Ringkasan Khotbah Minggu Siang, 7 Desember 2025 Oleh Pdt. Andrew M. Assa
Kejadian 5:28-29 - [5:28] Setelah Lamekh hidup seratus delapan puluh dua tahun, ia memperanakkan seorang anak laki-laki, [5:29] dan memberi nama Nuh kepadanya, katanya: "Anak ini akan memberi kepada kita penghiburan dalam pekerjaan kita yang penuh susah payah di tanah yang telah terkutuk oleh TUHAN." Ketika Nuh lahir, Lamekh orangtuanya sedang susah payah, masih harus kerjakan tanggung jawab. Kalau Tuhan masih pimpin kita saat ini, Tuhan masih punya rencana. Tuhan selalu bertanggung jawab atas hidup kita. Kejadian 6:9, ....
Nuh memang hidup di situasi yang tidak menyenangkan, di situasi tanah yang sepertinya terkutuk, situasi yang tidak menguntungkan, tapi Nuh bergaul dengan Tuhan. Nuh dikategorikan orang benar dan tidak bercela, bukan berarti hidup tanpa dosa. Nuh ketika mengusahakan anggur, setelah berhasil anggur membuatnya mabuk. Kenapa Nuh bisa hidup benar dan tidak bercela? Ayat 8, Nuh mendapat kasih karunia Tuhan.
Anugerah yang nyata dalam wujud Yesus itu sudah kita alami. Anugerah kita ditebus dari dosa, tidak ada kutuk yang mengikatnya. Kita masih mengerjakan tanah yang rasanya terkutuk, tapi kita berdiri di atas kasih karunia Allah. Yesaya 54:14. Yesaya 52-53 nubuat Yesus akan disalibkan, wujudnya Yesaya 54. Ada perkara-perkara menakutkan, tapi Yesus akan berikan kebetulan-kebetulan ilahi. Kadang kita tidak tahu ada kekejutan di sekitar kita, tapi ada pemeliharaan Tuhan. Ada banyak bahaya Tuhan luputkan karena kita berdiri di atas kebenaran. Kejadian 6:15-16. Nuh diberi tanggung jawab membuat bahtera panjang 300 hasta = 150m. Dimensi yang sangat besar, lebar 50 hasta= 25 m, tinggi 30 hasta = 15 meter. Bahtera tentu tidak sembarangan. Ingat, Nuh hanya seorang petani, bukan itu sarjana tehnik sipil. Tanggung jawabnya terlalu berat, tapi anugerah Tuhan menyediakan hikmat, sumber daya, bahan yang diperlukan sehingga mereka bisa mengerjakan bahtera itu. Bahtera harus bisa menanggung isinya yang jutaan ton. Bahtera dibuat 120 tahun lamanya. Anugerah Tuhan mewujudkannya.
Kita butuh anugerah Tuhan. Ada anugerah Tuhan. Kejadian 6:19-20. Bahtera sudah selesai. Di jaman itu belum pernah terjadi hujan Kejadian 2:5. Mungkin banyak orang mengolok. Nuh juga punya tugas membawa binatang segala jenis, mungkin dia kewalahan. Ketika Nuh tetap berdiri di atas anugerah Kejadian 7:15, binatang-binatang itu datang kepadanya. Untuk mengisi bahtera sesuai kehendak Tuhan Nuh kerjakan semampunya, tapi Tuhan kerjakan jauh lebih dari yang kita pikirkan dan doakan. Kalau Allah berfirman alam tidak ada yang protes. Mungkin semesta hidup kita sedang gelap, kenapa kita tidak percaya firman, malah lebih mempercayai fakta? Bahkan dunia kematian pun takluk pada firman. Berdirilah di atas firman. Setelah terkumpul tepat momentumnya Tuhan menutup pintu bahtera, Kejadian 7:16. Kalau Tuhan yang menutup tidak bisa dibuka lagi dan tidak ada kebocoran dalam bahtera. Hujan badai menenggelamkan semua orang, tapi justru membuat bahtera makin naik. Orang benar akan makin naik. Tuhan yang punya rencana, jangan kehilangan momentum yang tepat. Tuhan pelihara semua yang ada di bahtera, tidak ada kematian. Satu tahun satu bulan tujuh belas hari di dalam bahtera tidak keluar dan dipelihara Tuhan. Maukah kita percaya?
Peristiwa keluar dari bahtera Nuh Kejadian 8:1, Allah mengingat Nuh, Allah ingat tanggung jawab kita. Bahtera itu tidak ada kendali, Tuhan yang kendalikan. Kejadian 8:4 bahtera itu kandas di Ararat (= kutuk yang dibalikkan). Lamekh bekerja pada tanah yang terkutuk, tapi Nuh di dalam anugerah Tuhan mendarat di tanah anugerah karena kutuk sudah dibalikkan. Tuhan selalu punya rencana, tanah tempat kita berpijak adalah Ararat-mu. Nuh tidak sempurna, Kejadian 9:20-21, Nuh mabuk. 2 Petrus 2:5, Nuh pemberita kebenaran, Nuh tidak pernah berkhotbah tapi hidupnya jadi kesaksian.
Pelajaran dari bahtera Nuh :
1. Jangan lupa masuk ke dalam bahtera.
2. Ingat: kita ada di dalam bahtera yang sama.
3. Miliki perencanaan. Ingat, belum pernah ada hujan waktu Nuh membuat bahtera.
4. Tetaplah bugar. Pada usia 60 tahun, siapa tahu ada yang mempercayakan proyek yang besar.
5. Jangan terganggu dengan kritik, tetaplah kerjakan tugasmu dengan setia.
6. Bangun masa depanmu di “tempat yang tinggi".
7. Untuk alasan keamanan, pergi (berjalanlah) berpasangan.
8. Kecepatan bukanlah ukuran keunggulan. Siput dan cheetah ada di dalam bahtera.
9. Ketika stress, istirahatlah sejenak (mengapung saja).
10. Bahtera dibangun oleh amatir, Titanic dibangun oleh profesional.
11. Tidak peduli dengan badai melanda, bila ada dalam kehendak Tuhan, pasti ada pelangi sesudahnya.
Amin.

