on on Hits: 338

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 25 Maret 2018 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Efesus 1:22 - Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.

Hubungkan dengan Kolose 2:19.

Ketika kita--anggota tubuh Yesus--terhubung dengan Kristus diikat oleh urat-urat dan sendi-sendi, Kepala ingin mengkoreksi, menegur ketujuh jemaat supaya mereka kembali kepada Kristus dan menerima pertumbuhan rohani. Ketika kita menghadapi permasalahan, ketakutan, selama kita terhubung dengan Kepala, Kepala akan terus berusaha menyelesaikan, tidak akan berhenti sampai semuanya tuntas (Rut 3:18).

Amsal 4:20-22.  Ada 2 pintu gerbang hidup manusia: pintu gerbang telinga, arahkan pada firman Allah (iman timbul dari pendengaran akan Kristus), jangan kepada perkataan orang. Pintu gerbang mata: apa yang kita lihat itu mempengaruhi hati kita. Pintu gerbang telinga dan mata fokuskan pada Kristus, Dia sebagai Kepala bertanggung jawab atas kita seluruh tubuhNya.

on on Hits: 342

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 18 Maret 2018 - Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Wahyu 3:14 - "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah: ....

Pengertian firman dari Amin: Sebab Kristus adalah "ya" bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan "Amin" untuk memuliakan Allah (2 Korintus 1:20). Kata ‘Amin’ berasal dari bahasa Ibrani kata ‘Aman’, lihat Kejadian 15:6, "percayalah" Abram menggunakan kata aman. Ketika Abram percaya, janji Allah tetap tergenapi tidak peduli usia Abram telah lanjut. Ketika kita berkata "amin" kita sedang berkata: "Jadilah pada saya seperti firman-Mu, tidak peduli apapun kondisi saya.  Firman Allah terjadi atas hidup saya." Firman sanggup mengadakan dari yang tidak ada menjadi ada (Roma 4:17).

Yesus adalah Saksi yang setia dan benar: Yeremia 42:5 - The LORD be a true and faithful witness between us, .... [KJV].

Permulaan dari ciptaan Allah: Kolose 1:15. Yesus adalah yang awal dan yang akhir, Dia penguasa waktu, justru waktu ada dalam kendali-Nya.

Ketika mendengar firman Allah, ijinkan firman bercampur dengan iman, Ibrani 4:2.

Wahyu 3:15,16 hubungkan dengan Imamat 13.

Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!

Kadang kita berpikir, kalau di tengah-tengah itu baik. Tidak dingin (tidak jahat), tetapi juga tidak panas (tidak sempurna). Saya memang belum sempurna, tetapi saya tidak jahat. Imamat 13:1-11 berisi peraturan tentang kusta. Seorang yang kena kusta harus memeriksakan diri kepada imam. Dan pada ayat 12,13 terdapat aturan yang janggal.  Seorang yang kena kusta rata dari kepala sampai kaki harus dinyatakan tahir. Imamat 14 tidak pernah terjadi selama 1500 tahun hukum Taurat berlaku --imam harus mengadakan korban kalau seseorang sembuh dari kusta-- karena tidak ada satu pun orang Yahudi yang di bawah hukum Taurat yang bisa disembuhkan. Justru Naaman --orang kafir yang disembuhkan. Kusta bicara tentang dosa, kusta tidak bisa disembuhkan dengan kekuatan sendiri. Baru pada peristiwa Matius 8, pertama kali ada seorang kusta yang disembuhkan, itupun karena karya Yesus.

Penjelasan tentang kusta yang dianggap tahir di Ima 13:12,13 Yesus sampaikan  dalam perumpamaan di Lukas 18:10-14.

Orang Farisi merasa dirinya yang paling benar dan mulai membanding-bandingkan. Yesaya 64:6 berkata kesalehan kita karena perbuatan itu seperti kain cemar. Kita dibenarkan oleh darah Kristus, jangan merasa paling benar.

Ketika pemungut cukai datang kepada Tuhan, ia menyadari tidak ada yang bisa dibanggakan dari dirinya, bagai kusta dari ujung kepala sampai ujung kaki; ia sadar keberadaannya karena kasih karunia Tuhan. Kepada orang seperti ini, ay.14 mengatakan: "Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak."

Seorang yang suam-suam kuku akan dimuntahkan oleh Tuhan. Orang Farisi tidak menyadari di satu sisi ia melakukan firman Allah, tapi di sisi lain ada dosa-dosa yang tersembunyi.

Titus 2:14, ketika Allah menguduskan kita, tidak ada yang bisa kita banggakan dari diri kita. Kita dikuduskan bagi Dia.

Wahyu 3:17 hubungkan dengan Lukas 18:20-23.

Seorang muda yang merasa kaya dan tidak kekurangan apa-apa ingin menyombongkan dirinya, tapi tanpa ia sadari kekayaannya sudah menjadi allah lain. Ketika ada orang yang mulai membanggakan dirinya, Allah katakan engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang.

Wahyu 3:18 hubungkan dengan Amsal 23:23.

Perolehlah kebenaran. Kapan kita memperoleh kebenaran?

Yesaya 54:17 - ... Inilah yang menjadi bagian hamba-hamba TUHAN dan kebenaran yang mereka terima dari pada-Ku, demikianlah firman TUHAN.

Yesaya 52 dan 53 berisi tentang nubuatan kematian Kristus, korban Yesus di kayu salib sudah membayar lunas semua hutang dosa kita. Waktu kita percaya kepada korban Kristus, kita diselubungi oleh kebenaran Allah sendiri.

Wahyu 3:19-22 hubungkan dengan 1 Tesalonika 5:9.

Ketika Tuhan sampaikan firman Allah (teguran) kepada jemaat Laodikia, Tuhan tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi Ia ingin selamatkan umat-Nya.

Efesus 2:6 - And hath raised us up together, and made us sit together in heavenly places in Christ Jesus.

Waktu kita percaya kepada korban Yesus Kristus ,Tuhan membuat kita duduk bersama di heavenly places. Tuhan ingin buat kita menikmati istirahat bersama-Nya, kemana pun kita pergi Kerajaan Sorga hadir di situ.

Ulangan 28:3.

Amin.

on on Hits: 410

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 11 Maret 2018 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Wahyu 3:1-5 - [3:1] "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! ....

Sardis adalah nama kota dan juga nama batu permata (Wah. 4:3) yang dalam Perjanjian Lama disebut yaspis merah. Ketujuh Roh Allah --angka tujuh bicara tentang kesempurnaan-- kesempurnaan seluruh elemen Allah yang sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Hubungkan dengan Roma 8:26-27,34.

Ay. 26 ... but the Spirit itself maketh intercession for us with groanings which cannot be uttered [KJV]. Roh yang menyelidiki itu bahkan menjadi pensyafaat untuk kita dengan keluhan yang tidak bisa diucapkan. Roh yang sempurna bersyafaat bagi kita. Kata ‘intercession’ disebutkan lagi dalam ayat 27, Dia sedang bersyafaat untuk orang-orang kudus-Nya menurut kehendak Tuhan. Pembela kita adalah Yesus Kristus (ay. 34), Ia bahkan sampai menyerahkan diri-Nya mati bagi kita. Roh Kudus mengerti apa yang harus dibela dan dibereskan. Karena itu responi Firman Allah ganti meresponi masalah.

Wahyu 3:1 hubungkan dengan Galatia 5:4.

Tuhan berikan teguran kepada ketujuh bintang (pelayan) kelihatannya mereka melakukan pelayanan tapi mereka mati (ye are fallen from grace - [KJV] jatuh dari kasih karunia). Kristus tidak berdampak dalam hidup ketika mengharap kebenaran karena melakukan hukum Taurat, merasa saya dibenarkan karena melakukan kebenaran bukan karena iman kepada Yesus Kristus.

on on Hits: 383

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 4 Maret 2018 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Wahyu 3:7a - "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, ...

Yesus adalah Kepala dari gereja Tuhan, ketika kita terhubung dengan Kepala kita tidak perlu kuatir.

Salah satu dari ketujuh jemaat yang ditulis dalam kitab Wahyu adalah Jemaat Pergamus. Kepada tujuh sidang jemaat, Tuhan punya penyataan yang berbeda. Ketika setiap jemaat dikoreksi firman Allah, biarlah kita mendengar perkataan firman Allah karena Tuhan ingin ketika ada yang rusak, Ia akan perbaiki  dan pulihkan.

Wahyu 2:12 - "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua.

Tuhan punya penyataan khusus kepada Jemaat Pergamus, hubungkan dengan Ibrani 4:12,13.

Ketika Tuhan berjalan di antara sidang jemaat, Dia adalah pedang bermata dua yang tajam, menyelidiki sampai kepada jiwa dan roh. Tidak ada yang tersembunyi di hadapan-Nya, jujur saja kepada Tuhan karena perkataan-Nya hidup dan kekal. Ketika kita berjumpa dengan perkataan-Nya kita dihidupkan; karena itu responi saja perkataan-Nya. Saat kita responi firman Allah, sama seperti Abraham ketika ia percaya kepada Tuhan (aman - bahasa Ibrani), Allah perhitungkan itu sebagai kebenaran.

on on Hits: 421

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 25 Februari 2018 - Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Tujuan utama Allah datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia, walaupun manusia pertama telah gagal namun Allah tetap melanjutkan rencana-Nya. Rancangan Allah tentang keselamatan, Allah telah pikirkan jauh sebelum dunia dijadikan. Allah juga ingin masukkan kita menjadi ahli waris Kerajaan-Nya, kita bukan hanya sekadar umat Allah tapi anak-anak Allah, sekalipun kita--bangsa kafir--bukan keturunan Yahudi secara jasmani.

Efesus 3:4-6.

Karena berita Injil kita dimasukkan menjadi ahli waris seperti Abraham, Ishak, Yakub. Kita harus sadar bahwa kita ahli waris Kerajaan Allah, kita harus punya gaya hidup sebagai ahli waris Kerajaan Allah. Tuhan ingin men-transform kita menjadi manusia baru.

Roma 12:2 - Don’t copy the behavior and customs of this world, but let God transform you into a new person by changing the way you think. Then you will learn to know God’s will for you, which is good and pleasing and perfect. [NLT].

Jangan meng-copy perilaku dan kebiasaan-kebiasaan dunia ini, tetapi ijinkan Tuhan mengubahkan engkau menjadi pribadi yang baru melalui Dia merubah cara berpikirmu ....

Menjadi ciptaan baru bukan tentang bagaimana saya berusaha, tetapi mengijinkan Tuhan merubah cara berpikir kita, meresponi firman Allah yang kita iman. Ketika meresponi, kita sedang membuka hati untuk apa yang kita imani.

Pesan Gembala

Ps. Andrew M. Assa

PESAN GEMBALA 2026

Di akhir 2025 artinya seperempat dari abad 21 telah kita lampui. Ada kemajuan teknologi yang kita bisa saksikan dan alami yang membuat kita kewalahan mengikutinya tetapi di sisi lain begitu tergantung kepadanya. Selain itu, tetap saja ada keterbatasan dari semua kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk bisa menjaga keamanan dan keselamatan manusia. Hidup dan mati tiap manusia tidak bisa diprediksi dengan seberapa akrabnya dia dengan teknologi keselamatan itu.

Di awal tahun 2025 Kecerdasan buatan (Artificial Intelegence) terus mengalami perkembangan pesat. Pada Januari 2025, beberapa perusahaan teknologi besar meluncurkan model AI terbaru yang lebih canggih dan efisien. DeepSeek AI, OpenAI, dan Google DeepMind bersaing dalam menghadirkan model bahasa yang lebih kuat dengan kemampuan multimoda. Sementara itu, penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari semakin meluas, mulai dari otomatisasi pekerjaan hingga integrasi dalam perangkat pintar rumah tangga. Tidak heran bahkan sampai anak-anak kecil sangat mahir sekali menggunakan Gemini di telepon selular untuk mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) mereka, daripada bersusah payah mencari literatur.

Pada tanggal 21 April 2025, pemimpin umat Katolik Paus Fransiskus meninggal di Vatikan. Dan bulan Mei 2025, Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat, terpilih menggantikan Paus Fransiskus yang wafat bulan sebelumnya, dikenal sebagai Paus Leo XIV sebagai pemimpin baru Gereja Katolik.

Pada 25-28 Agustus, di Indonesia terjadi demonstrasi besar buruh dan mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR menuntut pembubaran DPR, penolakan kenaikan gaji anggota DPR, dan kebijakan perburuhan lebih baik, yang berujung ricuh dan korban tewasnya pengemudi ojek online. 

Di penghujung November 2025, bencana banjir dan tanah longsor melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Senin (22/12/2025) pukul 08.00 WIB, bencana ini telah mengakibatkan 1.090 orang meninggal, 186 orang hilang, dan sekitar 7 ribu orang terluka.

Semua peristiwa terjadi silih berganti, belum lagi kalau berbicara kecelakaan moda transportasi. Tanggal 29 Januari 2025 terjadi tabrakan antara pesawat komersil American Eagle 5342 yang hendak mendarat di Bandara Ronald Reagen, Washington. Tragisnya, bertabrakan justru dengan helikopter Sikorsky UH-60 Black Hawk milik Angkatan Darat AS, dan terjadi di ibukota negara maju yang notabene begitu canggih sistem radar dan teknologi keamanan penerbangannya. Dalam kecelakaan tersebut seluruh awak dan penumpang kedua pesawat itu menjadi korban.

Belum lagi, 12 Juni 2025 terjadi kecelakaan pesawat Air India, Penerbangan 171 yang baru saja mengudara (setelah 30 detik lepas landas). Pesawat kemudian kehilangan daya angkat dan jatuh di blok Asrama B.J. Medical College, Amhmedabad. Ironisnya, pesawat tersebut terbilang pesawat baru Boeing 787-8 yang tidak pernah punya riwayat insiden kecelakaan yang besar. Menewaskan setidaknya 269 orang, 241 orang di dalam pesawat dan 28 orang di darat.

Belum lagi moda transportasi darat: kecelakaan di jalan, baik tunggal ataupun karambol, tabrak belakang. Dan beberapa hari menjelang Natal kecelakaan bus terjadi 22 Desember 2025, di Simpang Tol Krapyak Semarang yang memakan korban 16 jiwa. Justru terjadi sesudah pintu tol Kalikangkung dan setelah pergantian kru bus.

Peristiwa demi peristiwa terjadi di sekitar kita dan menbuat kita kewalahan untuk mencerna dan memahaminya, tidak ada tempat yang aman di dunia ini. Tidak ada satu moda transportasi yang kebal terhadap musibah dan celaka dan kita harus menggunakannya dalam keseharian. Tapi kabar baiknya, ada ajakan dari Juruselamat (Yesus) kepada kita Matius 11:28,29 Datanglah kepada-Ku kamu semua yang lelah, dan merasakan beratnya beban; Aku akan menyegarkan kamu. Ikutlah perintah-Ku dan belajarlah daripada-Ku. Sebab Aku ini lemah lembut dan rendah hati, maka kamu akan merasa segar. (BIMK) Dalam terjemahan bahasa Inggris CEV …I will give you rest. …and you will find rest. Tuhan akan memberi kita istirahat, kita akan menemukan tempat istirahat. Tawaran ini bukan bicara tentang besok di dalam kekekalan, tetapi justru ketika kita masih di dunia dan masih harus bekerja dan beraktivitas.

Bagi kita jemaat COTW tahun 2025 menjadi Tahun Kairos (Tahun Kebetulan Ilahi) bagi kita. Kebetulan Ilahi bukan hanya terbatas tentang berkat yang kita bisa lihat dan ukur, tetapi sebetulnya ada banyak Kebetulan Ilahi yang kita alami. Tuhan luputkan dari yang jahat atau celaka, Tuhan beri kesehatan dan kesempatan baru. Tuhan beri hikmat untuk ambil keputusan sehingga terhindar dari kebuntungan. Ataupun Tuhan ijinkan kita lewati lembah air mata, untuk kita melihat bahwa manusia hidup juga dari setiap Firman yang kita imani dan alami. Tuhan menyertai lewat semua peristiwa besar dan kecil, dan mendatangkan keberuntungan/keselamatan buat kita.

Memasuki tahun 2026, kita tetap dan justru membutuhkan penyertaan Tuhan, dan Dia janjikan memberi kita Pengurapan Baru (Fresh Annointing). Urapan itu bagai pelumas yang melumasi mesin agar tetap berjalan dengan lancar dan halus. Pelumas itu juga menjaga mesin dalam suhu optimal, sehingga tidak terlalu panas. Pelumas juga menjaga agar gesekan yang ada tidak melukai tiap bagian. Tetapi lebih dari itu, kita perlu mengenal bahwa Urapan Baru itu keluar dari Satu Pribadi Allah sendiri, Roh Kudus. Biarlah seluruh jemaat makin mengenali Pribadi itu secara personal, mengalami Roh Kudus bukan hanya sebagai bagian dari liturgi ibadah di gereja yang formal.   

Mengenal Roh Kudus lewat tiap sisi kehidupan kita yang dijamah dan diurapi oleh-Nya. Kita butuh sukacita, kita butuh ketulusan hati, kita butuh hikmat, kita butuh pimpinan dan pengajaran, namun kita juga butuh kelegaan, damai sejahtera dan keintiman. Kita butuh iman dan penyingkapan rahasia Ilahi dalam hidup ini. Mazmur 92:11 Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku dituangi dengan minyak baru; Marilah kita alami Tuhan Yesus Kristus lewati tahun 2026, dalam Pengurapan Baru (Fresh Annointing). 

Rhema Hari Ini

Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

Ulangan 8:17-18

Kekuatan untuk tetap bertahan dalam iman. Kemampuan untuk menikmati kelimpahan. Bahkan ketaatan untuk hidup saleh, semuanya hanya karena Anugrah TUHAN.