16 Januari 2021
Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
Masihkah Yesus menjadi Mesias dalam hidup kita? Atau tanpa sadar kita merasa bahwa kebaikan dan kesalehan kita bisa selamatkan kita?
Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
Masihkah Yesus menjadi Mesias dalam hidup kita? Atau tanpa sadar kita merasa bahwa kebaikan dan kesalehan kita bisa selamatkan kita?
"Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
Kita diselamatkan dan ditebus hanya oleh Yesus, lewat korban hidup-Nya sendiri. Bukan oleh kesalehan dan ketaatan kita.
Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.
Manusia yang kekuatannya di dalam Allah, tidak tergantung pada kondisi alamiah dan fakta lahiriahnya. Karena kuasa Allah melampaui kemustahilan.
Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu.
Kita ini hanya debu, kalau manusia bisa se-luar-biasa sekarang dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, itu semua karena Tuhan hembusi nafas hidup-Nya dalam kita. Karena itu jangan jemawa, tetaplah bergantung pada-Nya!
janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.
Kadang manusia lebih percaya janji pertolongan dari sesamanya. Allah berjanji menyertai dan memegang hidup kita dengan kuasa kemenanganNya, bagaimana respon kita?