Panggilan Hidup Manusia Adalah Menggenapi Firman-Nya

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 22 Agustus 2021 Oleh Pdt. Yohanes Budi

Setiap orangtua yang didaulat oleh Tuhan dan melahirkan anak-anaknya tentu punya doa, rencana dan cita-cita masa depan untuk semua anaknya. Itu orangtua di dunia, apalagi Bapa kita di sorga lebih dari itu. Berbicara mengenai panggilan hidup manusia—entah orang ini sadar atau tidak, sebenarnya Tuhan sudah disediakan sejak dari lahir.

Dalam Kejadian 25 dituliskan riwayat keturunan Abraham, riwayat keturunan Ismael, riwayat keturunan Ishak—kisah Esau dan Yakub. Mengapa dimuat kembali dalam Perjanjian Baru?

Merdeka Untuk Dipulihkan

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu, 15 Agustus 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Mazmur 126:4 - Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! Kalau Tuhan memulihkan, tidak ada satu kuasa yang sanggup menahan. Di perayaan kemerdekaan Indonesia yang ke-76, ketika dunia sepertinya sedang “bertahan hidup”, kita punya doa Tuhan pulihkan keadaan kami. Ketika kita perkatakan firman, ingat, kita punya roh iman yang sama, itu sebabnya kita yang percaya, kita memperkatakan firman. 2 Korintus 4:13. Kabar baiknya, waktu kita memperkatakan firman, firman itu keluar sebagaimana Tuhan sendiri yang memperkatakan firman, dan firman itu akan berhasil, firman tidak pernah gagal. Yesaya 55:11, firman akan melaksanakan yang dirancangkan oleh pemberi firman.

Bangun Karakter Lebih Daripada Bangun Citra Diri

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 1 Agustus 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ketika kita sedang masuk dalam rencana Allah, kadangkala rencana Allah beda dengan pikiran kita. Rencana Allah melibatkan setiap peristiwa termasuk berhasil atau gagalnya hidup kita. Rupanya Tuhan punya rencana di dalamnya, lewat proses semuanya itu membentuk karakter kita. Dan ketika kita tetap mau cari kehendak-Nya, karakter Kristus itu terbentuk dalam hidup kita.

2 Tawarikh 15:5-6 – [15:5] Pada zaman itu tidak dapat orang pergi dan pulang dengan selamat, karena terdapat kekacauan yang besar di antara segenap penduduk daerah-daerah. [15:6] Bangsa menghancurkan bangsa, kota menghancurkan kota, karena Allah mengacaukan mereka dengan berbagai-bagai kesesakan.

Raja Asa sebagai raja Yehuda, dia harus dengar firman Allah, nubuatan dari nabi yang memperingatkannya. Karena memang kondisinya orang tidak bisa pergi dan pulang dengan selamat—tepat seperti kondisi kita sekarang, sepertinya ada kekacauan besar. 2 Tawarikh 15:7, Tuhan berfirman untuk setiap kita: Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!" Tuhan sendiri yang menjadi upah (Kejadian 15:1). Raja Asa, dia harus kuatkan hatinya, bukan berarti dia sempurna, dia juga punya pasang surut kehidupan.

Memilih Bagian Terbaik Yang Tidak Dapat Diambil

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 8 Agustus 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Yesus adalah Allah kita, fokus kita kepada Yesus, bahkan Alkitab dari awal sampai akhir sudah menuliskan nama Yesus. Wahyu 22:21, “Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.” Nama Yesus tertulis di bagian terakhir Alkitab. Kejadian 1:1, Yesus juga tertulis di awal—tidak secara hurufiah literal— “pada mulanya” menggunakan re’shiyth (bahasa Ibrani). Tetapi ketika Allah memberikan pewahyuan kepada Musa, Allah menuliskan dengan b’reshit, terdiri dari dua huruf yang digabungkan yaitu Bar dan reshit. Bar punya pengertian Anak Laki-laki, Son, yaitu Yesus. Lukas 24:27, 44, segala yang tertulis tentang “AKU” mulai dari kitab Musa, kitab nabi-nabi, Mazmur, semuanya tertulis tentang Yesus. Perjanjian Lama mewahyukan apa yang nanti Yesus akan kerjakan. Perjanjian Baru adalah pewahyuan, pernyataan Perjanjian Lama yang tersingkap di dalam Yesus. Kasih karunia menyertai kita di tengah pandemi. Waktu kita dengar firman dan bukan hanya sekedar mendengar, kita mendapat bagian yang tidak dapat diambil orang lain.

Tuhan Gembalaku, Kami Milik-Mu

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 25 Juli 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Tuhan adalah Allah yang berkuasa atas hidup kita. Berapa banyak kali kita tidak menghidupi bahwa Dia adalah Allah yang berkuasa, kita malah menghidupi fakta yang ada. Seringkali berpikir, waktu dengar firman, itu hanya “seperti kata-kata motivasi, spiritual” yang membangkitkan gairah. Firman adalah kuasa Allah. Allah ciptakan langit dan bumi dari tidak ada menjadi ada hanya dengan firman. Ketika kita meresponi firman, maka kita akan alami kuasa-Nya.

Matius 6:31-34 - [6:31] Sebab itu janganlah kamu kuatir ....