09 September 2022

Written by Andrew M. Assa.

Tetapi Maria berdiri dekat kubur ...dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring.

Yohanes 20:11-12

Bagai 2 sayap kerub/malaikat di tutupan pendamaian (tabut perjanjian). Dimana di sana Allah berjumpa dengan umat-Nya, Maria datang ke tempat yang paling aman. Mari kita hampiri Yesus, hampiri kasih karunia-Nya.

08 September 2022

Written by Andrew M. Assa.

Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup."

Yohanes 4:10

Yesus menjadi jawaban untuk tiap persoalan kita, dari dunia sampai pada kekekalan. Persoalan rohani, maupun jasmani. Percayakah kita?

06 September 2022

Written by Andrew M. Assa.

Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. 

Roma 10:17

Iman timbul bukan saat kita mendengar berita tentang api neraka, penghukuman, aturan-aturan yang tak seorangpun sanggup penuhi. Bukan juga saat kita punya pengetahuan tentang Alkitab. Iman timbul saat kita terima pewahyuan tentang Kristus (Mesias), Juruselamat yang selamatkan dan pulihkan kita.

07 September 2022

Written by Andrew M. Assa.

tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."

Yohanes 4:14

Saat kita percaya Yesus dan karya-Nya yang sempurna di kayu salib, kita terima Air Hidup yang terus memancar dan memberi pertumbuhan sampai kepada hidup yang kekal.

05 September 2022

Written by Andrew M. Assa.

Setelah Yesus turun dari bukit, ...Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."

Matius 8:1-2

Orang kusta ini berani menghampiri Yesus, karena mendengar kabar baik (berita kasih karunia Allah) yang dikhotbahkan Yesus di atas bukit. Apakah kita masih takut menghampiri tahta kasih karunia Allah (Yesus)?