on on Hits: 501

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 11 Februari 2024 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Yesaya 43:18-21 - firman-Nya: "Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? .... Kita mengalami tahun yang baru, hari yang baru, musim yang baru. Itu adalah tantangan. Jangan sampai masa lalu mendefinisikan hidup kita sekarang dan masa depan. Berapa banyak kali orang hidup di zaman ini menghadapi masa depan tapi dipengaruhi oleh apa yang pernah terjadi di masa lalu. Kabar baiknya, ada Juruselamat yang membawa kita dan punya rancangan untuk masa depan. Kadangkala kita berkata Tuhan saya adalah Tuhan terobosan, tapi ingat ketika Tuhan memberikan terobosan berarti kita masuki sesuatu yang baru yang tidak pernah diprediksi. Tuhan akan membuat jalan di padang gurun, sungai di padang belantara. Permasalahannya kita siap atau tidak, bersedia atau tidak? Kita adalah umat yang dipakai untuk menceritakan kemahsyuran Tuhan.

on on Hits: 501

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 4 Februari 2024 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Bagaimana hidup bergantung pada Tuhan? Apakah hidup bergantung pada Tuhan berarti kita tidak melakukan apa-apa? Hidup bergantung pada Tuhan adalah pribadi yng menanti-nantikan Tuhan.

 

Ayub 29:23 - Orang menantikan aku seperti menantikan hujan, dan menadahkan mulutnya seperti menadah hujan pada akhir musim. Ayub orang yang saleh, jujur, kaya dan berkuasa sehingga orang-orang di sekitarnya terberkati oleh keberadaan Ayub. Tuhan berkati kita untuk kita menjadi berkat. Menjadi berkat bukan soal masalah seberapa kaya kemudian kita bisa memberi kepada orang lain. Kita bisa memberi keteladanan, kesetiaan ataupun contoh tidak mudah menyerah. Sama seperti Ayub hidupnya memberi sehingga orang-orang di sekitarnya menantikan dia seperti menantikan hujan. Lebih daripada kita menantikan dari manusia, hal yang sama harusnya kita kerjakan kepada Tuhan. Masihkah kita menantikan Tuhan?

on on Hits: 605

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 28 Januari 2024 Oleh Pdt. Yohanes Budi

 

Yoel 2:23 - Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu.

 

Hujan awal dan hujan akhir diperuntukkan bagi setiap umat Tuhan. Kata adil punya pengertian curahan hujan akhir banyak atau sedikit itu sudah diatur oleh Tuhan. Sifat Tuhan adil memberi secukupnya bagi setiap pribadi kita. Hujan diberikan pada musimnya oleh Allah. Waktu Allah berbeda dengan waktu manusia, untuk segala sesuatu ada musimnya.

 

Hujan akhir membuat pertumbuhan dan akan menghasilkan buah, pertumbuhan sesuai tingkat masing-masing. Kata adil, musim, dan pertumbuhan akan memberi dampak atau hasil yaitu berbuah. Yohanes 15. Kita dipilih, dipanggil dan ditetapkan oleh Tuhan Yesus menjadi para pengikut-Nya untuk pergi dan menghasilkan buah dan buahnya tetap. Tidak ada satu pribadi pengikut Yesus yang hidupnya tidak memberi buah.

 

Untuk apa kita meminta hujan akhir? Hujan akhir untuk memberi pertumbuhan sampai kita berbuah. Kunci pertumbuhan:

on on Hits: 364

Ringkasan khotbah Minggu pagi, 21 Januari 2024 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Hujan akhir Yoel 2:23. Ada kelimpahan, terobosan terjadi, ijinkan firman Allah menjadi iman dalam hidup kita. Namun, ada sebuah peringatan yang Tuhan sampaikan dalam Yoel 3:14 - Banyak orang, banyak orang di lembah penentuan! Ya, sudah dekat hari TUHAN di lembah penentuan! Ada banyak orang ada di lembah penentuan (valley of decision [KJV] = lembah keputusan). Tuhan tetap akan berikan hujan akhir bagi banyak orang, tak terhitung (multitudes), tapi tergantung keputusan orang itu sendiri. Terobosan bisa terjadi dalam situasi sehari-hari. Bagi Tuhan setiap waktu bisa menjadi waktu terobosan. Yang menentukan terobosan itu terjadi adalah keputusan kita--keputusan di dalam keseharian. Tuhan pasti akan genapi janji-Nya. Tuhan tidak pernah ingkar, Dia selalu tepati janji-Nya.

on on Hits: 383

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 14 Januari 2024 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Ulangan 11:14 - maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu,

 

Tuhan yang akan memberikan hujan akhir. Tuhan akan kerjakan pemulihan dalam banyak hal. Hujan akhir bicara Tuhan akan menyatakan firman-Nya yang makin dibukakan. Permasalahannya ketika kita terima hujan itu sama seperti tanah. Kalau tanah yang terbuka akan menyerap air hujan, sedangkan tanah yang sudah disemen atau diaspal, hujan tidak bisa terserap ke tanah. Hujan akhir akan tetap ada bagi gereja Tuhan, tapi permasalahannya bagaimana tanah hidup kita? Yesus pernah berikan perumpamaan, apakah tanah itu seperti di pinggir jalan, tanah yang berbatu-batu, atau tanah yang penuh dengan semak duri, ataukah tanah yang baik. Tuhan sudah sediakan janji-Nya, tapi pilihannya tergantung pada diri kita sendiri. Kalau Tuhan memberkati, kita dapat mengumpulkan gandum, anggur dan minyak.

 

Ketika Tuhan berikan hujan akhir, Tuhan selalu punya tujuan.

Pesan Gembala

Ps. Andrew M. Assa

PESAN GEMBALA 2026

Di akhir 2025 artinya seperempat dari abad 21 telah kita lampui. Ada kemajuan teknologi yang kita bisa saksikan dan alami yang membuat kita kewalahan mengikutinya tetapi di sisi lain begitu tergantung kepadanya. Selain itu, tetap saja ada keterbatasan dari semua kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk bisa menjaga keamanan dan keselamatan manusia. Hidup dan mati tiap manusia tidak bisa diprediksi dengan seberapa akrabnya dia dengan teknologi keselamatan itu.

Di awal tahun 2025 Kecerdasan buatan (Artificial Intelegence) terus mengalami perkembangan pesat. Pada Januari 2025, beberapa perusahaan teknologi besar meluncurkan model AI terbaru yang lebih canggih dan efisien. DeepSeek AI, OpenAI, dan Google DeepMind bersaing dalam menghadirkan model bahasa yang lebih kuat dengan kemampuan multimoda. Sementara itu, penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari semakin meluas, mulai dari otomatisasi pekerjaan hingga integrasi dalam perangkat pintar rumah tangga. Tidak heran bahkan sampai anak-anak kecil sangat mahir sekali menggunakan Gemini di telepon selular untuk mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) mereka, daripada bersusah payah mencari literatur.

Pada tanggal 21 April 2025, pemimpin umat Katolik Paus Fransiskus meninggal di Vatikan. Dan bulan Mei 2025, Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat, terpilih menggantikan Paus Fransiskus yang wafat bulan sebelumnya, dikenal sebagai Paus Leo XIV sebagai pemimpin baru Gereja Katolik.

Pada 25-28 Agustus, di Indonesia terjadi demonstrasi besar buruh dan mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR menuntut pembubaran DPR, penolakan kenaikan gaji anggota DPR, dan kebijakan perburuhan lebih baik, yang berujung ricuh dan korban tewasnya pengemudi ojek online. 

Di penghujung November 2025, bencana banjir dan tanah longsor melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Senin (22/12/2025) pukul 08.00 WIB, bencana ini telah mengakibatkan 1.090 orang meninggal, 186 orang hilang, dan sekitar 7 ribu orang terluka.

Semua peristiwa terjadi silih berganti, belum lagi kalau berbicara kecelakaan moda transportasi. Tanggal 29 Januari 2025 terjadi tabrakan antara pesawat komersil American Eagle 5342 yang hendak mendarat di Bandara Ronald Reagen, Washington. Tragisnya, bertabrakan justru dengan helikopter Sikorsky UH-60 Black Hawk milik Angkatan Darat AS, dan terjadi di ibukota negara maju yang notabene begitu canggih sistem radar dan teknologi keamanan penerbangannya. Dalam kecelakaan tersebut seluruh awak dan penumpang kedua pesawat itu menjadi korban.

Belum lagi, 12 Juni 2025 terjadi kecelakaan pesawat Air India, Penerbangan 171 yang baru saja mengudara (setelah 30 detik lepas landas). Pesawat kemudian kehilangan daya angkat dan jatuh di blok Asrama B.J. Medical College, Amhmedabad. Ironisnya, pesawat tersebut terbilang pesawat baru Boeing 787-8 yang tidak pernah punya riwayat insiden kecelakaan yang besar. Menewaskan setidaknya 269 orang, 241 orang di dalam pesawat dan 28 orang di darat.

Belum lagi moda transportasi darat: kecelakaan di jalan, baik tunggal ataupun karambol, tabrak belakang. Dan beberapa hari menjelang Natal kecelakaan bus terjadi 22 Desember 2025, di Simpang Tol Krapyak Semarang yang memakan korban 16 jiwa. Justru terjadi sesudah pintu tol Kalikangkung dan setelah pergantian kru bus.

Peristiwa demi peristiwa terjadi di sekitar kita dan menbuat kita kewalahan untuk mencerna dan memahaminya, tidak ada tempat yang aman di dunia ini. Tidak ada satu moda transportasi yang kebal terhadap musibah dan celaka dan kita harus menggunakannya dalam keseharian. Tapi kabar baiknya, ada ajakan dari Juruselamat (Yesus) kepada kita Matius 11:28,29 Datanglah kepada-Ku kamu semua yang lelah, dan merasakan beratnya beban; Aku akan menyegarkan kamu. Ikutlah perintah-Ku dan belajarlah daripada-Ku. Sebab Aku ini lemah lembut dan rendah hati, maka kamu akan merasa segar. (BIMK) Dalam terjemahan bahasa Inggris CEV …I will give you rest. …and you will find rest. Tuhan akan memberi kita istirahat, kita akan menemukan tempat istirahat. Tawaran ini bukan bicara tentang besok di dalam kekekalan, tetapi justru ketika kita masih di dunia dan masih harus bekerja dan beraktivitas.

Bagi kita jemaat COTW tahun 2025 menjadi Tahun Kairos (Tahun Kebetulan Ilahi) bagi kita. Kebetulan Ilahi bukan hanya terbatas tentang berkat yang kita bisa lihat dan ukur, tetapi sebetulnya ada banyak Kebetulan Ilahi yang kita alami. Tuhan luputkan dari yang jahat atau celaka, Tuhan beri kesehatan dan kesempatan baru. Tuhan beri hikmat untuk ambil keputusan sehingga terhindar dari kebuntungan. Ataupun Tuhan ijinkan kita lewati lembah air mata, untuk kita melihat bahwa manusia hidup juga dari setiap Firman yang kita imani dan alami. Tuhan menyertai lewat semua peristiwa besar dan kecil, dan mendatangkan keberuntungan/keselamatan buat kita.

Memasuki tahun 2026, kita tetap dan justru membutuhkan penyertaan Tuhan, dan Dia janjikan memberi kita Pengurapan Baru (Fresh Annointing). Urapan itu bagai pelumas yang melumasi mesin agar tetap berjalan dengan lancar dan halus. Pelumas itu juga menjaga mesin dalam suhu optimal, sehingga tidak terlalu panas. Pelumas juga menjaga agar gesekan yang ada tidak melukai tiap bagian. Tetapi lebih dari itu, kita perlu mengenal bahwa Urapan Baru itu keluar dari Satu Pribadi Allah sendiri, Roh Kudus. Biarlah seluruh jemaat makin mengenali Pribadi itu secara personal, mengalami Roh Kudus bukan hanya sebagai bagian dari liturgi ibadah di gereja yang formal.   

Mengenal Roh Kudus lewat tiap sisi kehidupan kita yang dijamah dan diurapi oleh-Nya. Kita butuh sukacita, kita butuh ketulusan hati, kita butuh hikmat, kita butuh pimpinan dan pengajaran, namun kita juga butuh kelegaan, damai sejahtera dan keintiman. Kita butuh iman dan penyingkapan rahasia Ilahi dalam hidup ini. Mazmur 92:11 Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku dituangi dengan minyak baru; Marilah kita alami Tuhan Yesus Kristus lewati tahun 2026, dalam Pengurapan Baru (Fresh Annointing). 

Rhema Hari Ini

Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

Ulangan 8:17-18

Kekuatan untuk tetap bertahan dalam iman. Kemampuan untuk menikmati kelimpahan. Bahkan ketaatan untuk hidup saleh, semuanya hanya karena Anugrah TUHAN.