on on Hits: 268

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 4 Juli 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Tuhan itu baik, bersyukurlah kepada Tuhan, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya, walaupun secara fakta tidak ada alasan untuk bersyukur. Justru Tuhan ingin kita mengucap syukur bukan karena barang yang fana, tapi karena kita punya Tuhan yang besar. Tuhan sediakan hidangan yang terbaik buat kita saat ‘para lawan’ masih ada, masih kita rasakan pengaruh, kekuatannya. Saat kita percaya, menikmati, menerima, dan mengimaninya, kita akan alami mukjizat-Nya bersama Dia. Rasul Paulus katakan kita lebih dari pemenang. Kita ikut menikmati kemenangan bersama-sama dengan Kristus. Kita akan menikmati kuasa Tuhan di tengah keheningan karena Tuhan sudah berjanji, Dia  sudah berfirman.

on on Hits: 463

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 27 Juni 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ketika musuh bisa masuk dan menguasai pikiran, kita hanya akan fokus pada masalah, musuh bisa menguasai jalan hidup kita, reaksi kita, dan emosi kita yang mempengaruhi iman. Amsal 23:7 [KJV], “For as he thinketh in his heart, so is he: Eat and drink, said he to the; but his heart is not with thee.” Sebagaimana yang ada dalam pikirannya, itulah dia. Apa yang menguasai pikiran kita? Kadangkala ketika iblis sedang mengepung kita, ada dua kemungkinan: orang itu lemah atau merasa kuat.

on on Hits: 342

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 20 Juni 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Galatia 3:13,14 - [3:13] Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" [3:14] Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

Budaya mengatakan ketika seseorang mati tergantung, bumi tidak mau terima, langit tidak mau terima sehingga tidak heran ketika Yesus tergantung di kayu salib, dianggap itu kutuk, celaka. Karena seakan-akan sorga menutup pintu, bumi pun menutup pintu karena orang ini jahat. Inilah yang Kristus kerjakan karena menebus dosa kita. Seharusnya kitalah yang diperlakukan demikian. Kabar baiknya Kristus sudah menebus kita, supaya berkat Abraham sampai kepada kita bangsa-bangsa lain.

on on Hits: 285

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 13 Juni 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Kuasa Tuhan lebih besar, bahkan lebih daripada fakta yang ada di depan kita. Ingat, bukankah fakta tercipta dari firman. Kejadian 1:1, “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi”. Sebelum ada waktu, sudah ada Allah penguasa tertinggi menciptakan ruang dan semua yang ada. Itu sebabnya percayalah kepada Allah yang menciptakan segala sesuatu. Ketika kuasa Allah yang lebih besar itu sedang terjadi, kita harus juga menangkap kuasa itu dengan “instrumen khusus”. 1 Korintus 2:9-10. Allah menyatakan dengan media Roh-Nya (ayat 10); dan Tuhan karuniakan setiap kita roh untuk bisa menangkap. Waktu kita mendengar firman dan mengimaninya, kita sedang mengaktifkan roh. Kalau kita menangkap Roh-Nya, kita akan alami tujuh perkara yang luar biasa yang Tuhan karuniakan untuk kita:

on on Hits: 331

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 6 Juni 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ketika Tuhan memanggil kita, Tuhan tidak pernah menyesali panggilannya. Roma 11:29, “Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya.Hidup ini memang tetap hadapi masalah meskipun kita adalah umat pilihan Tuhan. Kejadian 37:6, 9, Yusuf punya banyak saudara. Saat mereka bertumbuh besar, Yusuf menerima impian dari Tuhan. Itu sebabnya Yusuf memandang ke atas. Kejadian 37:23,24, Yusuf terima visi dari Tuhan, tetapi saat jalani impiannya, ia mengerjakan rutinitas dengan tanggung jawab. Namun, hasilnya tidak mengenakkan, saudaranya membuatnya turun ke dalam sumur.

Pesan Gembala

Ps. Andrew M. Assa

PESAN GEMBALA 2026

Di akhir 2025 artinya seperempat dari abad 21 telah kita lampui. Ada kemajuan teknologi yang kita bisa saksikan dan alami yang membuat kita kewalahan mengikutinya tetapi di sisi lain begitu tergantung kepadanya. Selain itu, tetap saja ada keterbatasan dari semua kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk bisa menjaga keamanan dan keselamatan manusia. Hidup dan mati tiap manusia tidak bisa diprediksi dengan seberapa akrabnya dia dengan teknologi keselamatan itu.

Di awal tahun 2025 Kecerdasan buatan (Artificial Intelegence) terus mengalami perkembangan pesat. Pada Januari 2025, beberapa perusahaan teknologi besar meluncurkan model AI terbaru yang lebih canggih dan efisien. DeepSeek AI, OpenAI, dan Google DeepMind bersaing dalam menghadirkan model bahasa yang lebih kuat dengan kemampuan multimoda. Sementara itu, penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari semakin meluas, mulai dari otomatisasi pekerjaan hingga integrasi dalam perangkat pintar rumah tangga. Tidak heran bahkan sampai anak-anak kecil sangat mahir sekali menggunakan Gemini di telepon selular untuk mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) mereka, daripada bersusah payah mencari literatur.

Pada tanggal 21 April 2025, pemimpin umat Katolik Paus Fransiskus meninggal di Vatikan. Dan bulan Mei 2025, Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat, terpilih menggantikan Paus Fransiskus yang wafat bulan sebelumnya, dikenal sebagai Paus Leo XIV sebagai pemimpin baru Gereja Katolik.

Pada 25-28 Agustus, di Indonesia terjadi demonstrasi besar buruh dan mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR menuntut pembubaran DPR, penolakan kenaikan gaji anggota DPR, dan kebijakan perburuhan lebih baik, yang berujung ricuh dan korban tewasnya pengemudi ojek online. 

Di penghujung November 2025, bencana banjir dan tanah longsor melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Senin (22/12/2025) pukul 08.00 WIB, bencana ini telah mengakibatkan 1.090 orang meninggal, 186 orang hilang, dan sekitar 7 ribu orang terluka.

Semua peristiwa terjadi silih berganti, belum lagi kalau berbicara kecelakaan moda transportasi. Tanggal 29 Januari 2025 terjadi tabrakan antara pesawat komersil American Eagle 5342 yang hendak mendarat di Bandara Ronald Reagen, Washington. Tragisnya, bertabrakan justru dengan helikopter Sikorsky UH-60 Black Hawk milik Angkatan Darat AS, dan terjadi di ibukota negara maju yang notabene begitu canggih sistem radar dan teknologi keamanan penerbangannya. Dalam kecelakaan tersebut seluruh awak dan penumpang kedua pesawat itu menjadi korban.

Belum lagi, 12 Juni 2025 terjadi kecelakaan pesawat Air India, Penerbangan 171 yang baru saja mengudara (setelah 30 detik lepas landas). Pesawat kemudian kehilangan daya angkat dan jatuh di blok Asrama B.J. Medical College, Amhmedabad. Ironisnya, pesawat tersebut terbilang pesawat baru Boeing 787-8 yang tidak pernah punya riwayat insiden kecelakaan yang besar. Menewaskan setidaknya 269 orang, 241 orang di dalam pesawat dan 28 orang di darat.

Belum lagi moda transportasi darat: kecelakaan di jalan, baik tunggal ataupun karambol, tabrak belakang. Dan beberapa hari menjelang Natal kecelakaan bus terjadi 22 Desember 2025, di Simpang Tol Krapyak Semarang yang memakan korban 16 jiwa. Justru terjadi sesudah pintu tol Kalikangkung dan setelah pergantian kru bus.

Peristiwa demi peristiwa terjadi di sekitar kita dan menbuat kita kewalahan untuk mencerna dan memahaminya, tidak ada tempat yang aman di dunia ini. Tidak ada satu moda transportasi yang kebal terhadap musibah dan celaka dan kita harus menggunakannya dalam keseharian. Tapi kabar baiknya, ada ajakan dari Juruselamat (Yesus) kepada kita Matius 11:28,29 Datanglah kepada-Ku kamu semua yang lelah, dan merasakan beratnya beban; Aku akan menyegarkan kamu. Ikutlah perintah-Ku dan belajarlah daripada-Ku. Sebab Aku ini lemah lembut dan rendah hati, maka kamu akan merasa segar. (BIMK) Dalam terjemahan bahasa Inggris CEV …I will give you rest. …and you will find rest. Tuhan akan memberi kita istirahat, kita akan menemukan tempat istirahat. Tawaran ini bukan bicara tentang besok di dalam kekekalan, tetapi justru ketika kita masih di dunia dan masih harus bekerja dan beraktivitas.

Bagi kita jemaat COTW tahun 2025 menjadi Tahun Kairos (Tahun Kebetulan Ilahi) bagi kita. Kebetulan Ilahi bukan hanya terbatas tentang berkat yang kita bisa lihat dan ukur, tetapi sebetulnya ada banyak Kebetulan Ilahi yang kita alami. Tuhan luputkan dari yang jahat atau celaka, Tuhan beri kesehatan dan kesempatan baru. Tuhan beri hikmat untuk ambil keputusan sehingga terhindar dari kebuntungan. Ataupun Tuhan ijinkan kita lewati lembah air mata, untuk kita melihat bahwa manusia hidup juga dari setiap Firman yang kita imani dan alami. Tuhan menyertai lewat semua peristiwa besar dan kecil, dan mendatangkan keberuntungan/keselamatan buat kita.

Memasuki tahun 2026, kita tetap dan justru membutuhkan penyertaan Tuhan, dan Dia janjikan memberi kita Pengurapan Baru (Fresh Annointing). Urapan itu bagai pelumas yang melumasi mesin agar tetap berjalan dengan lancar dan halus. Pelumas itu juga menjaga mesin dalam suhu optimal, sehingga tidak terlalu panas. Pelumas juga menjaga agar gesekan yang ada tidak melukai tiap bagian. Tetapi lebih dari itu, kita perlu mengenal bahwa Urapan Baru itu keluar dari Satu Pribadi Allah sendiri, Roh Kudus. Biarlah seluruh jemaat makin mengenali Pribadi itu secara personal, mengalami Roh Kudus bukan hanya sebagai bagian dari liturgi ibadah di gereja yang formal.   

Mengenal Roh Kudus lewat tiap sisi kehidupan kita yang dijamah dan diurapi oleh-Nya. Kita butuh sukacita, kita butuh ketulusan hati, kita butuh hikmat, kita butuh pimpinan dan pengajaran, namun kita juga butuh kelegaan, damai sejahtera dan keintiman. Kita butuh iman dan penyingkapan rahasia Ilahi dalam hidup ini. Mazmur 92:11 Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku dituangi dengan minyak baru; Marilah kita alami Tuhan Yesus Kristus lewati tahun 2026, dalam Pengurapan Baru (Fresh Annointing). 

Rhema Hari Ini

Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

Ulangan 8:17-18

Kekuatan untuk tetap bertahan dalam iman. Kemampuan untuk menikmati kelimpahan. Bahkan ketaatan untuk hidup saleh, semuanya hanya karena Anugrah TUHAN.