Didudukkan Di Tempat Surgawi
Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; text-align:center; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
Ringkasan Khtobah Minggu Pagi, 16 Oktober 2022 Oleh Pdt. Andrew M. Assa
Tempat yang surgawi sama seperti kita berdoa Bapa kami, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Tuhan bisa menempatkan kita di tempat surgawi sekalipun kita masih ada di bumi. Ketika bangsa Mesir mengalami 10 tulah, bangsa Israel juga di tanah Mesir. Bagi orang Mesir kutuk itu terjadi, tapi bagi umat Tuhan yang ada di Gosyen kutuk itu tidak pernah terjadi, padahal letak geografisnya sama. Gosyen punya pengertian dibawa mendekat kepada Tuhan.

