on on Hits: 351

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 10 Januari 2021 – Oleh Pdt. Toni Aris Santoso

Kejadian 6:8, “Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.” Mengapa dari sekian banyak manusia yang ada di muka bumi saat itu, hanya keluarga Nuh yang mendapat kasih karunia? Apakah sekian banyak orang di bumi tidak ada yang berperilaku baik?

Keluaran 33:19, “Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani.” Pemberian kasih karunia kepada Nuh adalah hak prerogatifnya Tuhan. Tuhan memilih Nuh bukan karena kebaikan Nuh, bukan karena melakukan banyak pahala. Nuh adalah orang yang mau percaya dan meresponi apa yang Tuhan kehendaki atas kehidupan Nuh. Roma 3:10, “Tidak ada yang benar, seorang pun tidak.” Kasih karunia datang untuk orang yang mau meresponi Tuhan.

on on Hits: 360

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 3 Januari 2021 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Hiduplah di dalam kasih karunia, kasih karunia adalah satu Pribadi yaitu Yesus sendiri. Saat kita hidupi kasih karunia, di dalamnya ada kebenaran. Yohanes 1:17 - sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Ketika kita terima kasih karunia, kita juga terima kebenaran, seperti mata uang ada dua sisi.

Kejadian 6:8, Nuh terima kasih karunia, itu sebabnya ia bisa hidup benar. Waktu ia punya kepercayaan yang benar, ia punya tindakan yang benar. Ayat 9, ketika Nuh menghidupi kasih karunia, ia memang masih manusia biasa, ia bisa salah—mabuk, Allah lihat tindakannya tapi Allah perhitungkan kebenaran imannya sehingga dikategorikan orang benar (Ibrani 11:7). Orang yang terima kasih karunia, bergaul dengan Allah, akan berkata semua hanya karena Tuhan.

on on Hits: 342

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 27 Desember 2020 Oleh Pdp. Oldy I. Kawuwung

Firman yang telah menjelma menjadi manusia menjadi bagian dalam hidup kita. Firman itu menopang hidup kita, memberikan kehidupan. Manusia hidup bukan hanya sekedar dari apa yang kita makan, tetapi dari setiap kebenaran yang keluar dari mulut Allah.

Daniel 3:17-18, Hananya, Misael, dan Azarya adalah orang Israel yang dibawa menjadi tawanan di Babel bersama dengan Daniel. Sesampainya di Babel, nama mereka diganti oleh orang Babel, menjadi Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Meskipun nama mereka berubah, tetapi mereka tetap memelihara iman dan komitmen mereka kepada Allah. Firman yang selama ini mereka terima, membuat mereka tetap kuat dan tidak menyerah menghadapi ancaman.

on on Hits: 469

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 20 Desember 2020 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Kita masih di bumi, masih melihat fakta, tapi bukankah Tuhan sudah berikan firman. Ketika kita lihat dunia fakta hidup kita, lihatlah dari kebenaran firman, karena kalau kita mau melihat dari kebenaran firman dan firman itu bekerja sama dalam hidup kita, kebenaran iman akan berbicara lebih baik, lebih kuat, lebih berkuasa daripada fakta yang ada. Bagaimana kita bisa melihat semua dalam pola pikirnya Allah?

on on Hits: 310

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 13 Desember 2020 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Daud pernah memiliki masa lalu yang buruk. Mazmur 23:6 (The Message) “Your beauty and love chase after me every day of my life, keindahan dan kasih Tuhan mengejar setiap hari. Keindahan dan kasih Allah membereskan semua penyesalan di masa lalu. Tuhan bisa pakai masa lalu buruk Daud menjadi bagian dari silsilah Yesus.

Yohanes 3:19-21, kadang kita mulai berpikir musuh terang adalah orang yang melakukan kejahatan. Tetapi saat kita mencoba selesaikan penyesalan dengan kekuatan sendiri, kita memusuhi terang.

Pesan Gembala

Ps. Andrew M. Assa

PESAN GEMBALA 2026

Di akhir 2025 artinya seperempat dari abad 21 telah kita lampui. Ada kemajuan teknologi yang kita bisa saksikan dan alami yang membuat kita kewalahan mengikutinya tetapi di sisi lain begitu tergantung kepadanya. Selain itu, tetap saja ada keterbatasan dari semua kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk bisa menjaga keamanan dan keselamatan manusia. Hidup dan mati tiap manusia tidak bisa diprediksi dengan seberapa akrabnya dia dengan teknologi keselamatan itu.

Di awal tahun 2025 Kecerdasan buatan (Artificial Intelegence) terus mengalami perkembangan pesat. Pada Januari 2025, beberapa perusahaan teknologi besar meluncurkan model AI terbaru yang lebih canggih dan efisien. DeepSeek AI, OpenAI, dan Google DeepMind bersaing dalam menghadirkan model bahasa yang lebih kuat dengan kemampuan multimoda. Sementara itu, penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari semakin meluas, mulai dari otomatisasi pekerjaan hingga integrasi dalam perangkat pintar rumah tangga. Tidak heran bahkan sampai anak-anak kecil sangat mahir sekali menggunakan Gemini di telepon selular untuk mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) mereka, daripada bersusah payah mencari literatur.

Pada tanggal 21 April 2025, pemimpin umat Katolik Paus Fransiskus meninggal di Vatikan. Dan bulan Mei 2025, Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat, terpilih menggantikan Paus Fransiskus yang wafat bulan sebelumnya, dikenal sebagai Paus Leo XIV sebagai pemimpin baru Gereja Katolik.

Pada 25-28 Agustus, di Indonesia terjadi demonstrasi besar buruh dan mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR menuntut pembubaran DPR, penolakan kenaikan gaji anggota DPR, dan kebijakan perburuhan lebih baik, yang berujung ricuh dan korban tewasnya pengemudi ojek online. 

Di penghujung November 2025, bencana banjir dan tanah longsor melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Senin (22/12/2025) pukul 08.00 WIB, bencana ini telah mengakibatkan 1.090 orang meninggal, 186 orang hilang, dan sekitar 7 ribu orang terluka.

Semua peristiwa terjadi silih berganti, belum lagi kalau berbicara kecelakaan moda transportasi. Tanggal 29 Januari 2025 terjadi tabrakan antara pesawat komersil American Eagle 5342 yang hendak mendarat di Bandara Ronald Reagen, Washington. Tragisnya, bertabrakan justru dengan helikopter Sikorsky UH-60 Black Hawk milik Angkatan Darat AS, dan terjadi di ibukota negara maju yang notabene begitu canggih sistem radar dan teknologi keamanan penerbangannya. Dalam kecelakaan tersebut seluruh awak dan penumpang kedua pesawat itu menjadi korban.

Belum lagi, 12 Juni 2025 terjadi kecelakaan pesawat Air India, Penerbangan 171 yang baru saja mengudara (setelah 30 detik lepas landas). Pesawat kemudian kehilangan daya angkat dan jatuh di blok Asrama B.J. Medical College, Amhmedabad. Ironisnya, pesawat tersebut terbilang pesawat baru Boeing 787-8 yang tidak pernah punya riwayat insiden kecelakaan yang besar. Menewaskan setidaknya 269 orang, 241 orang di dalam pesawat dan 28 orang di darat.

Belum lagi moda transportasi darat: kecelakaan di jalan, baik tunggal ataupun karambol, tabrak belakang. Dan beberapa hari menjelang Natal kecelakaan bus terjadi 22 Desember 2025, di Simpang Tol Krapyak Semarang yang memakan korban 16 jiwa. Justru terjadi sesudah pintu tol Kalikangkung dan setelah pergantian kru bus.

Peristiwa demi peristiwa terjadi di sekitar kita dan menbuat kita kewalahan untuk mencerna dan memahaminya, tidak ada tempat yang aman di dunia ini. Tidak ada satu moda transportasi yang kebal terhadap musibah dan celaka dan kita harus menggunakannya dalam keseharian. Tapi kabar baiknya, ada ajakan dari Juruselamat (Yesus) kepada kita Matius 11:28,29 Datanglah kepada-Ku kamu semua yang lelah, dan merasakan beratnya beban; Aku akan menyegarkan kamu. Ikutlah perintah-Ku dan belajarlah daripada-Ku. Sebab Aku ini lemah lembut dan rendah hati, maka kamu akan merasa segar. (BIMK) Dalam terjemahan bahasa Inggris CEV …I will give you rest. …and you will find rest. Tuhan akan memberi kita istirahat, kita akan menemukan tempat istirahat. Tawaran ini bukan bicara tentang besok di dalam kekekalan, tetapi justru ketika kita masih di dunia dan masih harus bekerja dan beraktivitas.

Bagi kita jemaat COTW tahun 2025 menjadi Tahun Kairos (Tahun Kebetulan Ilahi) bagi kita. Kebetulan Ilahi bukan hanya terbatas tentang berkat yang kita bisa lihat dan ukur, tetapi sebetulnya ada banyak Kebetulan Ilahi yang kita alami. Tuhan luputkan dari yang jahat atau celaka, Tuhan beri kesehatan dan kesempatan baru. Tuhan beri hikmat untuk ambil keputusan sehingga terhindar dari kebuntungan. Ataupun Tuhan ijinkan kita lewati lembah air mata, untuk kita melihat bahwa manusia hidup juga dari setiap Firman yang kita imani dan alami. Tuhan menyertai lewat semua peristiwa besar dan kecil, dan mendatangkan keberuntungan/keselamatan buat kita.

Memasuki tahun 2026, kita tetap dan justru membutuhkan penyertaan Tuhan, dan Dia janjikan memberi kita Pengurapan Baru (Fresh Annointing). Urapan itu bagai pelumas yang melumasi mesin agar tetap berjalan dengan lancar dan halus. Pelumas itu juga menjaga mesin dalam suhu optimal, sehingga tidak terlalu panas. Pelumas juga menjaga agar gesekan yang ada tidak melukai tiap bagian. Tetapi lebih dari itu, kita perlu mengenal bahwa Urapan Baru itu keluar dari Satu Pribadi Allah sendiri, Roh Kudus. Biarlah seluruh jemaat makin mengenali Pribadi itu secara personal, mengalami Roh Kudus bukan hanya sebagai bagian dari liturgi ibadah di gereja yang formal.   

Mengenal Roh Kudus lewat tiap sisi kehidupan kita yang dijamah dan diurapi oleh-Nya. Kita butuh sukacita, kita butuh ketulusan hati, kita butuh hikmat, kita butuh pimpinan dan pengajaran, namun kita juga butuh kelegaan, damai sejahtera dan keintiman. Kita butuh iman dan penyingkapan rahasia Ilahi dalam hidup ini. Mazmur 92:11 Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku dituangi dengan minyak baru; Marilah kita alami Tuhan Yesus Kristus lewati tahun 2026, dalam Pengurapan Baru (Fresh Annointing). 

Rhema Hari Ini

Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

Ulangan 8:17-18

Kekuatan untuk tetap bertahan dalam iman. Kemampuan untuk menikmati kelimpahan. Bahkan ketaatan untuk hidup saleh, semuanya hanya karena Anugrah TUHAN.