Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?
Saat Firman Tuhan bertahta/berkuasa dalam hidup kita, segala kewenangan untuk mewujudkannya adalah tanggung jawab Tuhan. Tapi itu dibatasi oleh sejauh mana kita mempercayai DIA.

