on on Hits: 294

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 18 Juli 2023 - Oleh Pdt. Peterus Rediwan.

Kidung Agung 7:10-13 - [7:10] Kepunyaan kekasihku aku, kepadaku gairahnya tertuju. [7:11] Mari, kekasihku, kita pergi ke padang, bermalam di antara bunga-bunga pacar! [7:12] Mari, kita pergi pagi-pagi ke kebun anggur dan melihat apakah pohon anggur sudah berkuncup, apakah sudah mekar bunganya, apakah pohon-pohon delima sudah berbunga! Di sanalah aku akan memberikan cintaku kepadamu! [7:13] Semerbak bau buah dudaim; dekat pintu kita ada pelbagai buah-buah yang lezat, yang telah lama dan yang baru saja dipetik. Itu telah kusimpan bagimu, kekasihku!

Kitab Kidung Agung menggambarkan hubungan Kristus dengan umat-Nya. Hubungan terjadi digambarkan seperti sepasang kekasih, antara mempelai pria dan wanita. Ada dua hal yang bisa dipelajari:

on on Hits: 297

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 11 Juni 2023 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Matius 25:9. Kisah ini tentang sepuluh anak dara, lima bijak dan lima bodoh. Ketika pengantin datang, pelita mereka sudah mulai padam. Lima anak dara yang bijak punya pelita dan persediaan minyak, lima yang bodoh tidak punya persediaan minyak. Ketika yang bodoh minta sedikit minyak, yang bijaksana berkata, buy for yourselves [KJV]. Belilah minyak untuk diri sendiri, bicara tentang milikilah minyak untuk dirimu sendiri, perjumpaan, keintiman untuk dirimu sendiri. Ketika kita dekat dengan Tuhan, bergantung pada Tuhan, menantikan Tuhan, ingat, itu untuk diri sendiri; bukan soal dipamerkan. Ketika kita penuh firman, meresponi masalah sesuai dengan firman Allah, keuntungannya untuk diri kita sendiri, bukan supaya kita menjadi lebih dari orang lain. Ketika penuh dengan Roh Kudus dan ijinkan hidup dipimpin Roh Kudus, ingat, bukan berarti kita lebih baik dari orang lain. Selama ada waktu, jalin hubungan dengan Tuhan, itu untuk diri kita sendiri. Mengertilah isi hati Tuhan.

on on Hits: 320

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 4 Juni 2023 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Waktunya akan dipersingkat karena orang percaya. Tanda zaman Tuhan hampir datang. Pengalaman setiap hari dengan Tuhan akan menyempurnakan kita. Pengalaman menanti Tuhan adalah pengalaman pribadi. 2 Samuel 18:24 -  Adapun Daud duduk di antara kedua pintu gerbang sedang penjaga naik ke sotoh pintu gerbang itu, di atas tembok. Ketika ia melayangkan pandangnya, dilihatnyalah orang datang berlari, seorang diri saja. Peristiwa ketika Daud duduk seorang diri ketika dia sedang dikudeta oleh anaknya sendiri. Daud tetap duduk di posisinya menantikan Tuhannya sendirian. Punyalah pengalaman pribadi. Tuhan bisa berikan terobosan. Mulailah berdoa, nantikan Tuhan secara pribadi.

on on Hits: 263

Ringkasan Khotbah Ibadah Pentakosta, 28 Mei 2023 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Lima puluh hari Pentakosta pertama 3.000 orang mati. Pentakosta sesudah Yesus bangkit, Roh Kudus dicurahkan. Tiga ribu orang diselamatkan dari semua bangsa yang tadinya tidak tahu firman Allah, mereka hanya bergantung waktu mendengar firman disampaikan, Roh Kudus bekerja. Ketika kita coba andalkan kekuatan kita sendiri hasilnya binasa, tapi ketika mau bersandar pada kekuatan Allah hasilnya kita akan diselamatkan, terima terobosan, menikmati kebangkitan yang Tuhan kerjakan. Ijinkan Roh Kudus itu memimpin dan mengingatkan kita untuk masuk dalam rencana-Nya.

Yohanes 14:16 - Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

on on Hits: 361

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 21 Mei 2023 – Oleh Pdt. Henny M. Assa

Pandangan kita terhadap Yesus menyatakan percaya/iman kita terhadap Yesus. Cara kita memandang Yeus akan menentukan apa yang akan kita terima dari Dia. Karena itu adalah iman kita. Cara memandang itu menentukan seberapa dekat kita dengan Dia dan sejauh mana kita mengenal Dia.

Markus 8:27-29 - [8:27] Kemudian Yesus beserta murid-murid-Nya berangkat ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Kata orang, siapakah Aku ini?" [8:28] Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi." [8:29] Ia bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Petrus: "Engkau adalah Mesias!"

Jawaban-jawaban mereka berbeda, tergantung dari cara pandang mereka terhadap Yesus. Siapakah Yesus bagimu?

Pesan Gembala

Ps. Andrew M. Assa

PESAN GEMBALA 2026

Di akhir 2025 artinya seperempat dari abad 21 telah kita lampui. Ada kemajuan teknologi yang kita bisa saksikan dan alami yang membuat kita kewalahan mengikutinya tetapi di sisi lain begitu tergantung kepadanya. Selain itu, tetap saja ada keterbatasan dari semua kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk bisa menjaga keamanan dan keselamatan manusia. Hidup dan mati tiap manusia tidak bisa diprediksi dengan seberapa akrabnya dia dengan teknologi keselamatan itu.

Di awal tahun 2025 Kecerdasan buatan (Artificial Intelegence) terus mengalami perkembangan pesat. Pada Januari 2025, beberapa perusahaan teknologi besar meluncurkan model AI terbaru yang lebih canggih dan efisien. DeepSeek AI, OpenAI, dan Google DeepMind bersaing dalam menghadirkan model bahasa yang lebih kuat dengan kemampuan multimoda. Sementara itu, penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari semakin meluas, mulai dari otomatisasi pekerjaan hingga integrasi dalam perangkat pintar rumah tangga. Tidak heran bahkan sampai anak-anak kecil sangat mahir sekali menggunakan Gemini di telepon selular untuk mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) mereka, daripada bersusah payah mencari literatur.

Pada tanggal 21 April 2025, pemimpin umat Katolik Paus Fransiskus meninggal di Vatikan. Dan bulan Mei 2025, Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat, terpilih menggantikan Paus Fransiskus yang wafat bulan sebelumnya, dikenal sebagai Paus Leo XIV sebagai pemimpin baru Gereja Katolik.

Pada 25-28 Agustus, di Indonesia terjadi demonstrasi besar buruh dan mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR menuntut pembubaran DPR, penolakan kenaikan gaji anggota DPR, dan kebijakan perburuhan lebih baik, yang berujung ricuh dan korban tewasnya pengemudi ojek online. 

Di penghujung November 2025, bencana banjir dan tanah longsor melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Senin (22/12/2025) pukul 08.00 WIB, bencana ini telah mengakibatkan 1.090 orang meninggal, 186 orang hilang, dan sekitar 7 ribu orang terluka.

Semua peristiwa terjadi silih berganti, belum lagi kalau berbicara kecelakaan moda transportasi. Tanggal 29 Januari 2025 terjadi tabrakan antara pesawat komersil American Eagle 5342 yang hendak mendarat di Bandara Ronald Reagen, Washington. Tragisnya, bertabrakan justru dengan helikopter Sikorsky UH-60 Black Hawk milik Angkatan Darat AS, dan terjadi di ibukota negara maju yang notabene begitu canggih sistem radar dan teknologi keamanan penerbangannya. Dalam kecelakaan tersebut seluruh awak dan penumpang kedua pesawat itu menjadi korban.

Belum lagi, 12 Juni 2025 terjadi kecelakaan pesawat Air India, Penerbangan 171 yang baru saja mengudara (setelah 30 detik lepas landas). Pesawat kemudian kehilangan daya angkat dan jatuh di blok Asrama B.J. Medical College, Amhmedabad. Ironisnya, pesawat tersebut terbilang pesawat baru Boeing 787-8 yang tidak pernah punya riwayat insiden kecelakaan yang besar. Menewaskan setidaknya 269 orang, 241 orang di dalam pesawat dan 28 orang di darat.

Belum lagi moda transportasi darat: kecelakaan di jalan, baik tunggal ataupun karambol, tabrak belakang. Dan beberapa hari menjelang Natal kecelakaan bus terjadi 22 Desember 2025, di Simpang Tol Krapyak Semarang yang memakan korban 16 jiwa. Justru terjadi sesudah pintu tol Kalikangkung dan setelah pergantian kru bus.

Peristiwa demi peristiwa terjadi di sekitar kita dan menbuat kita kewalahan untuk mencerna dan memahaminya, tidak ada tempat yang aman di dunia ini. Tidak ada satu moda transportasi yang kebal terhadap musibah dan celaka dan kita harus menggunakannya dalam keseharian. Tapi kabar baiknya, ada ajakan dari Juruselamat (Yesus) kepada kita Matius 11:28,29 Datanglah kepada-Ku kamu semua yang lelah, dan merasakan beratnya beban; Aku akan menyegarkan kamu. Ikutlah perintah-Ku dan belajarlah daripada-Ku. Sebab Aku ini lemah lembut dan rendah hati, maka kamu akan merasa segar. (BIMK) Dalam terjemahan bahasa Inggris CEV …I will give you rest. …and you will find rest. Tuhan akan memberi kita istirahat, kita akan menemukan tempat istirahat. Tawaran ini bukan bicara tentang besok di dalam kekekalan, tetapi justru ketika kita masih di dunia dan masih harus bekerja dan beraktivitas.

Bagi kita jemaat COTW tahun 2025 menjadi Tahun Kairos (Tahun Kebetulan Ilahi) bagi kita. Kebetulan Ilahi bukan hanya terbatas tentang berkat yang kita bisa lihat dan ukur, tetapi sebetulnya ada banyak Kebetulan Ilahi yang kita alami. Tuhan luputkan dari yang jahat atau celaka, Tuhan beri kesehatan dan kesempatan baru. Tuhan beri hikmat untuk ambil keputusan sehingga terhindar dari kebuntungan. Ataupun Tuhan ijinkan kita lewati lembah air mata, untuk kita melihat bahwa manusia hidup juga dari setiap Firman yang kita imani dan alami. Tuhan menyertai lewat semua peristiwa besar dan kecil, dan mendatangkan keberuntungan/keselamatan buat kita.

Memasuki tahun 2026, kita tetap dan justru membutuhkan penyertaan Tuhan, dan Dia janjikan memberi kita Pengurapan Baru (Fresh Annointing). Urapan itu bagai pelumas yang melumasi mesin agar tetap berjalan dengan lancar dan halus. Pelumas itu juga menjaga mesin dalam suhu optimal, sehingga tidak terlalu panas. Pelumas juga menjaga agar gesekan yang ada tidak melukai tiap bagian. Tetapi lebih dari itu, kita perlu mengenal bahwa Urapan Baru itu keluar dari Satu Pribadi Allah sendiri, Roh Kudus. Biarlah seluruh jemaat makin mengenali Pribadi itu secara personal, mengalami Roh Kudus bukan hanya sebagai bagian dari liturgi ibadah di gereja yang formal.   

Mengenal Roh Kudus lewat tiap sisi kehidupan kita yang dijamah dan diurapi oleh-Nya. Kita butuh sukacita, kita butuh ketulusan hati, kita butuh hikmat, kita butuh pimpinan dan pengajaran, namun kita juga butuh kelegaan, damai sejahtera dan keintiman. Kita butuh iman dan penyingkapan rahasia Ilahi dalam hidup ini. Mazmur 92:11 Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku dituangi dengan minyak baru; Marilah kita alami Tuhan Yesus Kristus lewati tahun 2026, dalam Pengurapan Baru (Fresh Annointing). 

Rhema Hari Ini

Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

Ulangan 8:17-18

Kekuatan untuk tetap bertahan dalam iman. Kemampuan untuk menikmati kelimpahan. Bahkan ketaatan untuk hidup saleh, semuanya hanya karena Anugrah TUHAN.