on on Hits: 412

Ringkasan Khotbah Minggu pagi, 26 Mei 2024 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Tuhan adalah Allah Imanuel. Ia ingin nyatakan seluruh keutuhan-Nya, kemaksimalan-Nya dalam hidup kita. Penuh dengan Roh Kudus lebih daripada sekadar berbahasa lidah. Berapa banyak kali kita terjebak seorang yang mau penuh Roh Kudus berpikir bagaimana saya mendapatkan. Tapi penuh dengan Roh Kudus adalah kita mengijinkan Roh Kudus memenuhi roh, jiwa dan tubuh kita. 1 Tesalonika 5:17 - Tetaplah berdoa. Tetaplah berdoa adalah mengijinkan Allah menjadi yang berdaulat. Bagaimana kita memuliakan nama Tuhan lebih daripada sekadar ucapan mulut?

on on Hits: 534

Ringkasan Khotbah Minggu pagi, 19 Mei 2024 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Bagaimana ketika hidup penuh dengan Roh Kudus? Yohanes 16:13 - Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Yesus memberikan penjelasan kalau Roh Kudus itu datang, Roh Kudus akan membimbing dari satu kebenaran setiap hari dibawa pada kebenaran yang lain, sampai kita menikmati seluruh kebenaran. Roh Kudus bukan hanya sekadar masalah di gereja, tapi Ia juga akan memimpin kita, apa yang harus saya kerjakan menyikapi keadaan-keadaan yang ada. Hidup oleh Roh punya pengertian ...

on on Hits: 500

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 12 Mei 2024 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Tuhan bukan cari target untuk menghakimi atau menghukum yang jadi targetnya. Tuhan ketika tahu ada umat-Nya yang sedang dalam kelemahan, membutuhkan, Tuhan jadikan dia targetnya. Target Tuhan adalah target kasih-Nya. Target-Nya adalah target untuk memulihkan, untuk melimpahi setiap pribadi dengan kasih-Nya.

on on Hits: 460

Ringkasan Khotbah Minggu, 5 Mei 2024 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Tuhan yang benar. Tuhan kebenaran. Kebenaran Tuhan tetap kokoh, tidak tergantung situasi dan kondisi. Kebenaran manusia bisa berubah, yang tadinya taat jadi tidak taat. Nabi Elia jadi seorang yang menegakkan hukum Taurat, menjaga hukum Taurat. Elia bisa turunkan api dengan doanya yang singkat, tapi ketika dia dengar ancaman Izebel akan membunuhnya, Elia frustrasi, depresi bahkan ingin mati. Hanya karena ancaman Izebel, Elia kebenarannya runtuh. Kabar baiknya, kebenaran Tuhan tetap menopang Elia sehingga Elia bisa berjalan 40 hari 40 malam sampai ke gunung Tuhan. Elia terima kekuatan Tuhan di tengah depresinya, frustrasinya, bukan karena kebenarannya tapi karena kebenaran Allah menopangnya. Ketika sampai di gunungnya Tuhan, Elia mulai mengukur kebenaran Tuhan berdasarkan kebenarannya sendiri. Tuhan sudah sediakan tujuh ribu pendukung kehidupan yang tidak dia lihat.

 

Yesaya 55:11 - demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. Tugas kita...

on on Hits: 513

Ringkasan Khotbah Minggu Siang, 28 April 2024 Oleh Pdp. Santi Lamba

 

Yesaya 55:10 [TB] - Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan,

 

[FAYH] "Sebagaimana hujan dan salju yang turun dari langit tidak kembali sebelum membasahi bumi sehingga biji-biji bertumbuh dan berbunga, lalu menghasilkan benih bagi petani dan makanan bagi yang lapar,

 

Orang yang lapar adalah orang yang mau makan. Matius 5:6 - Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Di dalam diri kita ada satu ruang yang hanya bisa dipuaskan oleh Firman Tuhan. Lebih dari apapun yang ada di dunia ini.

Pesan Gembala

Ps. Andrew M. Assa

PESAN GEMBALA 2026

Di akhir 2025 artinya seperempat dari abad 21 telah kita lampui. Ada kemajuan teknologi yang kita bisa saksikan dan alami yang membuat kita kewalahan mengikutinya tetapi di sisi lain begitu tergantung kepadanya. Selain itu, tetap saja ada keterbatasan dari semua kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk bisa menjaga keamanan dan keselamatan manusia. Hidup dan mati tiap manusia tidak bisa diprediksi dengan seberapa akrabnya dia dengan teknologi keselamatan itu.

Di awal tahun 2025 Kecerdasan buatan (Artificial Intelegence) terus mengalami perkembangan pesat. Pada Januari 2025, beberapa perusahaan teknologi besar meluncurkan model AI terbaru yang lebih canggih dan efisien. DeepSeek AI, OpenAI, dan Google DeepMind bersaing dalam menghadirkan model bahasa yang lebih kuat dengan kemampuan multimoda. Sementara itu, penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari semakin meluas, mulai dari otomatisasi pekerjaan hingga integrasi dalam perangkat pintar rumah tangga. Tidak heran bahkan sampai anak-anak kecil sangat mahir sekali menggunakan Gemini di telepon selular untuk mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) mereka, daripada bersusah payah mencari literatur.

Pada tanggal 21 April 2025, pemimpin umat Katolik Paus Fransiskus meninggal di Vatikan. Dan bulan Mei 2025, Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat, terpilih menggantikan Paus Fransiskus yang wafat bulan sebelumnya, dikenal sebagai Paus Leo XIV sebagai pemimpin baru Gereja Katolik.

Pada 25-28 Agustus, di Indonesia terjadi demonstrasi besar buruh dan mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR menuntut pembubaran DPR, penolakan kenaikan gaji anggota DPR, dan kebijakan perburuhan lebih baik, yang berujung ricuh dan korban tewasnya pengemudi ojek online. 

Di penghujung November 2025, bencana banjir dan tanah longsor melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Senin (22/12/2025) pukul 08.00 WIB, bencana ini telah mengakibatkan 1.090 orang meninggal, 186 orang hilang, dan sekitar 7 ribu orang terluka.

Semua peristiwa terjadi silih berganti, belum lagi kalau berbicara kecelakaan moda transportasi. Tanggal 29 Januari 2025 terjadi tabrakan antara pesawat komersil American Eagle 5342 yang hendak mendarat di Bandara Ronald Reagen, Washington. Tragisnya, bertabrakan justru dengan helikopter Sikorsky UH-60 Black Hawk milik Angkatan Darat AS, dan terjadi di ibukota negara maju yang notabene begitu canggih sistem radar dan teknologi keamanan penerbangannya. Dalam kecelakaan tersebut seluruh awak dan penumpang kedua pesawat itu menjadi korban.

Belum lagi, 12 Juni 2025 terjadi kecelakaan pesawat Air India, Penerbangan 171 yang baru saja mengudara (setelah 30 detik lepas landas). Pesawat kemudian kehilangan daya angkat dan jatuh di blok Asrama B.J. Medical College, Amhmedabad. Ironisnya, pesawat tersebut terbilang pesawat baru Boeing 787-8 yang tidak pernah punya riwayat insiden kecelakaan yang besar. Menewaskan setidaknya 269 orang, 241 orang di dalam pesawat dan 28 orang di darat.

Belum lagi moda transportasi darat: kecelakaan di jalan, baik tunggal ataupun karambol, tabrak belakang. Dan beberapa hari menjelang Natal kecelakaan bus terjadi 22 Desember 2025, di Simpang Tol Krapyak Semarang yang memakan korban 16 jiwa. Justru terjadi sesudah pintu tol Kalikangkung dan setelah pergantian kru bus.

Peristiwa demi peristiwa terjadi di sekitar kita dan menbuat kita kewalahan untuk mencerna dan memahaminya, tidak ada tempat yang aman di dunia ini. Tidak ada satu moda transportasi yang kebal terhadap musibah dan celaka dan kita harus menggunakannya dalam keseharian. Tapi kabar baiknya, ada ajakan dari Juruselamat (Yesus) kepada kita Matius 11:28,29 Datanglah kepada-Ku kamu semua yang lelah, dan merasakan beratnya beban; Aku akan menyegarkan kamu. Ikutlah perintah-Ku dan belajarlah daripada-Ku. Sebab Aku ini lemah lembut dan rendah hati, maka kamu akan merasa segar. (BIMK) Dalam terjemahan bahasa Inggris CEV …I will give you rest. …and you will find rest. Tuhan akan memberi kita istirahat, kita akan menemukan tempat istirahat. Tawaran ini bukan bicara tentang besok di dalam kekekalan, tetapi justru ketika kita masih di dunia dan masih harus bekerja dan beraktivitas.

Bagi kita jemaat COTW tahun 2025 menjadi Tahun Kairos (Tahun Kebetulan Ilahi) bagi kita. Kebetulan Ilahi bukan hanya terbatas tentang berkat yang kita bisa lihat dan ukur, tetapi sebetulnya ada banyak Kebetulan Ilahi yang kita alami. Tuhan luputkan dari yang jahat atau celaka, Tuhan beri kesehatan dan kesempatan baru. Tuhan beri hikmat untuk ambil keputusan sehingga terhindar dari kebuntungan. Ataupun Tuhan ijinkan kita lewati lembah air mata, untuk kita melihat bahwa manusia hidup juga dari setiap Firman yang kita imani dan alami. Tuhan menyertai lewat semua peristiwa besar dan kecil, dan mendatangkan keberuntungan/keselamatan buat kita.

Memasuki tahun 2026, kita tetap dan justru membutuhkan penyertaan Tuhan, dan Dia janjikan memberi kita Pengurapan Baru (Fresh Annointing). Urapan itu bagai pelumas yang melumasi mesin agar tetap berjalan dengan lancar dan halus. Pelumas itu juga menjaga mesin dalam suhu optimal, sehingga tidak terlalu panas. Pelumas juga menjaga agar gesekan yang ada tidak melukai tiap bagian. Tetapi lebih dari itu, kita perlu mengenal bahwa Urapan Baru itu keluar dari Satu Pribadi Allah sendiri, Roh Kudus. Biarlah seluruh jemaat makin mengenali Pribadi itu secara personal, mengalami Roh Kudus bukan hanya sebagai bagian dari liturgi ibadah di gereja yang formal.   

Mengenal Roh Kudus lewat tiap sisi kehidupan kita yang dijamah dan diurapi oleh-Nya. Kita butuh sukacita, kita butuh ketulusan hati, kita butuh hikmat, kita butuh pimpinan dan pengajaran, namun kita juga butuh kelegaan, damai sejahtera dan keintiman. Kita butuh iman dan penyingkapan rahasia Ilahi dalam hidup ini. Mazmur 92:11 Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku dituangi dengan minyak baru; Marilah kita alami Tuhan Yesus Kristus lewati tahun 2026, dalam Pengurapan Baru (Fresh Annointing). 

Rhema Hari Ini

Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

Ulangan 8:17-18

Kekuatan untuk tetap bertahan dalam iman. Kemampuan untuk menikmati kelimpahan. Bahkan ketaatan untuk hidup saleh, semuanya hanya karena Anugrah TUHAN.