Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 4 Oktober 2026 – Oleh Pdt. Andrew M.Assa
Dimana tempat yang paling aman? Tempat yang paling aman adalah di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kalau kita berharap pada dunia, dunia itu satu kali bisa tergoncangkan. Mazmur 33:10-12. Kalau kita imani firman Allah, waktu kita dengar dan taruh dalam hati kita, firman itu adalah isi hati Tuhan, kasih Allah juga rencana Tuhan. Rancangan hati-Nya bahkan turun-temurun.
Roh Kudus adalah Roh Kehidupan dan Roh Api. Ibrani 12:25-29 - ... Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan.
Penulis ibrani mengatakan jangan menolak dia yang menyampaikan firman Allah. Di zaman Perjanjian Lama orang-orang menolak suara nabi yang menyampaikan firman Allah di bumi, mereka tidak luput dari hukuman. Sama seperti ketika di zaman Elia semua orang menolak, ada hukuman. Di zaman nabi Yeremia, 40 tahun dia sampaikan firman Allah tapi semua menolak firman. Bukan berarti Tuhan menghukum, bukan! Ingat, Tuhan bukan penghukum, tapi kalau tidak taat pasti akan terima konsekuensi. Secara alamiahnya hukum maut selalu mengatakan kalau tidak taat pasti mati. Hukum Allah kalau engkau taat, engkau akan hidup. Kalau engkau mungkin pernah salah, tapi kalau engkau kembali kepada Tuhan, maka engkau akan dihidupkan, apapun yang sudah mati dihidupkan. Dia yang berbicara dari surga--Yesus datang dari surga, Dia wujud kasih Allah yang menjelma menjadi manusia dan Dia sampaikan firman-Nya. Ayat 26, segala sesuatu di dalam dunia, bumi atau langit satu kali akan tergoncang. Itu sebabnya jangan taruh harapan kita kepada semua yang bisa tergoncangkan. Ayat 27, Tuhan izinkan memang semua yang di dalam dunia ini bisa tergoncangkan supaya yang tidak tergoncangkan itu akan terbukti. Ayat 28, kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan. Waktu kita menerima Yesus, kita menerima keselamatan dan penebusan. Kita adalah milik, bahkan kita adalah anak-anak Allah, warga Kerajaan Surga. Sehingga sekalipun kita masih ada di dalam dunia yang bisa tergoncangkan, kita dipelihara oleh identitas warga Kerajaan Surga yang tak tergoncangkan.
Ayat 29, Allah adalah api yang menghanguskan. Apa pengertian Dia api yang menghanguskan? Kadangkala kita tidak seirama dengan Tuhan karena pola pikir kita api yang menghanguskan adalah api yang membunuh, menghukum, persis seperti pola pikir murid-murid Yesus. Lukas 9:53-54. Peristiwanya adalah waktu itu Yesus dan murid-murid hendak lewat melintas Samaria, tapi menerima penolakan. Sikap dua murid--Yakobus dan Yohanes--karena Samaria tidak mau menerima, mereka mulai berkata, “Tuhan, apakah Engkau mau kami menyuruh api turun dari langit untuk menghancurkan mereka, seperti yang dilakukan Elia?” [IMB] Mereka teringat, mereka punya kuasa. Yesus menegur mereka. Setiap kita juga punya kuasa. Hati-hati dengan mulut kita, karena mulut kita penuh kuasa. Yesus datang bukan untuk membinasakan. Satu kali waktu Yesus akan datang sebagai Hakim, tapi sekarang Dia masih datang sebagai Juruselamat untuk menyelamatkan jiwa. Yesus tegas dengan dosa tapi Dia lemah lembut, mengasihi orang yang berdosa. Gereja Tuhan harus demikian. Berapa banyak kali kita keliru, kita menghakimi begitu keras orang berdosa, tapi dalam kehidupan pribadi kita melakukan dosa yang sama tapi tidak kelihatan. Ingat, tidak ada yang tersembunyi di hadapan Tuhan. Inilah yang Yesus katakan, “Jadi roh apa yang ada padamu?”
1 Raja-raja 18:38, pertandingan antara Elia dengan 450 nabi-nabi Baal dan 400 nabi-nabi Asyera. Api Tuhan turun menyambar habis korban dari Elia, bahkan air di parit habis dijilat. Kalau di zaman Elia, murka Allah lebih berkuasa daripada korban binatang. Tapi di zaman Yesus, korban Yesus lebih besar dari murka Allah waktu Yesus tunjukkan anugerah-Nya dan Dia serahkan diri-Nya sebagai korban.
Ibrani 10:8-10. Semua korban yang dipersembahkan menurut aturan hukum Taurat tidak pernah bisa menandingi dan benar-benar mencapai kekudusan Allah. Korban sejati yang dikehendaki Allah yang benar-benar lebih besar daripada murka Allah hanya korban Yesus.
Ibrani 10:15-17. Sesudah Perjanjian Lama yang diingkari dan tidak bisa ditaati oleh manusia, Tuhan buat Perjanjian Baru bukan melibatkan korban domba tapi korban diri-Nya. Roh Kudus memberikan pernyataan kepada kita, di dalam Roh Api itu Tuhan menuliskan firman-Nya di dalam hati kita, di akal budi kita. Tuhan tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan kita karena kuasa korban Yesus lebih besar dari murka Allah.
Ibrani 10:25,29,39. Mari tetap beribadah karena waktu kita beribadah kita sedang izinkan rencana Allah masuk dalam hidup kita yang akan tetap memelihara hidup kita di tengah dunia yang bisa tergoncang. Selama masih ada kesempatan, jangan hina dan abaikan kasih karunia Allah. Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.
Amin.

