Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 23 November 2025 Oleh Pdt. Andrew M. Assa
Galatia 6:9. Ketika kita lakukan yang baik, kadang buahnya tidak langsung. Tapi jangan bosan lakukan yang baik, jangan bosan beriman. Iman bukan hanya dikerjakan kalau di gereja, iman harus nyata dimana pun kita berada, harus gunakan iman yang sama. Ketika kita berbuat baik karena kita beriman, tetap akan ada tuaian. Ada satu pribadi yang “sempat hampir lelah beriman”. Kejadian 15:1 - Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar." Kadang kala kita mulai berpikir saya sudah beriman, sudah lakukan yang baik, tapi kenapa tuaian belum muncul?
Dalam Terjemahan Bahasa Indonesia ayat ini diawali dengan kata “kemudian”. Dalam terjemahan lain menggunakan kata-kata “sesudah itu”. Jadi ada satu peristiwa sebelumnya. Kejadian 14. Ketika Abraham keluar dari Urkasdim, sebetulnya Tuhan ingin dia keluar sendirian. Tapi Abraham sempat mengajak Lot keponakannya. Abraham dan Lot punya keluarga dan punya ternak. Mereka sama-sama diberkati. Ketika domba mereka makin bertambah banyak, gembala Lot dan gembala Abraham mulai berebut lahan. Abraham punya sikap tidak baik kalau konflik, lebih baik mereka berpisah. Abraham yang lebih tua memberi kesempatan pada Lot untuk memilih lebih dulu. Lot memilih tempat di lembah Sodom. Kejadian 14:11-12, Lot dan keluarganya ikut ditawan Kedorlaomer. Ayat 14, Abram yang lebih senior ketika dengar Lot ditawan musuh, dalam keterbatasannya tidak bosan berbuat baik. Dia selamatkan Lot. Abram pasukannya hanya 318--bukan prajurit terlatih. Ketika seirama dengan Pencipta yang setia, sumber daya yang terbatas Tuhan buat sanggup mengalahkan.
Kenapa kita harus tetap lakukan yang baik?
1. Roma 2:4-7.
Karena kita hidup di dalam kemurahan Tuhan. Kita berbuat baik bukan supaya dibalas. Ayat 4. Abraham menolong saudaranya karena dia sadar itu karena kemurahan Allah. Ketika dia harus melawan pasukan Kedorlaomer yang ribuan, sedangkan sumber dayanya 318 orang, di dalam kemurahan Allah bisa mengalahkan yang ribuan. Pencipta kita yang setia, kasih setia-Nya melampaui kehidupan kita yang terbatas.
2. 1 Petrus 2:15.
Kita hidup di dalam iman, itu membungkam mulut iblis. Contoh: Daniel 6:6. Ketika Daniel ditawan--mulai dari raja Nebukadnezar sampai zaman raja Darius. Di zaman raja Darius kerajaannya berbeda, tapi Daniel tetap dipakai. Bukan berarti dia penjilat tapi karena Daniel hidup dengan iman. Dia dipromosikan menjadi orang kedua--tangan kanan raja Darius bersama dua orang yang tidak kenal Tuhan. Mereka iri karena raja Darius lebih dekat kepada Daniel. Daniel punya integritas, tidak punya muslihat sehingga dia dekat dengan Darius. Mereka coba cari kesalahan Daniel tapi tidak temukan. Mereka merancang dengan muslihatnya dalam hal ibadah Daniel, sehingga raja Darius membuat peraturan dalam sebulan semua orang dalam kerajaan tidak boleh berdoa, memohon kepada siapapun kecuali kepada raja penguasa tertinggi. Ayat 11. Rasanya tidak ada pertolongan, tapi Daniel tetap terhubung dengan Tuhan--Daniel berdoa kepada Tuhan bukan memohon kepada raja. Dua orang ini melaporkan kepada raja bahwa Daniel sudah melawan peraturan raja. Hati raja menjadi sedih ketika dia tahu bahwa dia sedang diperalat. Seorang yang berbuat baik karena iman, karena hidup dalam kemurahan, hidupnya jadi berkat buat orang. Daniel dimasukkan ke gua singa. Ayat 17 - ... "Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau!" Raja kafir ketika lihat Daniel yang jujur ini raja tidak sanggup merubah surat perintah ini, tapi dia punya iman. Ketika hidup dalam kemurahan dan hidup dalam iman, Daniel boleh ada di gua singa, tapi tidak berbau manusia. Tidak ada satu singa yang memangsanya karena ada kemurahan Allah yang jadi perisai dan pagar tembok. Ada iman yang mengalahkan dunia ini. Daniel dipelihara Tuhan, bahkan raja tidak bisa tidur. Ayat 20-21, rupanya iman Daniel tetap menular. Raja Darius melihat ada Tuhan dalam hidup Daniel. 1 Yohanes 5:4, iman mengalahkan dunia.
3. 1 Petrus 4:19.
Alami Tuhan. Dia tetap Allah yang setia, yang menciptakan hidup kita. Tuhan pencipta kita yang setia, tetap bertanggung jawab atas hidup kita.
Kejadian 14:18-20. Ketika Abram dengan 318 pasukannya bisa kalahkan Kedorlaomer dan membebaskan raja Sodom dan Gomora, mereka kemudian mau membalas budi. Ayat 17. Abram lakukan yang baik karena dia hidup dalam kemurahan, hidup dalam iman, karena dia mengalami Tuhan. Abraham terima tiga berkat: blessing of elevation (berkat untuk diangkat), blessing of dominion (berkat untuk menguasai), blessing of possession (berkat untuk memiliki). Abram memberikan perpuluhan karena dia tahu dia mengalami Tuhan.
Amin.

