Gembala Yang Melindungi Dan Menjadi Juruselamat

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 26 Februari 2023 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ibrani 10:5 [FAYH] Itulah sebabnya waktu Kristus datang ke dunia ini, Ia berkata, “Ya Allah, darah lembu jantan dan kambing tidak dapat memuaskan hati-Mu; jadi, Engkau menyiapkan tubuh-Ku ini supaya Kupersembahkan sebagai kurban di atas mezbah-Mu. Allah kita adalah Allah yang memberi. Allah memberi diri-Nya yang menjelma sebagai Putra. Dalam kondisi manusia, Dia bisa mati sebagai korban. Kita sudah terima kelimpahan dari Allah, kita terima semua berkat, sifat, DNA, dari Allah. Dia adalah Gembala yang memimpin.

Konsistensi

Written by Lois.

Ringkasan khotbah Minggu pagi, 19 Februari 2023 Oleh Ps. Elisa Soetopo

Ketika menjalani hidup dengan visi diperlukan konsistensi. Mazmur 37:34 - Nantikanlah TUHAN dan tetap ikutilah jalan-Nya, maka Ia akan mengangkat engkau untuk mewarisi negeri, dan engkau akan melihat orang-orang fasik dilenyapkan. Seringkali kita suka dengan bagian ini: "Nantikan TUHAN, ikuti jalan-Nya, maka Ia akan mengangkat engkau untuk mewarisi negeri", lalu pemikiran kita, semua akan indah dan luar biasa. Memang kalau Tuhan yang mengangkat tidak ada yang bisa menjatuhkan. Tapi ingat, Daud mengawali dengan dua kata yang seringkali kita tidak suka, nantikanlah dan ikutilah. Ketika kita disuruh menunggu, seringkali menjengkelkan bahkan bisa membuat orang patah semangat, patah pengharapan. Ketika Daud ucapkan kata nantikanlah, itu menanti dengan betul-betul percaya kepada Tuhan, menantikan waktu-Nya, cara-Nya, dan jalan-Nya Tuhan dengan sepenuh hati. Seringkali kita mudah mengikuti hal yang jelek dan mengikuti mau kita sendiri. Ikutilah jalan Tuhan itu digambarkan tidak ada jalan pintasnya.

Jangan Kehilangan Visi

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 5 Februari 2023 oleh Pdt. Andrew M. Assa

Amsal 29:18 - Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum. Hidup dengan visi. Bila tidak ada visi, kita tidak punya tujuan. Tuhan ingin berikan apa yang Dia rancangkan, itu sebabnya mari hidup dengan visi, dengan mata yang dibukakan oleh Tuhan.

Hosea 4:6 - Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu. Umat Allah menjadi binasa karena mereka kehilangan pengenalan akan Allah. Umat Allah binasa ketika menolak--melupakan Tuhan, lupa pertolongan Tuhan di masa lalu.

Dimeteraikan Dengan Nama Bapa

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 12 Februari 2023 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Yeremia 3:19, “Tadinya pikir-Ku: “Sungguh Aku mau menempatkan engkau di tengah-tengah anak-anak-Ku dan memberikan kepadamu negeri yang indah, milik pusaka yang paling permai dari bangsa-bangsa. Pikir-Ku, engkau akan memanggil Aku: Bapaku, dan tidak akan berbalik dari mengikuti Aku.”

Ini adalah pikiran Tuhan. Jauh sebelum Perjanjian Baru dimulai, Tuhan sudah punya rancangan. Bukan sekadar Dia menjadi Tuhan, kita menjadi umat. Bukan sekadar Tuan dan hamba. Rancangan Allah lebih intim dari sekadar Guru dan murid. Kita semua adalah anak-anak-Nya, tetapi sayangnya kenyataan ini tidak dialami orang Israel. Untuk menyebut Yehova pun menggunakan nama Adonai.

Berdiri dan Diutuhkan Kembali

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 29 Januari 2023 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Berdiri dan diutuhkan kembali, ini adalah konsep ilahi. Tuhan ingin kita berdiri di atas anugerah-Nya dan hidup kita diutuhkan kembali. Dalam cerita nabi Nuh, dunia dihukum karena kejahatannya sudah sampai ke langit. Air memenuhi bumi. Nuh tidak punya kuasa mengarahkan bahteranya, karena bahteranya tidak ada kemudi. Saat bahtera kandas di Ararat (yang artinya kutuk yang dibalikkan), disitulah Nuh berdiri. Artinya tempat itu bukan lagi tempat yang terkutuk, tetapi sudah dibalikkan menjadi berkat. Ketika kita sadar berdiri di atas kasih karunia Allah, kita tidak berdiri di atas kebenaran kita.