Rahasia Kekuatan Dalam Tuhan

. Hits: 393

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 18 September 2022 - Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Mungkin ada di antara kita saat ini seperti sedang kehilangan pengharapan, putus asa dan kecewa. Kabar baiknya, rancangan Allah adalah rancangan kebaikan. Lewati semua permasalahan, seringkali yang mengalahkan kita bukan keadaan tapi waktu yang lama. Ketika kita hadapi waktu yang lama kita mulai berpikir kenapa harus seperti ini. Rahasia kekuatan di dalam Tuhan. Belajar dari kehidupan Abraham, ketika Allah menjadi jawaban buat kita.

Bicara tentang darah Anak Domba bukan lagi darah korban domba yang kita bawa tapi darah Yesus sendiri. Dalam hukum Taurat ada 5 korban utama yang tertulis dalam Imamat pasal 1-5. Imamat 1 tentang korban bakaran. Imamat 2 tentang korban sajian (tepung dan minyak terbaik). Imamat 3 korban keselamatan. Imamat 4 korban penghapus dosa—korban paling utama. Imamat 5 korban penebus salah. Empat di antaranya harus melibatkan binatang, tapi hanya 3 korban yang disembelih, yaitu korban bakaran (Imamat 1:4), korban keselamatan (Imamat 3:2), korban penebus salah (Imamat 4:4). Itu bicara tentang binatang yang disembelih. Setiap kali orang berkorban, korban disembelih dan langsung mati, ini polanya—domba dan lembu. Beda dengan korban Yesus di kayu salib, itu adalah korban yang sejati. Ketika Yesus disalib, kenapa Yesus harus disiksa dulu, tidak langsung disembelih dan langsung mati, padahal di polanya lembu atau kambing tidak disiksa tapi langsung disembelih dan mati? Yesaya 53:4,5. Upah kutuk yang seharusnya kita terima ditimpakan kepada Yesus. Matius 8:17. Penebusan dosa itu yang utama, tapi ketika Dia disiksa, oleh bilur-bilur-Nya kita disembuhkan secara jasmani dan rohani. Kita adalah orang-orang yang sudah ditebus.

Ketika kita terima tubuh dan darah Yesus, Yesus berkata peringatilah kematian-Ku. 1 Korintus 11:24. Yesus yang utuh tubuh-Nya rela terpecah supaya kita yang sudah terpecah-pecah diutuhkan kembali, supaya tergenapi Dia tanggung segala kelemahan, sakit penyakit kita, Dia sudah bayar lunas di kayu salib. Kadang kala ada proses diutuhkan kembali (Markus 4:20). Imani saja firman Allah, 1 Yohanes 4:17.

Abraham ketika mau masuk dalam penggenapan janji Allah, sepertinya menunggu waktu lama. Roma 4:18-22. Abraham tidak ada dasar berharap tapi Abraham tetap percaya. Ayat 20, terhadap firman Allah jangan bimbang, beriman terhadap janji Allah. Kalau Allah berfirman, Allah berkuasa genapi janji-Nya, tugas kita mengimani firman. Ayat 22, ketika Abraham mengimani Allah, itu yang dijadikan pada Abraham.  Faktanya Abraham sudah uzur, tapi dia mengimani firman. Apa yang kita imani? Seringkali fakta yang diimani, tapi Abraham mengimani firman. Ada Tuhan yang bertindak memberikan kekuatan rohani, Daniel 10:19, 2 Timotius 2:1. Allah adalah Allah yang bekerja lengkap atas roh, jiwa dan tubuh kita. Kejadian 18:1-2. Ayat 1, kejadian ini satu tahun sebelum Abraham punya anak. Kejadian 18:2,7. Ketika Abraham bertemu tiga malaikat, Abraham sudah tua (99 tahun) tapi dia berlari menyongsong mereka dan sujud ke tanah, masih bisa mengejar anak lembu untuk diolah. Galatia 3:7,9 - Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham. Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu.

Rencana Allah, Allah ingin nyatakan. Secara fisik melihat waktu rasanya kita tidak mungkin, tapi Allah tetap punya kuasa yang lebih besar dari kelemahan kita. Dan Allah bekerja juga untuk Sarah. Kejadian 20:1-2, Sarah berumur 89 tahun, Abimelekh raja Gerar masih jatuh hati kepada Sarah. Kalau Allah persiapkan Abraham tetap bugar untuk menggenapi janji Allah, Allah juga persiapkan Sarah lengkap dan utuh. 1 Petrus 3:6 - Even as Sara obeyed Abraham, calling him lord: whose daughters ye are, as long as ye do well, and are not afraid with any amazement [KJV]. Imani saja firman Allah, para wanita terima berkat Sarah. Karena rancangan Allah adalah rancangan kebaikan, hari depan yang penuh pengharapan. Allah adalah Allah yang mau memberkati roh, jiwa dan bugarkan tubuh kita untuk nikmati janji Allah, masuk dalam penggenapan janji Allah.

Amin.