Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
Kasih Karunia tidaklah membuat kita bisa hidup sembrono dalam dosa. Justru Kasih Karunia sejati "menelan" kekuatan yang merusak dari dosa, sehingga kita tidak memberi "bahan bakar" untuk perbuatan dosa.

