25 Januari 2022

Written by Andrew M. Assa.

hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;

Filipi 2:2-3

Kristus telah memberi teladan merendahkan diri. Biarlah kita juga rendah hati  terhadap sesama (termasuk kpd mrk yg dibawah kita), meneladani Kristus.

24 Januari 2022

Written by Andrew M. Assa.

melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Filipi 2:7-8

Rendahkanlah diri kita di hadapan DIA yang sudah merendahkan diri untuk kita.

21 Januari 2022

Written by Andrew M. Assa.

Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku!  Janganlah bersukacita atas aku, hai musuhku! Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku. 

Mikha 7:7-8

Syukur kita punya Allah yang bertindak untuk selamatkan kita (tebus dosa kita) dan menyatakan kemuliaan-Nya, mengubah kita hari demi hari menjadi ciptaan baru.

22 Januari 2022

Written by Andrew M. Assa.

Hubungan yang baik dengan Allah tidak lagi saya usahakan sendiri dengan jalan taat kepada hukum agama. Sekarang saya mempunyai hubungan yang baik dengan Allah, karena saya percaya kepada Kristus. Jadi, hubungan yang baik itu datang dari Allah, dan berdasarkan percaya kepada Yesus Kristus.

Filipi 3:9  BIMK

Hidupi Firman Allah, berjalan dalam iman hari lepas hari.

20 Januari 2022

Written by Andrew M. Assa.

Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin. 

Yesaya 64:6 

Yang paling kudus (saleh) dari manusia, tetap bagai kain cemar (pembalut) di hadapan Allah. Kita dikuduskan hanya karena beriman pada korban Yesus yang sempurna di kayu salib.