on on Hits: 347

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 9 Desember 2018 Oleh Pdp. Rawuh Widodo

1 Petrus 2:11-12 - "Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa. Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka."

Gaya hidup yang baik harus dimiliki orang percaya seperti nasihat Petrus bagi orang-orang percaya di perantauan (dunia) karena kewarganegaraan kita adalah warga negara sorga. Di zaman kekaisaran Roma, orang percaya tidak memiliki hidup yang menyenangkan, karena dianggap pemberontak kaisar. Tetapi rasul Petrus menasehatkan harus tetap memiliki cara hidup yang baik. Salah satu cara memberkati bangsa-bangsa adalah kita menjadi terang. Kebaikan hati adalah ciri orang percaya (Filipi 4:5), menjadi tanda yang bisa dilihat oleh orang lain.

on on Hits: 339

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 2 Desember 2018 - Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Daniel 12:3 - “Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.”

Berapa banyak kali kita merasa tertuduh, kita bukan orang bijaksana; karena korban Yesus kita dipulihkan utuh lagi (sozo). Kita ditebus oleh darah Anak Domba, korban Yesus tidak hanya menutupi dosa tapi menebus dosa kita. Yesaya 11:1-2, di dalam Yesus ada sesuatu yang lengkap. Ketika kita terima Yesus, ada Roh hikmat atas kita, seperti Yusuf. Yusuf setia dalam rutinitas keseharian, ia bisa  menjadi pengelola yang baik di kemah Yakub ayahnya. Sebagai budak di rumah Potifar, tangan Tuhan ada atasnya sehingga Tuhan buat berhasil apapun yang dikerjakannya, bahkan seluruh harta diserahkan padanya untuk dikelola. Ia difitnah oleh istri Potifar tapi pembelaan berasal dari Tuhan. Yusuf menjadi pemimpin di negeri orang asing karena tangan Tuhan menyertai, ada favour dan wisdom atasnya. Apa yang mustahil bagi manusia, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Ketika kita diberkati, Allah ingin kita menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. 

on on Hits: 300

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 25 November 2018 - Oleh Pdt. Frans Z. Assa

Kejadian 3:21-24 –... [3:24] Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

Rasul Paulus didorong oleh Roh Allah untuk menulis dalam surat Roma maupun 1 Korintus 10 bahwa semua yang sudah terjadi di masa lampau itu menjadi pelajaran bagi kita yang ada di akhir zaman. Adam dan Hawa tidak terhitung secara kronos, mereka aman, senang, menikmati yang ada di taman Eden. Karena satu pelanggaran yang fatal, mereka berdua diusir dari taman Eden. Matius 26:37-39. Empat ribu tahun kemudian, di taman Getsemani, Yesus berseru, "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." (ay. 39); karena Yesus melihat  manusia yang tak berpengharapan memikul dosa sedang menuju ke penghukuman.

 

Hampir bersamaan dengan peristiwa ini menjelang kematian-Nya di kayu salib, Yesus ucapkan, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6). Saat itu Yesus terbayang penderitaan yang akan dialami, namun Ia taat lakukan rancangan Bapa, sekalipun Ia Anak. Yesus harus memberi dan membuka jalan bagi manusia, supaya manusia bisa kembali kepada Bapa. Kejadian 3:24, Ia masuk ke pintu yang sudah tertutup, di sana Ia disambar oleh dua kerubium, Yesus mati di Golgota. Ia telah buka jalan bagi kita.

Yesus bukan hanya jalan, tapi Ia adalah kebenaran. Kebenaran artinya sesuatu yang tidak bisa dibantah lagi dengan hukum apapun. Yesus ingin membenarkan kita supaya tidak diragukan lagi. Matius 27:27-31. Orang-orang menganyam mahkota duri dan mengenakan dengan paksa pada kepala Yesus, mereka mengolok dan menganiaya Dia. Itulah saat siapa yang percaya kepada-Nya alami pembenaran karena iman.

Yesus adalah hidup. Yohanes 19:17. Saat Yesus memikul salib ke Golgota, wajah-Nya tidak berbentuk wajah manusia lagi (Yesaya 52). Kolose 1:22. Melalui penderitaan tubuh jasmani Yesus sampai mati, kita diperdamaikan untuk menempatkan kita kudus, tidak bercela dan tidak bercacat yang Roma 5 mengatakan oleh iman kepada Yesus, kita dibenarkan dan kita hidup. Yesus selesaikan tugas: Dia jalan, Dia kebenaran, dan Dia hidup; lengkap! Dia sudah siapkan bagi kita.

Kenapa Yesus harus lalui semua ini? Sekalipun Dia harus menderita kehilangan nyawa-Nya, Dia lakukan karena Ia tidak mungkin menyangkal nama-Nya (2 Timotius 2:13). Nama-Nya: Yesus Juruselamat; juru artinya ahli, ahli untuk menyelamatkan. Ia selamatkan jiwa kita, rohani kita, perjalanan hidup, pergumulan, bisnis kita. Kenapa Yesus tidak menolak menderita sekalipun, rela tidak menyangkal nama-Nya?

Yesus pernah mengajar: kalau kamu berdoa (membangun hubungan dengan Tuhan) katakan datanglah kerajaan-Mu sebagaimana di sorga demikian di tempat ini. Prinsip ilahi: Kerajaan sorga tidak kacau, di sorga semua tersedia, tertata rapi, demikian dengan rumah, pekerjaan, pendidikan, keuangan saya. Yesaya 55:10,11. Yesaya menyandingkan hukum alam dengan hukum ilahi kalau hujan, air tidak akan kembali tapi membuat tanah subur dan tanaman menghasilkan buah, demikianlah firman yang keluar dari mulut Tuhan, ia tidak akan kembali dengan sia-sia tetapi akan melaksanakan apa yang Tuhan inginkan, akan berhasil dalam apa yang Tuhan suruhkan.

Tuhan punya rancangan atas setiap kita supaya kita alami, nikmati damai sejahtera. Imani firman yang disampaikan. Mazmur 107:20. Disuruhkannya firman-Nya dan disembuhkannya (rapha = to repair, direparasi, diperbaiki; to care = dirawat, diobati; be make whole = dijadikan utuh lagi). Yesaya 66:12,13 ketika Dia rawat kita, Tuhan tidak segan mengatakan Aku bagaikan ibu; kita dijadikan utuh.

Ketika Kerajaan Yehuda sedang kacau karena raja Ahas menyembah Baal dan dewa-dewa sehingga rakyat kacau dan menderita, Tuhan suruh kepada Yesaya untuk sampaikan Yesaya 55:1 - Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran! Haus bukan hanya bicara soal air, saat kita punya kebutuhan, kita ingin diobati oleh Tuhan, datanglah kepada Tuhan.

 

Amin.

on on Hits: 339

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 18 November 2018 - Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Wahyu 3:8 - Aku tahu segala pekerjaanmu; lihatlah. Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti nama-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.

Ada banyak orang tahu tentang nama Yesus dan kuasa-Nya, tapi tidak mengakui (tidak setuju dengan firman-Nya).

Beberapa kisah yang Yesus kerjakan dalam pelayanan-Nya ketika Yesus menjadi pernyataan “engkau mengaku nama-Ku” : 

1. Matius 12:9-14, di dalam kelompok orang yang beribadah, ada seseorang yang benar-benar pasrah karena sakit, tangannya mati sebelah. Tapi rupanya di rumah ibadat itu ketika Yesus hadir ada yang memanfaatkan sakitnya orang itu untuk menyelidiki dan menghakimi Yesus. Yesus mengatakan boleh berbuat baik pada hari Sabat karena manusia lebih dari domba. Dan orang yang sakit itu disembuhkan karena dia menyerahkan hidupnya pada Yesus.

on on Hits: 380

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 11 November 2018 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Yohanes 7:37,38.

Ketika kita berjumpa dengan Yesus, nikmati Dia sebagai air kehidupan dan roti kehidupan, kita tidak hanya dipuaskan, tapi dalam hidup kita keluar sungai-sungai yang memberi kehidupan (... out of his belly shall flow rivers of living water - ay. 38 KJV), hidup kita menjadi berkat.

Yesus adalah Yehova Shammah, bila dua orang atau lebih bersekutu dalam nama-Nya, Tuhan hadir. Bersandar hanya pada Yesus saja, kalau kita bersandar pada dunia, dunia ini berubah. Di dalam dunia tidak ada yang benar-benar bisa diandalkan. Dia ada di tengah-tengah kita dan Dia selalu ingin memberkati. Dia ada di kanan samping Allah Bapa guna kepentingan kita, apalagi ketika Ia hadir di tengah kita. Permasalahan ketika kita beribadah ada yang diberkati dan ada yang tidak diberkati, yang satu dibenarkan yang satu tidak.

Pesan Gembala

Ps. Andrew M. Assa

PESAN GEMBALA 2026

Di akhir 2025 artinya seperempat dari abad 21 telah kita lampui. Ada kemajuan teknologi yang kita bisa saksikan dan alami yang membuat kita kewalahan mengikutinya tetapi di sisi lain begitu tergantung kepadanya. Selain itu, tetap saja ada keterbatasan dari semua kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk bisa menjaga keamanan dan keselamatan manusia. Hidup dan mati tiap manusia tidak bisa diprediksi dengan seberapa akrabnya dia dengan teknologi keselamatan itu.

Di awal tahun 2025 Kecerdasan buatan (Artificial Intelegence) terus mengalami perkembangan pesat. Pada Januari 2025, beberapa perusahaan teknologi besar meluncurkan model AI terbaru yang lebih canggih dan efisien. DeepSeek AI, OpenAI, dan Google DeepMind bersaing dalam menghadirkan model bahasa yang lebih kuat dengan kemampuan multimoda. Sementara itu, penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari semakin meluas, mulai dari otomatisasi pekerjaan hingga integrasi dalam perangkat pintar rumah tangga. Tidak heran bahkan sampai anak-anak kecil sangat mahir sekali menggunakan Gemini di telepon selular untuk mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) mereka, daripada bersusah payah mencari literatur.

Pada tanggal 21 April 2025, pemimpin umat Katolik Paus Fransiskus meninggal di Vatikan. Dan bulan Mei 2025, Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat, terpilih menggantikan Paus Fransiskus yang wafat bulan sebelumnya, dikenal sebagai Paus Leo XIV sebagai pemimpin baru Gereja Katolik.

Pada 25-28 Agustus, di Indonesia terjadi demonstrasi besar buruh dan mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR menuntut pembubaran DPR, penolakan kenaikan gaji anggota DPR, dan kebijakan perburuhan lebih baik, yang berujung ricuh dan korban tewasnya pengemudi ojek online. 

Di penghujung November 2025, bencana banjir dan tanah longsor melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Senin (22/12/2025) pukul 08.00 WIB, bencana ini telah mengakibatkan 1.090 orang meninggal, 186 orang hilang, dan sekitar 7 ribu orang terluka.

Semua peristiwa terjadi silih berganti, belum lagi kalau berbicara kecelakaan moda transportasi. Tanggal 29 Januari 2025 terjadi tabrakan antara pesawat komersil American Eagle 5342 yang hendak mendarat di Bandara Ronald Reagen, Washington. Tragisnya, bertabrakan justru dengan helikopter Sikorsky UH-60 Black Hawk milik Angkatan Darat AS, dan terjadi di ibukota negara maju yang notabene begitu canggih sistem radar dan teknologi keamanan penerbangannya. Dalam kecelakaan tersebut seluruh awak dan penumpang kedua pesawat itu menjadi korban.

Belum lagi, 12 Juni 2025 terjadi kecelakaan pesawat Air India, Penerbangan 171 yang baru saja mengudara (setelah 30 detik lepas landas). Pesawat kemudian kehilangan daya angkat dan jatuh di blok Asrama B.J. Medical College, Amhmedabad. Ironisnya, pesawat tersebut terbilang pesawat baru Boeing 787-8 yang tidak pernah punya riwayat insiden kecelakaan yang besar. Menewaskan setidaknya 269 orang, 241 orang di dalam pesawat dan 28 orang di darat.

Belum lagi moda transportasi darat: kecelakaan di jalan, baik tunggal ataupun karambol, tabrak belakang. Dan beberapa hari menjelang Natal kecelakaan bus terjadi 22 Desember 2025, di Simpang Tol Krapyak Semarang yang memakan korban 16 jiwa. Justru terjadi sesudah pintu tol Kalikangkung dan setelah pergantian kru bus.

Peristiwa demi peristiwa terjadi di sekitar kita dan menbuat kita kewalahan untuk mencerna dan memahaminya, tidak ada tempat yang aman di dunia ini. Tidak ada satu moda transportasi yang kebal terhadap musibah dan celaka dan kita harus menggunakannya dalam keseharian. Tapi kabar baiknya, ada ajakan dari Juruselamat (Yesus) kepada kita Matius 11:28,29 Datanglah kepada-Ku kamu semua yang lelah, dan merasakan beratnya beban; Aku akan menyegarkan kamu. Ikutlah perintah-Ku dan belajarlah daripada-Ku. Sebab Aku ini lemah lembut dan rendah hati, maka kamu akan merasa segar. (BIMK) Dalam terjemahan bahasa Inggris CEV …I will give you rest. …and you will find rest. Tuhan akan memberi kita istirahat, kita akan menemukan tempat istirahat. Tawaran ini bukan bicara tentang besok di dalam kekekalan, tetapi justru ketika kita masih di dunia dan masih harus bekerja dan beraktivitas.

Bagi kita jemaat COTW tahun 2025 menjadi Tahun Kairos (Tahun Kebetulan Ilahi) bagi kita. Kebetulan Ilahi bukan hanya terbatas tentang berkat yang kita bisa lihat dan ukur, tetapi sebetulnya ada banyak Kebetulan Ilahi yang kita alami. Tuhan luputkan dari yang jahat atau celaka, Tuhan beri kesehatan dan kesempatan baru. Tuhan beri hikmat untuk ambil keputusan sehingga terhindar dari kebuntungan. Ataupun Tuhan ijinkan kita lewati lembah air mata, untuk kita melihat bahwa manusia hidup juga dari setiap Firman yang kita imani dan alami. Tuhan menyertai lewat semua peristiwa besar dan kecil, dan mendatangkan keberuntungan/keselamatan buat kita.

Memasuki tahun 2026, kita tetap dan justru membutuhkan penyertaan Tuhan, dan Dia janjikan memberi kita Pengurapan Baru (Fresh Annointing). Urapan itu bagai pelumas yang melumasi mesin agar tetap berjalan dengan lancar dan halus. Pelumas itu juga menjaga mesin dalam suhu optimal, sehingga tidak terlalu panas. Pelumas juga menjaga agar gesekan yang ada tidak melukai tiap bagian. Tetapi lebih dari itu, kita perlu mengenal bahwa Urapan Baru itu keluar dari Satu Pribadi Allah sendiri, Roh Kudus. Biarlah seluruh jemaat makin mengenali Pribadi itu secara personal, mengalami Roh Kudus bukan hanya sebagai bagian dari liturgi ibadah di gereja yang formal.   

Mengenal Roh Kudus lewat tiap sisi kehidupan kita yang dijamah dan diurapi oleh-Nya. Kita butuh sukacita, kita butuh ketulusan hati, kita butuh hikmat, kita butuh pimpinan dan pengajaran, namun kita juga butuh kelegaan, damai sejahtera dan keintiman. Kita butuh iman dan penyingkapan rahasia Ilahi dalam hidup ini. Mazmur 92:11 Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku dituangi dengan minyak baru; Marilah kita alami Tuhan Yesus Kristus lewati tahun 2026, dalam Pengurapan Baru (Fresh Annointing). 

Rhema Hari Ini

Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

Ulangan 8:17-18

Kekuatan untuk tetap bertahan dalam iman. Kemampuan untuk menikmati kelimpahan. Bahkan ketaatan untuk hidup saleh, semuanya hanya karena Anugrah TUHAN.