Secercah Firdaus
Ringkasan Khotbah Natal, 25 Desember 2017 - Oleh Pdt. Andrew M. Assa
Kita hidup di dunia yang penuh dengan tekanan; tekanan karena pekerjaan, tekanan karena pelayanan. Elia pernah mengalaminya ketika ia menjalankan tanggung jawabnya sebagai seorang nabi. Ia berpikir ia hanya tinggal seorang diri yang setia melayani Tuhan.
1 Raja-raja 18:21,22 - [18:21] Lalu Elia mendekati seluruh rakyat itu dan berkata: "Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia." Tetapi rakyat itu tidak menjawabnya sepatah kata pun. [18:22] Lalu Elia berkata kepada rakyat itu: "Hanya aku seorang diri yang tinggal sebagai nabi TUHAN, padahal nabi-nabi Baal itu ada empat ratus lima puluh orang banyaknya.
Nabi Elia menantang umat Allah supaya memilih untuk beribadah kepada Allah atau kepada Baal, mereka membuat mezbah dan siapa yang dapat menurunkan api dari langit membakar korban yang akan menang.
Elia melihat nabi-nabi Baal dari pagi sampai sore memanggil Baal bahkan sampai menoreh-noreh tubuh mereka tapi api tidak turun dari langit. Ketika tiba giliran nabi Elia, nabi Elia berdoa [hanya doa yang singkat yang keluar dari hatinya] dan Tuhan mendengar doanya. Ketika Elia berdoa, Tuhan menjawabnya, api turun dari langit membakar habis korban, mezbah batu bahkan air di parit sekeliling mezbah pun sampai kering. Allah buktikan pertolongan-Nya di masa yang sukar.

