on on Hits: 781

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 26 Januari 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Yeremia 17:5-8 – ... [17:7] Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! [17:8] Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Ada satu perbedaan ketika orang mengandalkan manusia atau kekuatannya sendiri, dengan orang yang mengandalkan Tuhan. Orang yang mengandalkan manusia atau kekuatannya sendiri ada di bawah kutuk. Sedangkan orang yang mengandalkan Tuhan, percaya firman, ia sedang ada di bawah kuasa berkat. Kemampuan kita terbatas, namun bila kita mengandalkan Tuhan, kita bisa saja menghadapi situasi kering (realita alamiah) tapi kita alami kuasa Kerajaan Sorga di bumi.

on on Hits: 384

Ringkasan Khotbah Minggu Siang, 19 Januari 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

1 Petrus 5:7-10, “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.

Waktu kita serahkan kekuatiran kita, Dia yang memelihara, Dia juga peduli. Dia tahu musuh kita adalah Iblis. Manusia selalu berpikir bahwa manusia adalah korban dari setan, korban dari masalah, atau korban dari situasi. Padahal sebetulnya, Iblis tidak lebih berkuasa. 1 Petrus 5:8 menyatakan, Iblis digambarkan seperti singa yang mengaum-aum. Bila Iblis lebih berkuasa, ia tidak perlu mencari orang-orang yang akan ditelan. Dan karena itulah, tidak semua bisa ditelan oleh Iblis. Ia hanya menelan yang lebih percaya aumannya dibandingkan firman. Percaya firman, maka firman itu lebih berkuasa dibandingkan fakta.

on on Hits: 494

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 12 Januari 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Jalani hidup setiap hari dengan visi dari Tuhan. Masihkah kita berdoa, berhubungan dengan Tuhan. Doa menjadi gaya hidup bergantung pada Tuhan. Ketika kita berdoa, doa punya hasil yang dahsyat. Yakobus 5:16 - ... The earnest prayer of a righteous person has great power and produces wonderful result [NLT]. Doa yang sungguh-sungguh dari orang benar punya kuasa yang besar dan memproduksi hasil yang ajaib.

Daud—sejak dari tidak punya apa-apa bahkan sampai ia diangkat Tuhan menjadi raja, Daud tetap punya gaya hidup berdoa. Yesaya 30:7 - ... Their strength is to sit still [KJV]. Ketika duduk diam-diam, itu terletak kekuatanmu. Tapi seringkali ketika berdoa, beribadah, dianggap menganggur. Datanglah beribadah/berdoa bukan kalau punya waktu senggang. Saat duduk diam-diam, Allah sedang kerjakan sesuatu yang besar.

on on Hits: 390

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 5 Januari 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Burung rajawali terbang dengan membentangkan sayapnya dan memanfaatkan badai, bukan mengepakkan sayap seperti burung lainnya. Mata rajawali dapat melihat keberadaan aliran udara yang mengangkat. Ketika kita menanti-nantikan Tuhan, kita bisa memanfaatkan badai untuk terbang lebih tinggi. Saat menantikan Tuhan, kita sedang aktif merentangkan sayap iman kita.

Ketika Tuhan memperlengkapi kita dengan sayap rajawali, Ia sedang membuat kita semakin dekat dengan pribadi-Nya. Keluaran 19:4, “Kamu sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku.” Mungkin kita dimusuhi meskipun melakukan hal yang baik. Ada banyak yang tidak suka ketika kita dipromosikan Tuhan. Kita tidak perlu mencari pembenaran diri tetapi carilah Tuhan. Tuhan mendukung kita dengan perlindungan dan pembelaan. Saat Israel keluar dari Mesir, Tuhanlah yang membuat seluruh orang Mesir bermurah hati, sehingga Israel dapat membawa harta benda orang Mesir. Kalau Tuhan yang mendukung, Ia sediakan lengkap bagi tubuh, jiwa, dan roh. 

on on Hits: 793

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 29 Desember 2019 – Oleh Pdt. Peterus Rediwan

Percayakah kita bahwa Tuhan memegang kendali atas hidup kita. Apapun keberadaan kita selama tahun 2019, Tuhan tetap memegang kendali kehidupan kita. Kita mungkin berpikir semua sudah selesai karena tidak terjadi apa-apa di tahun 2019. Kita dibatasi oleh waktu, namun kita harus yakini bahwa Allah kita tidak dibatasi oleh waktu! Rencana-Nya tetap berjalan dalam kehidupan kita kalau kita tetap berada dalam lingkaran kasih karunia-Nya. Mungkin kita mengalami yang tidak enak tahun ini, namun sebenarnya Allah sedang dan terus bekerja dalam hidup kita untuk menggenapi rencana-Nya. Allah tetap punya tujuan yang mulia.

 Ayub 42:2 - "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. Rancangan Tuhan memberikan tujuan yang mulia dalam hidup kita, tidak akan pernah gagal. Apa rancangan-Nya? Yeremia 29:11 - Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Namun ada bagian yang tetap harus kita kerjakan agar tujuan Allah yang mulia itu terjadi dalam hidup kita.

Pesan Gembala

Ps. Andrew M. Assa

PESAN GEMBALA 2026

Di akhir 2025 artinya seperempat dari abad 21 telah kita lampui. Ada kemajuan teknologi yang kita bisa saksikan dan alami yang membuat kita kewalahan mengikutinya tetapi di sisi lain begitu tergantung kepadanya. Selain itu, tetap saja ada keterbatasan dari semua kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk bisa menjaga keamanan dan keselamatan manusia. Hidup dan mati tiap manusia tidak bisa diprediksi dengan seberapa akrabnya dia dengan teknologi keselamatan itu.

Di awal tahun 2025 Kecerdasan buatan (Artificial Intelegence) terus mengalami perkembangan pesat. Pada Januari 2025, beberapa perusahaan teknologi besar meluncurkan model AI terbaru yang lebih canggih dan efisien. DeepSeek AI, OpenAI, dan Google DeepMind bersaing dalam menghadirkan model bahasa yang lebih kuat dengan kemampuan multimoda. Sementara itu, penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari semakin meluas, mulai dari otomatisasi pekerjaan hingga integrasi dalam perangkat pintar rumah tangga. Tidak heran bahkan sampai anak-anak kecil sangat mahir sekali menggunakan Gemini di telepon selular untuk mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) mereka, daripada bersusah payah mencari literatur.

Pada tanggal 21 April 2025, pemimpin umat Katolik Paus Fransiskus meninggal di Vatikan. Dan bulan Mei 2025, Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat, terpilih menggantikan Paus Fransiskus yang wafat bulan sebelumnya, dikenal sebagai Paus Leo XIV sebagai pemimpin baru Gereja Katolik.

Pada 25-28 Agustus, di Indonesia terjadi demonstrasi besar buruh dan mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR menuntut pembubaran DPR, penolakan kenaikan gaji anggota DPR, dan kebijakan perburuhan lebih baik, yang berujung ricuh dan korban tewasnya pengemudi ojek online. 

Di penghujung November 2025, bencana banjir dan tanah longsor melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Senin (22/12/2025) pukul 08.00 WIB, bencana ini telah mengakibatkan 1.090 orang meninggal, 186 orang hilang, dan sekitar 7 ribu orang terluka.

Semua peristiwa terjadi silih berganti, belum lagi kalau berbicara kecelakaan moda transportasi. Tanggal 29 Januari 2025 terjadi tabrakan antara pesawat komersil American Eagle 5342 yang hendak mendarat di Bandara Ronald Reagen, Washington. Tragisnya, bertabrakan justru dengan helikopter Sikorsky UH-60 Black Hawk milik Angkatan Darat AS, dan terjadi di ibukota negara maju yang notabene begitu canggih sistem radar dan teknologi keamanan penerbangannya. Dalam kecelakaan tersebut seluruh awak dan penumpang kedua pesawat itu menjadi korban.

Belum lagi, 12 Juni 2025 terjadi kecelakaan pesawat Air India, Penerbangan 171 yang baru saja mengudara (setelah 30 detik lepas landas). Pesawat kemudian kehilangan daya angkat dan jatuh di blok Asrama B.J. Medical College, Amhmedabad. Ironisnya, pesawat tersebut terbilang pesawat baru Boeing 787-8 yang tidak pernah punya riwayat insiden kecelakaan yang besar. Menewaskan setidaknya 269 orang, 241 orang di dalam pesawat dan 28 orang di darat.

Belum lagi moda transportasi darat: kecelakaan di jalan, baik tunggal ataupun karambol, tabrak belakang. Dan beberapa hari menjelang Natal kecelakaan bus terjadi 22 Desember 2025, di Simpang Tol Krapyak Semarang yang memakan korban 16 jiwa. Justru terjadi sesudah pintu tol Kalikangkung dan setelah pergantian kru bus.

Peristiwa demi peristiwa terjadi di sekitar kita dan menbuat kita kewalahan untuk mencerna dan memahaminya, tidak ada tempat yang aman di dunia ini. Tidak ada satu moda transportasi yang kebal terhadap musibah dan celaka dan kita harus menggunakannya dalam keseharian. Tapi kabar baiknya, ada ajakan dari Juruselamat (Yesus) kepada kita Matius 11:28,29 Datanglah kepada-Ku kamu semua yang lelah, dan merasakan beratnya beban; Aku akan menyegarkan kamu. Ikutlah perintah-Ku dan belajarlah daripada-Ku. Sebab Aku ini lemah lembut dan rendah hati, maka kamu akan merasa segar. (BIMK) Dalam terjemahan bahasa Inggris CEV …I will give you rest. …and you will find rest. Tuhan akan memberi kita istirahat, kita akan menemukan tempat istirahat. Tawaran ini bukan bicara tentang besok di dalam kekekalan, tetapi justru ketika kita masih di dunia dan masih harus bekerja dan beraktivitas.

Bagi kita jemaat COTW tahun 2025 menjadi Tahun Kairos (Tahun Kebetulan Ilahi) bagi kita. Kebetulan Ilahi bukan hanya terbatas tentang berkat yang kita bisa lihat dan ukur, tetapi sebetulnya ada banyak Kebetulan Ilahi yang kita alami. Tuhan luputkan dari yang jahat atau celaka, Tuhan beri kesehatan dan kesempatan baru. Tuhan beri hikmat untuk ambil keputusan sehingga terhindar dari kebuntungan. Ataupun Tuhan ijinkan kita lewati lembah air mata, untuk kita melihat bahwa manusia hidup juga dari setiap Firman yang kita imani dan alami. Tuhan menyertai lewat semua peristiwa besar dan kecil, dan mendatangkan keberuntungan/keselamatan buat kita.

Memasuki tahun 2026, kita tetap dan justru membutuhkan penyertaan Tuhan, dan Dia janjikan memberi kita Pengurapan Baru (Fresh Annointing). Urapan itu bagai pelumas yang melumasi mesin agar tetap berjalan dengan lancar dan halus. Pelumas itu juga menjaga mesin dalam suhu optimal, sehingga tidak terlalu panas. Pelumas juga menjaga agar gesekan yang ada tidak melukai tiap bagian. Tetapi lebih dari itu, kita perlu mengenal bahwa Urapan Baru itu keluar dari Satu Pribadi Allah sendiri, Roh Kudus. Biarlah seluruh jemaat makin mengenali Pribadi itu secara personal, mengalami Roh Kudus bukan hanya sebagai bagian dari liturgi ibadah di gereja yang formal.   

Mengenal Roh Kudus lewat tiap sisi kehidupan kita yang dijamah dan diurapi oleh-Nya. Kita butuh sukacita, kita butuh ketulusan hati, kita butuh hikmat, kita butuh pimpinan dan pengajaran, namun kita juga butuh kelegaan, damai sejahtera dan keintiman. Kita butuh iman dan penyingkapan rahasia Ilahi dalam hidup ini. Mazmur 92:11 Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku dituangi dengan minyak baru; Marilah kita alami Tuhan Yesus Kristus lewati tahun 2026, dalam Pengurapan Baru (Fresh Annointing). 

Rhema Hari Ini

Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

Ulangan 8:17-18

Kekuatan untuk tetap bertahan dalam iman. Kemampuan untuk menikmati kelimpahan. Bahkan ketaatan untuk hidup saleh, semuanya hanya karena Anugrah TUHAN.