Tetaplah Menabur Apapun Musimnya

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 5 September 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Kejadian 26:1 - Maka timbullah kelaparan di negeri itu. -- Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. Kelaparan, kondisi yang tidak enak di zaman Ishak. Kabar baiknya, Ishak tetap berdiri atas firman Allah. Kejadian 26:3, Ishak menanti tinggal di Gerar sebagai orang asing—walaupun sebagai orang asing sering dianggap warga kelas dua, diremehkan—tapi Tuhan ingin dia tinggal di sana.

Melihat Dan Menjadi Peka

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 29 Agustus 2021 – Oleh Pdt. Yani Arfianto

Ketika kita melihat sesuatu, kita belajar dari apa yang kita lihat. Dalam olahraga, pelatih melihat siapa lawan yang akan dihadapi. Ada strategi yang dikumpulkan, menganalisa kelemahan dan kelebihan lawan. Allah mau ketika kita melihat sekeliling kita, ada satu respon yang membuat kita semakin dekat dengan Tuhan. Peka yaitu mudah bergerak atau kesanggupan bereaksi terhadap keadaan. Ketika melihat sesuatu, memiliki respon untuk melakukan hal yang positif.

Yesaya 6:9, 10, “Kemudian firman-Nya: "Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi menanggap: jangan! Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup, supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik dan menjadi sembuh."

Merdeka Untuk Dipulihkan

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu, 15 Agustus 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Mazmur 126:4 - Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! Kalau Tuhan memulihkan, tidak ada satu kuasa yang sanggup menahan. Di perayaan kemerdekaan Indonesia yang ke-76, ketika dunia sepertinya sedang “bertahan hidup”, kita punya doa Tuhan pulihkan keadaan kami. Ketika kita perkatakan firman, ingat, kita punya roh iman yang sama, itu sebabnya kita yang percaya, kita memperkatakan firman. 2 Korintus 4:13. Kabar baiknya, waktu kita memperkatakan firman, firman itu keluar sebagaimana Tuhan sendiri yang memperkatakan firman, dan firman itu akan berhasil, firman tidak pernah gagal. Yesaya 55:11, firman akan melaksanakan yang dirancangkan oleh pemberi firman.

Panggilan Hidup Manusia Adalah Menggenapi Firman-Nya

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 22 Agustus 2021 Oleh Pdt. Yohanes Budi

Setiap orangtua yang didaulat oleh Tuhan dan melahirkan anak-anaknya tentu punya doa, rencana dan cita-cita masa depan untuk semua anaknya. Itu orangtua di dunia, apalagi Bapa kita di sorga lebih dari itu. Berbicara mengenai panggilan hidup manusia—entah orang ini sadar atau tidak, sebenarnya Tuhan sudah disediakan sejak dari lahir.

Dalam Kejadian 25 dituliskan riwayat keturunan Abraham, riwayat keturunan Ismael, riwayat keturunan Ishak—kisah Esau dan Yakub. Mengapa dimuat kembali dalam Perjanjian Baru?

Memilih Bagian Terbaik Yang Tidak Dapat Diambil

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 8 Agustus 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Yesus adalah Allah kita, fokus kita kepada Yesus, bahkan Alkitab dari awal sampai akhir sudah menuliskan nama Yesus. Wahyu 22:21, “Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.” Nama Yesus tertulis di bagian terakhir Alkitab. Kejadian 1:1, Yesus juga tertulis di awal—tidak secara hurufiah literal— “pada mulanya” menggunakan re’shiyth (bahasa Ibrani). Tetapi ketika Allah memberikan pewahyuan kepada Musa, Allah menuliskan dengan b’reshit, terdiri dari dua huruf yang digabungkan yaitu Bar dan reshit. Bar punya pengertian Anak Laki-laki, Son, yaitu Yesus. Lukas 24:27, 44, segala yang tertulis tentang “AKU” mulai dari kitab Musa, kitab nabi-nabi, Mazmur, semuanya tertulis tentang Yesus. Perjanjian Lama mewahyukan apa yang nanti Yesus akan kerjakan. Perjanjian Baru adalah pewahyuan, pernyataan Perjanjian Lama yang tersingkap di dalam Yesus. Kasih karunia menyertai kita di tengah pandemi. Waktu kita dengar firman dan bukan hanya sekedar mendengar, kita mendapat bagian yang tidak dapat diambil orang lain.