15 April 2019
Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!
Hidup dengan empati saat kita hidup dalam kasih karunia Allah.
Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!
Hidup dengan empati saat kita hidup dalam kasih karunia Allah.
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.
Jangan sombong, kita diselamatkan dan bisa taat pada Firman, semata karena kasih karunia Allah.
Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN. Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.
Karena menyadari dan hidup dalam kasih karunia Allah, maka Nuh dapat hidup saleh dan bergaul dengan Allah. Demikian juga kita.
Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.
Saat kita hidup di dalam kasih karunia Allah, kita akan bisa mengasihi Allah dan sesama.
Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.
Saat kita mengakui bahwa Allah beserta kita di tiap keadaan/keputusan, Dia akan taruh hikmat-Nya sehingga kita diluputkan-Nya dari keputusan yang salah.