on on Hits: 450

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 29 Januari 2023 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Berdiri dan diutuhkan kembali, ini adalah konsep ilahi. Tuhan ingin kita berdiri di atas anugerah-Nya dan hidup kita diutuhkan kembali. Dalam cerita nabi Nuh, dunia dihukum karena kejahatannya sudah sampai ke langit. Air memenuhi bumi. Nuh tidak punya kuasa mengarahkan bahteranya, karena bahteranya tidak ada kemudi. Saat bahtera kandas di Ararat (yang artinya kutuk yang dibalikkan), disitulah Nuh berdiri. Artinya tempat itu bukan lagi tempat yang terkutuk, tetapi sudah dibalikkan menjadi berkat. Ketika kita sadar berdiri di atas kasih karunia Allah, kita tidak berdiri di atas kebenaran kita.

on on Hits: 267

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 22 Januari 2023 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ibrani 13:8-9 - [13:8] Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. [13:9] ... For it is a good thing that the heart be established with grace; not with meats, which have not profited them that have been occupied therein. KJV

Hal yang baik adalah hatimu diteguhkan oleh kasih karunia Allah. Karena berapa banyak kali orang berpikir pengajaran kasih karunia itu pengajaran dasar. 2 Timotius 2:1 - Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. Kita menghadapi banyak hal. Ketika kita teguh di atas kasih karunia Allah, kita dikuatkan oleh kasih karunia Allah, di situlah kita aman. Berapa banyak kali ada pola pikir berkata kamu memang sudah jadi orang Kristen, tapi ingat jangan hanya sekadar jadi orang Kristen biasa-biasa saja, kamu harus jadi murid Tuhan yang sungguh-sungguh mengikut langkah Tuhan. Kata ‘murid’ itu sebelum kekristenan. Kata ‘murid-murid’ (= mathetes) ada dalam Injil, Kisah Para Rasul juga menuliskan. Tapi sejak dari suratan Roma hingga Wahyu tidak pernah disebut murid--Roh Kudus tidak mewahyukan kata ‘murid’ dalam suratan mereka. Titik baliknya Kisah Para Rasul 11:26,

on on Hits: 339

Ringkasan Khotbah Minggu, 15 Januari 2023 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Habakuk 2:1 - Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya atas pengaduanku. Allah itu baik setiap waktu apapun kondisi hidup kita. Hadapi tahun 2023, kita memang dengar banyak hal, tapi nantikanlah Tuhan. Setiap kita harus punya visi, ketika tidak punya visi hidup kita menjadi liar. Kalau terima dan punya visi, hidup kita akan terarah dan lebih baik. Ketika kita punya visi, ada kekuatan Allah yang menopang kita. Tuhan ingin kita punya sebuah visi.

Bagaimana sikap kita ketika menantikan visi dari Tuhan?

on on Hits: 293

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 8 Januari 2023 oleh Pdt. Andrew M. Assa

Chazon adalah visi (penglihatan). Yesaya 1:1, “Penglihatan yang telah dilihat Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem dalam zaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda.” Penglihatan menggunakan kata chazon, yang merupakan kata benda. Sedangkan chazah adalah kata kerjanya: melihat, menyediakan.

Tuhan ingin setiap kita terima penglihatan saat kita melihat Dia. Chazah juga punya pengertian menyediakan. Saat kita melihat (Tuhan), ada penyediaan. Ketika kita dapat melihat rencana Allah, melihat kekayaan firman Allah, ada penyediaan yang Tuhan sediakan. Where There Is Vision, There Is Provision.

on on Hits: 267

Ringkasan Khotbah Ibadah Sulung, 1 Januari 2023 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Tahun 2023 kita tidak berjalan sendiri, ada Penguasa yang menyertai kita. Yesaya 40:27 - ... "Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?" Sering kali kita mengeluh seperti ayat ini, ingat, kita punya Allah yang menyertai kita, Penguasa yang berbeda dengan penguasa yang di dunia.

Peristiwa Yesus membagi lima roti dan dua ikan kecil ditulis di keempat Injil, berarti itu penting. Namun, Injil Yohanes satu-satunya yang menuliskan berkenaan dengan Paskah. Yohanes 6:4 - Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat. Kenapa Yohanes menuliskan tentang Paskah? Sejak dari pasal 1 Injil Yohanes, Yohanes terfokus pada anak domba Paskah. Menghadapi tahun 2023, apa yang menjadi fokus kita?

Pesan Gembala

Ps. Andrew M. Assa

PESAN GEMBALA 2026

Di akhir 2025 artinya seperempat dari abad 21 telah kita lampui. Ada kemajuan teknologi yang kita bisa saksikan dan alami yang membuat kita kewalahan mengikutinya tetapi di sisi lain begitu tergantung kepadanya. Selain itu, tetap saja ada keterbatasan dari semua kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk bisa menjaga keamanan dan keselamatan manusia. Hidup dan mati tiap manusia tidak bisa diprediksi dengan seberapa akrabnya dia dengan teknologi keselamatan itu.

Di awal tahun 2025 Kecerdasan buatan (Artificial Intelegence) terus mengalami perkembangan pesat. Pada Januari 2025, beberapa perusahaan teknologi besar meluncurkan model AI terbaru yang lebih canggih dan efisien. DeepSeek AI, OpenAI, dan Google DeepMind bersaing dalam menghadirkan model bahasa yang lebih kuat dengan kemampuan multimoda. Sementara itu, penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari semakin meluas, mulai dari otomatisasi pekerjaan hingga integrasi dalam perangkat pintar rumah tangga. Tidak heran bahkan sampai anak-anak kecil sangat mahir sekali menggunakan Gemini di telepon selular untuk mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) mereka, daripada bersusah payah mencari literatur.

Pada tanggal 21 April 2025, pemimpin umat Katolik Paus Fransiskus meninggal di Vatikan. Dan bulan Mei 2025, Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat, terpilih menggantikan Paus Fransiskus yang wafat bulan sebelumnya, dikenal sebagai Paus Leo XIV sebagai pemimpin baru Gereja Katolik.

Pada 25-28 Agustus, di Indonesia terjadi demonstrasi besar buruh dan mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR menuntut pembubaran DPR, penolakan kenaikan gaji anggota DPR, dan kebijakan perburuhan lebih baik, yang berujung ricuh dan korban tewasnya pengemudi ojek online. 

Di penghujung November 2025, bencana banjir dan tanah longsor melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Senin (22/12/2025) pukul 08.00 WIB, bencana ini telah mengakibatkan 1.090 orang meninggal, 186 orang hilang, dan sekitar 7 ribu orang terluka.

Semua peristiwa terjadi silih berganti, belum lagi kalau berbicara kecelakaan moda transportasi. Tanggal 29 Januari 2025 terjadi tabrakan antara pesawat komersil American Eagle 5342 yang hendak mendarat di Bandara Ronald Reagen, Washington. Tragisnya, bertabrakan justru dengan helikopter Sikorsky UH-60 Black Hawk milik Angkatan Darat AS, dan terjadi di ibukota negara maju yang notabene begitu canggih sistem radar dan teknologi keamanan penerbangannya. Dalam kecelakaan tersebut seluruh awak dan penumpang kedua pesawat itu menjadi korban.

Belum lagi, 12 Juni 2025 terjadi kecelakaan pesawat Air India, Penerbangan 171 yang baru saja mengudara (setelah 30 detik lepas landas). Pesawat kemudian kehilangan daya angkat dan jatuh di blok Asrama B.J. Medical College, Amhmedabad. Ironisnya, pesawat tersebut terbilang pesawat baru Boeing 787-8 yang tidak pernah punya riwayat insiden kecelakaan yang besar. Menewaskan setidaknya 269 orang, 241 orang di dalam pesawat dan 28 orang di darat.

Belum lagi moda transportasi darat: kecelakaan di jalan, baik tunggal ataupun karambol, tabrak belakang. Dan beberapa hari menjelang Natal kecelakaan bus terjadi 22 Desember 2025, di Simpang Tol Krapyak Semarang yang memakan korban 16 jiwa. Justru terjadi sesudah pintu tol Kalikangkung dan setelah pergantian kru bus.

Peristiwa demi peristiwa terjadi di sekitar kita dan menbuat kita kewalahan untuk mencerna dan memahaminya, tidak ada tempat yang aman di dunia ini. Tidak ada satu moda transportasi yang kebal terhadap musibah dan celaka dan kita harus menggunakannya dalam keseharian. Tapi kabar baiknya, ada ajakan dari Juruselamat (Yesus) kepada kita Matius 11:28,29 Datanglah kepada-Ku kamu semua yang lelah, dan merasakan beratnya beban; Aku akan menyegarkan kamu. Ikutlah perintah-Ku dan belajarlah daripada-Ku. Sebab Aku ini lemah lembut dan rendah hati, maka kamu akan merasa segar. (BIMK) Dalam terjemahan bahasa Inggris CEV …I will give you rest. …and you will find rest. Tuhan akan memberi kita istirahat, kita akan menemukan tempat istirahat. Tawaran ini bukan bicara tentang besok di dalam kekekalan, tetapi justru ketika kita masih di dunia dan masih harus bekerja dan beraktivitas.

Bagi kita jemaat COTW tahun 2025 menjadi Tahun Kairos (Tahun Kebetulan Ilahi) bagi kita. Kebetulan Ilahi bukan hanya terbatas tentang berkat yang kita bisa lihat dan ukur, tetapi sebetulnya ada banyak Kebetulan Ilahi yang kita alami. Tuhan luputkan dari yang jahat atau celaka, Tuhan beri kesehatan dan kesempatan baru. Tuhan beri hikmat untuk ambil keputusan sehingga terhindar dari kebuntungan. Ataupun Tuhan ijinkan kita lewati lembah air mata, untuk kita melihat bahwa manusia hidup juga dari setiap Firman yang kita imani dan alami. Tuhan menyertai lewat semua peristiwa besar dan kecil, dan mendatangkan keberuntungan/keselamatan buat kita.

Memasuki tahun 2026, kita tetap dan justru membutuhkan penyertaan Tuhan, dan Dia janjikan memberi kita Pengurapan Baru (Fresh Annointing). Urapan itu bagai pelumas yang melumasi mesin agar tetap berjalan dengan lancar dan halus. Pelumas itu juga menjaga mesin dalam suhu optimal, sehingga tidak terlalu panas. Pelumas juga menjaga agar gesekan yang ada tidak melukai tiap bagian. Tetapi lebih dari itu, kita perlu mengenal bahwa Urapan Baru itu keluar dari Satu Pribadi Allah sendiri, Roh Kudus. Biarlah seluruh jemaat makin mengenali Pribadi itu secara personal, mengalami Roh Kudus bukan hanya sebagai bagian dari liturgi ibadah di gereja yang formal.   

Mengenal Roh Kudus lewat tiap sisi kehidupan kita yang dijamah dan diurapi oleh-Nya. Kita butuh sukacita, kita butuh ketulusan hati, kita butuh hikmat, kita butuh pimpinan dan pengajaran, namun kita juga butuh kelegaan, damai sejahtera dan keintiman. Kita butuh iman dan penyingkapan rahasia Ilahi dalam hidup ini. Mazmur 92:11 Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku dituangi dengan minyak baru; Marilah kita alami Tuhan Yesus Kristus lewati tahun 2026, dalam Pengurapan Baru (Fresh Annointing). 

Rhema Hari Ini

Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

Ulangan 8:17-18

Kekuatan untuk tetap bertahan dalam iman. Kemampuan untuk menikmati kelimpahan. Bahkan ketaatan untuk hidup saleh, semuanya hanya karena Anugrah TUHAN.