Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
Kasih dan kebaikan Allah (Bapa) menghampiri kita dan memulihkan kita, menjadikan kita anak Allah dan bukan hamba dosa.

