Lunas Oleh Darah

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Ibadah Jumat Agung, 29 Maret 2024 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Yesus menebus kita dari dosa dengan lunas. Lunasnya bukan oleh darah salah satu rasul yang paling hebat, bukan oleh darah malaikat, namun oleh darah-Nya sendiri. Pengertian lunas bukan hanya ditebus, tapi ada kuasa Kristus yang memperlengkapi kita. Wahyu 5:9 - Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. Di dalam Kerajaan Sorga ada satu nyanyian yang dinaikkan oleh orang-orang percaya.Yang disebut Engkau adalah Sang Anak Domba yaitu Yesus yang lahir di Migdal-Eder kandang khusus domba korban yang dipersiapkan untuk disembelih di Bait Allah, di Yerusalem. Yesus Anak Domba Allah yang tersembelih. Dengan darah Yesus sendiri, kita sudah dibeli dari tiap suku, bahasa (dialek), dan bangsa. Dan harga pembeliannya terlalu mahal, itulah anugerah (pemberian cuma-cuma, sangat berharga, tak ternilai). Sebetulnya karena jatuh dalam dosa, kita menerima kutuk. Ulangan 28, ayat 1-14 ada 14 berkat bagi orang yang taat dan ayat 15-68 ada 54 kutuk bagi orang yang tidak sungguh-sungguh mendengarkan suara Tuhan dan tidak melakukan dengan setia. Ulangan 28:68, Tuhan akan membawa mereka kembali pada posisi awal jadi budak namun tidak ada yang mau beli karena tidak layak. Wahyu 5:9, Yesus rela disembelih supaya dengan darah-Nya Dia beli semua orang bagi Allah.

Yesus Datang Pada Waktu Yang Tepat

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Siang, 24 Maret 2024 Oleh Pdt. Iwan Artiyanto.

 

Matius 14:22-33. Ayat 23 - Setelah itu Ia naik ke sebuah bukit untuk berdoa. Hari sudah malam ketika murid-murid-Nya mengalami kesukaran di tengah danau. Mereka dilanda angin ribut dan harus bergumul melawan gelombang yang besar [FAYH].... Peristiwa ini terjadi di danau Galilea. Setelah Yesus memberi makan 5.000 orang, Dia berikan perintah kepada murid-murid supaya bertolak ke seberang dari Betsaida ke Kapernaum. Dalam perjalanan, perahu mereka dihantam angin ribut. Angin ini berlawanan dengan arah mereka. Mereka ada dalam kesukaran, tantangan. Setelah Yesus perintahkan orang-orang banyak pulang. Yesus seorang diri berdoa. Perahu bicara tentang perjalanan hidup, usaha dll. Bisa terjadi hal yang baik atau buruk. Mereka ada dalam situasi kesukaran, dalam masalah. Dalam kehidupan kita tak lepas dari tantangan. Apakah kesukaran yang mereka alami karena kesalahan mereka? Tidak, mereka taat pada perintah Yesus. Ketika kita dalam kesukaran:

Apapun Masanya Lawatan-Nya Tetap Ada

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 10 Maret 2024 Oleh Pdt. Yani Arfianto

 

Yesaya 28:23-29 - [28:23] Pasanglah telinga dan dengarkanlah suaraku; perhatikanlah dan dengarkanlah perkataanku! [28:24] Setiap harikah orang membajak, mencangkul dan menyisir tanahnya untuk menabur? ... [28:28] Apakah orang waktu mengirik memukul gandum sampai hancur? sungguh tidak, orang tidak terus-menerus memukulnya sampai hancur! Dan sekalipun orang menjalankan di atas gandum itu jentera gerobak dengan kudanya, namun orang tidak akan menggilingnya sampai hancur. [28:29] Dan ini pun datangnya dari TUHAN semesta alam; Ia ajaib dalam keputusan dan agung dalam kebijaksanaan.

 

Gambaran bagaimana pemulihan bagi bangsa Israel, digambarkan lewat pertanian. Yesaya ingatkan tidak selamanya mengalami dipukul-pukul. Ada masanya Tuhan ijinkan kita lewati masa pergumulan. Ada masanya bersorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya. Ayat 29, di dunia ini ada waktunya,....

Siap Alami Terobosan

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Siang, 17 Maret 2024 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Tuhan yang menciptakan waktu, tidak terkendala oleh waktu. Di hari keempat Tuhan ciptakan benda-benda langit untuk menentukan waktu. Kita di dalam waktu, tapi tidak bisa maju atau mundur dari waktu yang ada. Kabar baiknya, Tuhan pencipta segalanya, jadi tidak terikat oleh waktu. Biarlah kita bersiap untuk alami terobosan. Persoalannya, apakah kita mengimani?

Tuhan Beri Tepat Masanya

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 3 Maret 2024 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Ada perkara yang tidak bisa kita kendalikan, kita mungkin bisa mengatasinya tapi tidak bisa mengendalikannya. Waktu juga tidak bisa kita kendalikan. Kabar baiknya, ketika kita mendengar Firman, kemudian Firman kita imani, kita sedang ijinkan Allah tinggal dalam kita. Bukankah Firman adalah Allah sendiri? Ketika Allah bekerja, Tuhan beri tepat pada masanya.