangkan keberuntungan/keselamatan buat kita.

Memasuki tahun 2026, kita tetap dan justru membutuhkan penyertaan Tuhan, dan Dia janjikan memberi kita Pengurapan Baru (Fresh Annointing). Urapan itu bagai pelumas yang melumasi mesin agar tetap berjalan dengan lancar dan halus. Pelumas itu juga menjaga mesin dalam suhu optimal, sehingga tidak terlalu panas. Pelumas juga menjaga agar gesekan yang ada tidak melukai tiap bagian. Tetapi lebih dari itu, kita perlu mengenal bahwa Urapan Baru itu keluar dari Satu Pribadi Allah sendiri, Roh Kudus. Biarlah seluruh jemaat makin mengenali Pribadi itu secara personal, mengalami Roh Kudus bukan hanya sebagai bagian dari liturgi ibadah di gereja yang formal.   

Mengenal Roh Kudus lewat tiap sisi kehidupan kita yang dijamah dan diurapi oleh-Nya. Kita butuh sukacita, kita butuh ketulusan hati, kita butuh hikmat, kita butuh pimpinan dan pengajaran, namun kita juga butuh kelegaan, damai sejahtera dan keintiman. Kita butuh iman dan penyingkapan rahasia Ilahi dalam hidup ini. Mazmur 92:11 Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku dituangi dengan minyak baru; Marilah kita alami Tuhan Yesus Kristus lewati tahun 2026, dalam Pengurapan Baru (Fresh Annointing). 

Rhema Hari Ini

Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

Ulangan 8:17-18

Kekuatan untuk tetap bertahan dalam iman. Kemampuan untuk menikmati kelimpahan. Bahkan ketaatan untuk hidup saleh, semuanya hanya karena Anugrah TUHAN.